Pasang Iklan Di Sini

Wednesday, November 5, 2014

Sariawan, Penyakit yang Sembuh Sendiri

Sariawan, Penyakit yang Sembuh Sendiri


Sariawan merupakan radang ringan di mulut dan kerap terjadi pada banyak orang. Bagi Anda yang pernah merasakan pedihnya sariawan, mungkin sudah mendengar soal obat pengurang rasa sakit, seperti Abothyl. Namun sering pula penetesan Abothyl pada sariawan membuat mulut terasa lebih perih.

Menurut dokter spesialis penyakit mulut, Widya Apsari, penderita sariawan tidak perlu menggunakan obat antibiotik, seperti Abothyl. “Karena belum ada penelitian ilmiah resmi menyatakan Abothyl dengan Polikresulen bisa dan disarankan untuk penyakit sariawan,” kata Widya kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, 2 September 2014. “Lagipula sariawan normalnya bisa sembuh sendiri, antara satu sampai dua pekan.”

Meski bersifat antiseptik, Abothyl mengandung zat polikresulen yang menonjolkan efek penyempitan pembuluh darah. Lazimnya zat ini berguna untuk mengontrol pendarahan. Polikresulen bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah sehingga menghalangi nutrisi ke jaringan mati, efek ini yang diklaim bisa menyembuhkan sariawan.

Polikresulen memang bertugas membunuh jaringan yang rusak. Hingga efek warna putih bisa jelas terlihat setelah terkena cairan Abothyl. Jika kondisi tubuh Anda tergolong sehat, efeknya hanya sampai jaringan mati dan terbentuknya jaringan baru. Namun bila mengalami anemia atau kondisi khusus dalam tubuh, ada kemungkinan sariawan malah semakin parah setelah terkena Abothyl.

Secara legal, kegunaan Abothyl hanya untuk luka seputaran pada anal dan vagina. Karena tak ada panduan pemakaian untuk mulut, penderita sariawan pun tak bisa menakar jumlah zat polikresulen yang pas. Kalau saja terlalu banyak, jumlah jaringan mulut yang mati pun bakal menyebar.

Dalam ilmu kedokteran, sariawan terkenal dengan julukan Stomatitis Aphtosa Rekuren atau SAR. Berbentuk oval atau bulat, biasanya sariawan terjadi di area pipi bagian dalam, lidah, dan langit-langit mulut dekat amandel. Untuk luka sebesar tiga milimeter, kerap disebut SAR tipe minor; 5 milimeter bertipe mayor; dan tipe hepetiform jika sariawan berjumlah lebih dari sepuluh.

Widya mengatakan, biasanya sariawan tidak memiliki gejala penyakit lain. Namun bila disertai dengan ngilu, demam, nyeri, atau panas, Anda patut curiga. “Bisa jadi itu merupakan behcet syndrome, crohn disease, atau infeksi virus herpes yang mempunyai gambaran luka mirip dengan SAR,” kata dia.

Sariawan sendiri terjadi karena beberapa sebab. Seperti gen atau keturunan dari orang tua. Menurut Widya, 90 persen penderita sariawan merupakan bawaan orang tua. Ada pula penderita yang mengalami sariawan karena malnutrisi vitamin B12, asam folat, dan zat besi; trauma mekanis, seperti pipi bagian dalam tergigit atau gusi terkena sikat gigi; stres fisik atau psikis; kelainan sistem imun; atau hormon, saat menstruasi maupun menopose.

Penderita sariawan kerap mengalami luka pada rongga mulut secara berulang, meski nutrisi seperti vitamin sudah terpenuhi. Jika mengalami sariawan lebih dari dua pekan di lokasi yang sama, Anda wajib memeriksa ke dokter.

Agar sariawan lekas hilang dengan aman, Anda bisa menggunakan obat bermerek Kenalog yang mengandung triamsinolon acetonide atau Aloclair, dengan kandungan mengandung aloe vera dan sodium hialuronat. Kedua obat itu bersifat coating agent, menghilangkan radang, dan  mempercepat penyembuhan sel tanpa merusak sel tubuh.

Cara pertama penanggulangan sariawan bisa juga dengan berkumur air garam. Bersifat antiseptik, air garam mampu melembabkan rongga mulut hingga mempercepat penyembuhan jaringan. Anda juga bisa mengompres sariawan dengan kain kasa yang berkumur dengan obat cair ber-khlorhexidin. “Cek juga kebersihan mulut seperti ada tidaknya karang gigi, gigi berlubang, hingga gigi tajam,” kata Widya. “Yang terpenting, harus menemukan faktor pencetus sariawan itu.”

https://id.she.yahoo.com/sariawan--penyakit-yang-sembuh-sendiri-045100961.html

No comments:

Post a Comment