Senin, 22 September 2014

LATIHAN BERTAHAP UNTUK KEMAJUAN BATIN

LATIHAN BERTAHAP UNTUK KEMAJUAN BATIN


Attasammapanidhi ca Etamangalamuttamam
Membimbing diri dengan benar, itulah berkah utama.

Siddhattha Gotama adalah mahluk yang agung, yang semua kehidupannya terberkahi hal-hal baik, mempunyai sifat, mempunyai sifat-sifat luhur, yang selalu berhasil dalam setiap usaha merealisasi cita-cita, mampu mengentaskan mahluk hidup dari penderitaan. Beliau sebagai seorang pemimpin komunitas bhikkhu, sebagai tokoh dunia, bahkan sebagai guru para dewa dan manusia, mempunyai banyak siswa dan pengikut, dan dipuja hampir di setiap negara di muka bumi ini. Semua bentuk keberhasilan itu sebagai buah usaha serta kebajikan dari sebuah proses yang amat panjang, di mana dalam setiap kehidupanNya Sang bakal (calon ) Buddha ini memenuhi parami yang nantinya parami-parami tersebutlah yang bisa mendukung keberhasilan merealisasi Ke-Buddha-an.

Melalui penglihatanNya yang sempurna, Buddha melihat  kebajikan apa sajakah yang bisa mendorong diriNya sendiri emmperoleh keberhasilan. Melaluikesempurnaan pengetahuanNya itu pula, Buddha menyampaikan kepada umat manusia agar senantiasa berbuat kebenaran, menjaga perilaku dan sikap, bertutur kata santun yang mengandung kebenaran, serta berusaha memurnikan pikiran dari buah-buah pikir yang buruk, yang jahat, yang tidak berfaedah, sebaliknya berupaya mengembangkan kesadaran, eling dan waspada.

Buddha dengan sangat gamblang menyampaikan bahwa untuk mencapai kemajuan batin tidak bisa disampaikan dengan instan, namun melalui tahap demi tahap, tidak secara tiba-tiba. Keberhasilan itu bermula dari yang dasar, sedang sampai dengan tingkat tinggi. Kesemuanya melalui tahapan dan proses yang berkelanjutan.

Untuk mencapai keberhasilan tersebut, Buddha memberikan instruksi untuk terus meningkatkan latihan demi kemajuan batin. Ajaran bertahap ini umumnya ditujukan kepada para perumah tangga yang ingin terus meningkatkan latihannya.

Kerelaan (dana)
Di saat banyak kepercayaan mengajarkan tentang bagaimana mendapatkan berkah-berkah kebaikan dengan cara berdoa atau dengan tujuan memohon, berharap dan meminta, namun Buddha menganjurkan untuk mempraktikkan kemurahan hati, memberi dan berbagi. Inilah keistimewaan dalam ajaran Buddha. Setelah kebutuhan dasar berupa pakaian, makanan, tempat tinggal tercukupi, maka hendaknya seseorang berbagi kepada orang lain. Memberikan sebagian miliknya untuk kebahagiaan orang lain. Inilah latihan pertama yang perlu dikembangkan, melepaskan kepemilikan, mengikis keserakahan sebagai awal latihan demi kemajuan batin.

Kemoralan (Sila)
Untuk menyemprunakan latihan, seorang umat Buddha patut untuk membersihkan dirinya dari noda-noda keburukan. Noda yang dimaksud adalah perbuatan burtal, jahat yang dapat menimbulkan celaan dan kerugian bagi pihak lain. Berupaya menjaga moralitas dalam berperilaku dan berucap dalam keseharian. Bukan harapan akan pahala atau rasa takut akan siksaan-siksaan yang mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan atau menahan diri dari perbuatan jahat, namun lebih pada kesadaran akan akibat-akibat yang natinya diterimanya. Kesadaran itu muncul dari melihat akibat-akibat yang akan terjadi dan ia terima. Ia menahan diri dari keburukan karena keburukan itu akan menghambat laju perkembangan batin demi pencapaian Bodhi.

Kebahagiaan di alam surgawi (Sagga)
Merupakan keuntungan yang tak ternilai jika perumah tangga hidup dalam hubungan yang dekat dengan para pabbajita. Pabbajita yang dianggap sebagai ladang yang subur untuk tindakan berjasa (punna) di dunia ini, menerima dana yang diberikan dengan hormat dan dengan pikiran yang penuh keyakinan. Sebagai akibat, si pendonor sekalipun masih jauh dari Nibbana, namun bisa terlahir di alam yang amat berlawanan dari keadaan manusia di bumi. Di alam kedewaan (sagga) ini tidak terdapat lagi kemiskinan, kesulitan, perjuangan, kewajiban dan tugas-tugas seperti di bumi. Kehidupan di alam ini bersifat terang, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari tanggung jawab. Semua keadaan yang penuh dengan kenikmatan surgawi diperoleh dari perbuatan baik dengan emngembangkan kerelaan dan menjaga moralitas.

Bahaya-bahaya kenikmatan indera (Kamadinava)
Setelah seseorang lebih jauh diberitahukan mengenai kesenangan-kesenangan yang akan diperoleh sebagai buah kamma baiknya, sampai pada tahap ini Buddha menjelaskan bahwa menikmati kesenangan indria merupakan penghambat bagi latihan untuk kemajuan batin. Oleh karenanya, Buddha menyampaikan bahaya-bahayanya, jika tidak hati-hati seseorang akan terikat dan sulit terlepas dari jeratan siklus tumimbal lahir yang tidak pernah berakhir.
Oleh karenanya, di dalam kitab Itivuttaka diceritakan ada dewa yang akhirnya menangis karena melihat usianya akan segera berakhir. Tanda-tanda kelapukan muncul seperti rangkaian bunga miliknya layu, pakaiannya menjadi kotor, keringat keluar dari ketiaknya, sinar tubuhnya meredup, karena itu ia gelisah dan tidak mengalami kebahagiaan. Seseorang mungkin merasa dikecewakan karena keadaannya begitu berbalik, tetapi justru inilah yang menjadi awal untuk terbukanya batin. Seseorang akan menjadi jengah dan muak terhadap kenikmatan indrawi, berusaha melepaskan dan meninggalkannya.

Mengetahui faedah meninggalkan kesenangan indria (nekkhammanisamsa)
Ada sebagian orang yang berpikir, jika seseorang meninggalkan kesenangan indriawi maka ia akan kehilangan kebahagiaan. Dalam Dhamma tidaklah demikian, justru dengan melepaskan keterikatan pada nafsu-nafsu kesenangan tersebut seseorang akan merasa bebas, terlepas dari beban yang membelenggu, sebagai dampaknya justru akan merasa lebih nyaman, damai dan semakin bahagia.
Sebagai perumah tangga tentu latihan ini menjadi tidak mudah karena banyaknya tanggung jawab yang harus diselesaikan. Tidak sedikit yang sehari-harinya selalu sibuk berjibaku dengan pekerjaan, merawat anak dan lain lain. Namun bukan berarti tidak bisa sama sekali karena latihan ini bisa dilaksanakan secara bertahap. Oleh karena itu perumah tangga harus menyediakan waktu untuk berlatih, misalnya dengan mengikuti pabbajja. Berlatih dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan batin, tahap demi tahap meninggalkan kotoran batin berupa keserakahan, kebencian, serta kegelapan batin.

Dengan cara ini, dalam latihan bertahap seorang siswa berupaya mengembangkan kedermawanan sebagai awal dalam berlatih, berusaha melawan sifat kikir yang menghalangi kemurahan hati, selanjutnya melatih diri dalam praktik pengendalian diri, menjaga moralitas supaya segala tindakan jasmanitutur kata , serta pikirannya jernih, bebas dari segala noda kejahatan, dengan suatu harapan untuk memperoleh kesenangan indria, terlahir di alam kedewaan menikmati kesenangan surgawi. Namun kemudian menjadi 'kecewa' karena kesenangan indrawi itu bersifat mengikat dan menghalangi kemajuan latihannya dan sebaliknya berusaha untuk meninggalkannya. Berupaya mencari kebahagiaan yang lebih tinggi, Nibbana (Nibbanam paramam sukham).

Dengan memiliki sikap batin ini, seseorang yang mempunyai niat untuk berlatih, tidak mempunyai kesukaran dalam upayanya mengerti mengerti ajaran-ajaran yang mendalam. Pada tahap ini seseorang akan merasa siap untuk melatih dirinya dalam mengerti ajaran yang lebih dalam yaitu memahami empat kebenaran mulia sebagai cara untuk emmbuka mata batin, merealisasi Nibbana seperti Buddha dan para siswa ariya.

Renungan:
Sewaktu rumahku terbakar, aku akan menyelamatkan benda-benda yang berharga, bukan barang-barang yang tidak berharga. Sama seperti usiaku semakin lama semakin melaju pada batas akhir, aku berupaya menyelamatkan benda-benda berhargaku, harta berupa kebajikan sehingga ketika rumahku (jasmani ) ini terbakar dan hancur, aku bisa membawa harta kebajikan sebagai bekal dalam kehidupan selanjutnya hingga tercapainya kebahagiaan tertinggi Nibbana.

Sumber : Berita Dhammacakkha tanggal 21 September 2014
Oleh: Bhikkhu Virasilo

Minggu, 21 September 2014

Sop merah Bu Sri di Yogya yang ramai dikunjungi

Sop merah Bu Sri di Yogya, mahasiswa sampai menteri rela antre

MERDEKA.COM. Sekitar pukul 19.00 WIB, antrean di bagian pemesanan warung sop merah milik Sri Sunarsih sudah mengular. Walau bentuk warung yang berada di pinggir Jl Kol Sugiyono, Yogyakarta tidak mewah alias ala kadarnya, tidak mengurangi minat pembeli untuk mencicipi sop yang terkenal pedas itu.

Jika menilik kategori suatu masakan, sop biasanya berkuah bening atau sedikit keruh dengan kaldu. Akan tetapi, sop yang satu ini berwarna merah kuahnya. Adapun isi sop dapat dipilih sesuai selera. Jangan terkejut pula ketika datang dan hendak mencicipi sop merah sebab pilihan yang disodorkan hanya ada dua, yakni pedas dan sangat pedas.

Untuk mendapatkan sop merah, pelanggan harus mengantre dengan mengambil nomor urut terlebih dahulu sembari menunggu kursi dan meja kosong. Namun antrean yang panjang tidak membuat pelanggan jera untuk antre.

Salah satunya Dian Anisa, warga Yogya yang mendapatkan nomor antrean 19. Dia pun rela menunggu selama 30 menitan untuk mendapat semangkok sop merah. Dian mengaku kerap datang ke sop merah karena sudah merasa cocok dengan rasanya.

"Sudah sering ke sini, antre lama enggak apa-apa, asal puas," kata Dian saat mengantre pesanan, Jumat (19/9).

Hal serupa juga diungkapkan Wibowo, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Yogya yang juga mengantre untuk menikmati sop merah.

"Ngantre di sini biasa, tapi kalau sudah mencicipi, hilang rasa dongkol karena antre," ujarnya.

Menurut Sri sang pemilik warung, selama pengalamannya melayani antrean panjang yang paling menarik ketika Muhammad Prakosa, menteri kehutanan di era pemerintahan Megawati datang untuk menikmati sop racikannya. Namun, karena antrean yang panjang sang menteri pun menjadi tidak sabar dan memilih pulang.

"Waktu itu warungnya penuh, antreannya panjang. Jadi Pak Prakosa pulang dan tidak sempat mencicipi," kata Sri di sela-sela dia melayani pelanggan.

Warung milik Sri ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 1993. Sejak pertama dibuka, warungnya memang tidak pernah sepi. Namun karena keterbatasan modal dan tempat, usahanya tersebut tidak dapat berkembang cepat.

Beruntung pada tahun ini warung sop merah bisa dikembangkan dengan meluaskan tempat sehingga bisa menampung lebih banyak pelanggan.

https://id.berita.yahoo.com/sop-merah-bu-sri-di-yogya-mahasiswa-sampai-033200462.html

Yuk, Intip Cara Mudah Mengeluarkan Racun Dari Tubuh!

Yuk, Intip Cara Mudah Mengeluarkan Racun Dari Tubuh!

DREAMERSRADIO.COM - Tubuh kita memiliki cara tersendiri untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuang racun tersebut. Seperti yang dilansir dari Lifehack.org, berikut beberapa cara tersebut!
1. Kurangi makanan olahan dan instan
Sebagai gantinya, cobalah mengkonsumsi buah dan sayur segar. Dengan begitu, maka kita akan mengurangi masuknya lemak, sodium, dan gula berlebih dalam tubuh kita. Buah dan sayur juga dapat membersihkan tubuh dan membuat kita merasa lebih berenergi.

2. Minum teh hijau
Teh hijau adalah salah satu minuman yang dikenal akan kandungan antioksidannya. Kandungan tersebut dapat memperlancar metabolisme dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan efektif.

3. Latihan peregangan otot
Lakukanlah latihan untuk peregangan otot dengan pose yang dapat ditahan dalam waktu yang lama seperti yoga. Hal tersebut akan memperlancar aliran oksigen di dalam tubuh dan bisa membantu proses detoksifikasi.

4. Berkeringat
Ketika tubuh berkeringat, secara otomatis racun di dalam tubuh akan ikut keluar. Lakukan beberapa olahraga seperti kardio yang dilakukan dengan porsi yang cukup.

5. Minum air putih
Air putih dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Dengan minum cukup air putih, maka proses detoksifikasi akan lancar. Saat tubuh mendapat cukup asupan air, maka kulit pun akan ikut terlihat lebih segar.

6. Meditasi
Siapa sangka bahwa racun juga ada dalam pikiran kita? Cara untuk membuangnya adalah dengan meditasi. Misalnya, saat bangun pagi, kita bisa melakukan meditasi. Duduk bersila, tenangkan pikiran, dan biarkan selama 15 menit. Dengan begitu maka pikiran kita akan lebih tenang dan rileks.

7. Ke sauna
Saat di sauna, tubuh akan berkeringat. Namun jangan lupa kembalikan asupan cairan tubuh dengan minum air putih. Hal ini baik untuk menjaga proses metabolisme agar berjalan dengan baik.

8. Buang air besar secara teratur
Ini adalah penting, karena jika tidak teratur, maka racun akan mengendap dalam tubuh. Agar lancar, coba makan makanan yang kaya akan serat. Agar metabolisme tetap lancar, maka buang air besar harus dilakukan setiap hari.

9. Jangan merokok atau minum alkohol
Seperti yang kita tahu, rokok dan alkohol hanya akan menambah racun ke dalam tubuh. Maka hindari merokok dan minum alkohol agar racun tidak makin menumpuk di dalam tubuh kita.
Berita Lainnya :
Bermasalah Dengan Ketombe? Yuk, Ikuti 4 Cara Ampuh Ini!
Bermasalah Dengan Bibir Kering dan Pecah-Pecah? Yuk, Ikuti Tips Ini!

https://id.she.yahoo.com/yuk-intip-cara-mudah-mengeluarkan-racun-dari-tubuh-060200446.html

Beberapa kumpulan artikel tentang Jack Ma

http://www.merdeka.com/tag/i/ipo/medco-power-bersiap-melantai-di-bei.html

Pernah ditolak kerja di KFC, kini rajai bursa AS

Pernah ditolak kerja di KFC, kini rajai bursa AS

MERDEKA.COM. Jack Ma (49 tahun) masih jadi buah bibir, setelah proses penawaran saham perdana (IPO) perusahaan yang dia pimpin, Alibaba Group, di Bursa Saham New York (NYSE) beberapa jam lalu menghebohkan dunia.
Antusiasme sebetulnya sudah terlihat sejak awal pekan ini, karena diperkirakan perusahaan bisnis Internet itu minimal meraup USD 21,8 miliar - alias IPO paling menghasilkan duit dalam sejarah bursa Amerika Serikat.
Nasib memang berpihak pada Ma. Situs CNBC.com, Sabtu (20/9), memastikan Alibaba yang tampil dengan kode emiten BABA, merupakan perusahaan asing paling sukses mereguk untung dari bursa di Negeri Paman Sam. Dana segar terkumpul mencapai USD 22 miliar (setara Rp 263 triliun), lebih USD 1 miliar dari perkiraan awal analis.
Dari jumlah dana segar didapatkan beberapa jam lalu, debut Alibaba di NYSE bikin mereka mengalahkan kapitalisasi pasar perusahaan multinasional lebih kawakan seperti Coca-Cola, IBM, atau Oracle, atau Amazon. Bahkan proses IPO perusahaan Ma ini lebih sukses dibanding Facebook dua tahun lalu.
Tapi status IPO terbesar sepanjang sejarah masih dipegang oleh Bank of China yang meraup USD 22,1 miliar pada hari pertama perdagangan di bursa.
Analis bursa Bert Dorhmen pun memuji sosok Ma yang dengan tangan dingin berhasil membawa Alibaba dari sekadar pemain besar di China, jadi perusahaan yang mengguncang AS. Latar belakangnya sebagai mantan guru Bahasa Inggris tanpa pengetahuan IT jadi pujian tersendiri.
"Kesuksesan IPO ini membuat Ma jadi seorang guru bahasa Inggris paling pintar sekaligus terkaya sejagat," tulis Bert dalam kolom di Forbes pagi ini.
Dengan seluruh kehebohan yang dia buat, mayoritas analis bursa terkejut melihat latar pendidikan Ma. Dia bukan lulusan kampus ternama, atau paling tidak pernah bekerja di Silicon Valley seperti lazimnya bos perusahaan teknologi informasi. Ma bukan orang seberuntung Mark Zuckerberg atau Bill Gates.
Ma hanyalah anak dari keluarga menengah China biasa, kebetulan fasih berbahasa Inggris. Tapi memang diakui Ma punya ketekunan dan pola pikir tak lazim dibanding sejawatnya yang rata-rata takut pada dominasi Partai Komunis China.
Salah satu ide radikal Ma semasa muda adalah keyakinannya bahwa China di masa mendatang akan lebih terbuka pada dunia.
Dalam buku biografi ditulis Chen Wei (2013), setelah diterima sebagai guru bahasa inggris di Kota Hangzhou pada 1988, dia menikahi teman sekelasnya semasa kuliah, Zhang Ying. Gaji setara Rp 180.000 per bulan tidak cukup bagi keluarga muda itu.
Alhasil, Ma mencoba cari penghasilan tambahan dengan melamar ke gerai ayam goreng KFC. Dia ditolak, karena dianggap tidak cocok bekerja sebagai pelayan. Demikian pula lamarannya untuk bekerja paruh waktu di hotel dan kepolisian. Semua ditolak.
Kecewa dengan semua penolakan itu, Ma pun bertekad wirausaha. Dan seperti sudah dibahas sebelumnya, dia akhirnya sukses menemukan peruntungan dari bisnis Internet.
Pandangan Ma di masa muda terbukti tepat. China tidak akan terus-terusan menutup diri sebagai negeri komunis, dan justru merengkuh kapitalisme berbasis teknologi informasi.
Alibaba berhasil memanfaatkan perubahan sosial di Negeri Tirai Bambu, ketika banyak masyarakat di sana semakin akrab dengan gadget dan komputer. Ceruk pasar kebutuhan bisnis lewat Internet, termasuk pengiriman barang atau penjualan online, berhasil ditangkap oleh Ma dan para pekerjanya.


https://id.berita.yahoo.com/pernah-ditolak-kerja-di-kfc-kini-rajai-bursa-081839417.html

Kisah sukses founder startup di indonesia

http://id.techinasia.com/kisah-sukses-founder-startup-indonesia/
12 kisah sukses founder startup Indonesia August 15, 2014 at 3:39 pm Lina Noviandari Share 53 335 1 0 0 389 SHARES Share on Facebook Tweet on Twitter Di Tech in Asia, kami merasa sangat beruntung mendapat kesempatan untuk mewawancarai banyak CEO dan founder startup di Asia dan menyuguhkannya kepada Anda sebagai inspirasi. Dalam rangka menyambut Hari Raya Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus nanti, kali ini kami mengumpulkan 12 cerita founder startup Indonesia yang bisa Anda jadikan inspirasi: 1. Juny “Acong” Maimun – founder Indowebster Juny-Acong-Maimun Pada akhir 1990-an, Acong sudah membuat reputasinya sendiri saat berkuliah di Stamford College di Malaysia sebagai hacker muda pemberani dari Riau yang bisa meretas sistem siapapun, meminjam sumber coding website mereka, dan mengubahnya menjadi “sesuatu yang lebih menyenangkan”. Pada tahun 2002, Acong putus kuliah setelah mengunjungi Jakarta selama akhir semester dan membuka warnet hybrid pertama yang beroperasi 24 jam di Jakarta, yang kemudian ia beri nama AMPM. Tak lama setelah itu, ia mendirikan Indowebster, website file hosting multimedia asal Indonesia yang terkenal di dunia. Acong mengatakan: Saran terbaik saya: bertahan hidup! Jika Anda terus bertahan untuk beberapa tahun pertama, maka Anda dapat beradaptasi dengan pasar dan menemukan model yang baik untuk Anda. 2. Andry Suhaili – founder dan CEO PriceArea Andry-Suhaili-price-area-founder Perjalanan Andry dimulai di Pulau Bangka. Saat tengah duduk di bangku SD, ia pindah ke Jakarta untuk mengejar pendidikan yang lebih baik. Ia meneruskan SMP dan SMA-nya di Singapura, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Los Angeles, Amerika Serikat. Andry sendiri sudah menjadi entrepreneur selama 10 tahun, dan meskipun beberapa kali gagal di perusahaan-perusahaan sebelumnya, ia tetap kembali membangun perusahaan berikutnya. Andry mengatakan: Saya selalu ingin menjadi kaya dan sukses. Untuk itu, saya perlu menjadi seorang entrepreneur. [...] Setelah saya kembali dari Amerika Serikat, saya membuat bisnis pertama di sebuah garasi dengan dua pegawai magang sebagai pegawai saya. Setelah bereksperimen dengan beberapa usaha bisnis, ia membangun PriceArea pada tahun 2008 untuk membantu memungkinkan orang menemukan penawaran terbaru secara online. 3. Natali Ardianto – co-founder dan CTO Tiket.com Natal ardianto-Tiket Pada tahun 2008, satu tahun setelah Natali lulus dari program teknologi informasi Universitas Indonesia, ia bersama rekan-rekannya mendirikan Urbanesia, salah satu direktori online lifestyle pertama di Jakarta. Dua tahun setelah diluncurkan, ia memutuskan untuk meninggalkan Urbanesia dan mendirikan Golfnesia yang juga ia tinggalkan karena sulit berkembang. Pada tahun 2011, Natali Ardianto mendirikan Tiket.com, yang kini menjadi jawara di sektor booking online untuk travel, event, dan perhotelan di Indonesia. Startup perlu memahami pentingnya pemasaran. Anda mungkin memiliki produk yang benar-benar buruk, tapi tetap saja, jika Anda memiliki tim pemasaran yang baik, Anda bisa sukses. 4. Achmad Zaky – co-founder dan CEO BukaLapak achmad-zaky Lahir di Sragen, Jawa Tengah, Achmad Zaky tumbuh dengan keinginan memiliki pekerjaan yang baik dengan gaji yang besar. Namun, ketika ia menempuh kuliah di ITB dan merasakan semangat entrepreneurship yang kental, ia ingin menjalankan bisnis sendiri. Pernah gagal dengan bisnis mie, Zaky kini menjalankan Bukalapak, salah satu website marketplace terbesar di Indonesia. Zaky mendorong semua anak muda untuk mulai membangun startup mereka sesegera mungkin. Karena jika Anda bertambah tua dan sudah menikah serta memiliki anak, Anda cenderung memiliki lebih banyak pertimbangan dan lebih konservatif. [ ... ] Jika saya harus membangun startup saya sekarang dengan modal nol, saya mungkin tidak mau [mengambil risiko] karena saya memiliki istri dan seorang anak perempuan. 5. Jason Lamuda – co-founder Disdus jason-lamuda- Selama menempuh perkuliahan di Amerika Serikat, Jason Lamuda kagum bagaimana teknologi bisa mengubah tatanan hidup masyarakat. Dari situlah ia menumbuhkan antusiasme untuk mendirikan perusahaan teknologinya sendiri. Ia menyelesaikan kuliah S2 jurusan teknik finansial di Columbia University tahun 2008, dan mendapat dua tawaran pekerjaan: satu di Wall Street di Amerika Serikat, dan satu lagi di McKinsey di Indonesia. Yakin bahwa peluang untuk menjadi entrepreneur di negara asalnya jauh lebih besar, ia akhirnya memilih kembali ke Indonesia. Selalu ada celah untuk mengincar pasar dan orang yang berbeda bahkan jika Anda membuat produk yang mirip [dengan yang sudah ada]. Bahkan bisnis seperti menjual kopi juga bisa sukses. Di luar sana pastinya ada kesempatan dan Anda bisa sukses di industri Anda. Tingkat kesuksesan Anda mungkin tidak akan sebesar website e-commerce seperti Amazon yang menjual segala hal, tapi Anda masih bisa menghasilkan uang [dari bisnis Anda]. Jason merupakan salah satu co-founder website daily deal Disdus, yang diakuisisi oleh Groupon di tahun 2011, dan website e-commerce fashion wanita BerryBenka yang berhasil memperoleh investasi seri B akhir tahun lalu. (Baca juga: 8 anak bangsa berprestasi pada bidang teknologi di kancah internasional) 6. Adi Kusma – founder Biznet Adi_Kusma Pada saat Adi Kusma masih bekerja sebagai programmer di Amerika Serikat, ia mengambil kursus tambahan dari Microsoft sembari berkonsultasi dengan para pelaku ISP di sana untuk mempelajari industri tersebut secara detail. Di samping bekerja sebagai programmer full-time, Adi juga bereksperimen dengan “laboratorium ISP” pribadi di rumahnya. Ketika yakin bahwa ia telah mampu menerapkan teknologi tersebut di Indonesia, barulah ia kembali ke Indonesia dan mendirikan Biznet Networks. [Mendirikan startup] seperti menjual nasi goreng. Jika Anda membuka gerai Anda hari ini, sudah pasti akan ada pembeli yang membeli makanan Anda saat itu juga. Jika Anda memiliki produk yang cocok dengan keinginan pasar, maka Anda akan memiliki pembeli. 7. Andy Sjarif – founder SITTI andy sjarif Perjalanan Andy sebagai entrepreneur dimulai pada 1997 ketika ia masih berada di Amerika Serikat. Perusahaan pertamanya adalah perusahaan konsultan analitik CRM yang membantu perusahaan dengan segmentasi dan analisis database pelanggan. Meski startup tersebut akhirnya gagal, Andy mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran yang akhirnya menginspirasinya untuk mendirikan SITTI, jaringan iklan intuitif, menyajikan berbagai iklan yang relevan dengan situs dan melakukan pencarian berdasarkan kata kunci yang digunakan; singkat kata, ini merupakan sebuah Google Adsense yang disajikan dalam Bahasa Indonesia. Startup teknologi di Indonesia harus berhenti berpikir untuk menjadi seperti Sillicon Valley (SV). Jika berbicara mengenai SV, kita berbicara mengenai ide-ide terobosan baru, teknologi yang disruptif. Saya sudah cukup mempelajari bahwa teknologi, bagi kita di Indonesia, adalah mengenai kelanjutan dan dampak. Jadi pertanyaannya bukan bagaimana caranya membangun teknologi yang paling canggih, melainkan bagaimana teknologi dalam menciptakan dampak bagi masyarakat dan negara kita. 8. Aulia “Ollie” Halimatussaidah – co-founder NulisBuku aulia-halimatussaidah-nulisbuku Ollie yang merupakan seorang pecinta teknologi sudah berkeinginan membuat website terbaik sejak SMA. Karena itu, ia mengambil jurusan TI di universitas dan bekerja sebagai web developer setelah lulus. Minatnya dalam membaca dan menulis serta terinspirasi dari pengalaman akan sulitnya menerbitkan buku, Ollie beserta rekan-rekannya mendirikan NulisBuku, platform self-publishing online pertama di Indonesia yang membantu para penulis untuk mencetak dan menerbitkan sendiri buku mereka. Terlepas dari jenis kelamin, semua orang bisa bekerja di dunia teknologi dan startup. Yang penting adalah keterbukaan untuk berkolaborasi dan keinginan untuk berinovasi – keduanya adalah kunci sukses di dunia startup. Dengan kolaborasi, seseorang bisa membuka kemungkinan yang tak terbatas yang akan membantu startup untuk tumbuh. 9. Danny Wirianto – co-founder dan CEO MindTalk semutapi-colony-danny-wirianto Danny Wirianto menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat dengan mengambil jurusan seni rupa. Ia pernah direkrut menjadi direktur seni di Adobe karena keahliannya dalam Photoshop dan membuat website. Dari seni rupa, ia bekerja di industri periklanan, dan ini membuatnya membangun agen periklanan sendiri bernama SemutApi Colony di tahun 2001 di negeri paman sam. Danny yang berusia 39 tahun sekarang fokus ke startup terbarunya, yang ia yakini akan menjadi startup yang diperhatikan di Asia, yaitu platform minat sosial bernama MindTalk. 10. Kevin Mintaraga – founder Magnivate Group kevin mintaraga Terinspirasi oleh buku Blue Ocean Strategy, Kevin tertarik dalam bidang pemasaran dan melihat peluang yang ada di ranah ini. Setelah melakukan riset dan bertanya pada beberapa ahli, Kevin mendirikan Magnivate Group, sebuah digital agency di Indonesia yang didirikan pada 2008 dan diakuisisi oleh WPP pada tahun 2012 dan kini berganti nama menjadi XM Gravity. WPP sendiri merupakan perusahaan periklanan dan digital marketing terbesar di dunia. Pengusaha yang sukses adalah mereka yang dapat membuat perbedaan dalam hidup orang lain. Selalu melayani orang lain, terdepan dalam setiap pertempuran, dan tidak hanya berada di belakang orang lain untuk mengarahkan mereka berbuat ini dan itu. Hanya dengan pemahaman inilah Anda dapat membangun tim yang bisa berjalan beriringan dengan Anda ketika sedang melewati masa-masa sulit. 11. Joseph Edi Lumban Gaol – founder M-Stars Group Joseph m-stars Joseph memulai karirnya dalam industri mobile pada tahun 1997 di perusahaan telekomunikasi XL Axiata. Di sana, karirnya menanjak hingga ia menduduki jabatan senior product manager. Ia memegang posisi tersebut selama dua tahun hingga akhirnya memutuskan berhenti pada tahun 1999 untuk memulai usahanya sendiri. Pada tahun 2000, Joseph mendirikan M-Stars Group, salah satu pelopor penyedia konten mobile di Indonesia yang hingga kini memiliki lebih dari 150 karyawan serta membawahi lima perusahaan cabang yakni AdStars, VOX, dr.m, PoPs, dan m360. Pada beberapa kesempatan, saya sampai harus meminjam uang dari keluarga dan teman-teman karena uang kas kami mulai menipis, padahal kami perlu membayar gaji para karyawan. Ini adalah tantangan terberat secara psikologis bagi saya, karena saya harus mempertahankan kredibilitas saya. Saya sering tidak tidur untuk memastikan bahwa kondisi kas perusahaan tetap terjamin dan bahwa pinjaman dari teman-teman dan keluarga saya mencukupi. Sekarang, ketika mengingat-ingat masa tersebut, saya masih sering tersenyum. 12. Izak Jenie – co-founder Jatis Group izak jenie Izak Jenie merupakan seorang entrepreneur yang gigih dan tidak pernah menyerah. Setelah sebelumnya gagal berkali-kali, pada 1997, ia bersama dengan beberapa rekannya mendirikan Jatis Group, sebuah perusahaan konsultan IT yang menawarkan solusi IT untuk bank, perusahaan telekomunikasi, jasa pembayaran, dan berbagai perusahaan lainnya. Kini, lebih dari 80 persen pedagang reksa dana di Indonesia menggunakan platform trading Jatis. Mendapatkan mitra yang bagus untuk startup adalah hal yang krusial. Saya suka teori investasi Warren Buffet untuk yang satu ini. Jika Anda dari luar sudah tahu bahwa akan ada masalah, jangan terlibat. Karena sekali Anda terlibat, sulit untuk keluar. Mirip dengan itu, dalam mencari mitra, jika Anda melihat akan ada masalah ketika nanti bekerja dengan calon mitra Anda, sebaiknya jangan dimulai. Beberapa founder startup Indonesia di atas merupakan inspirasi nyata bagi kita semua dalam hal berkontribusi untuk bangsa di bidang entrepreneurship. Bagi Anda yang merasa terinspirasi dan ingin terjun menjadi entrepreneur, lakukan dari sekarang dan buatlah perubahan. Salam entrepreneurship! (Diedit oleh Bambang Kartika)

Baca juga: 12 kisah sukses founder startup Indonesia http://id.techinasia.com/kisah-sukses-founder-startup-indonesia/
 
 
 

Bagaimana kacaunya hidup saya setelah keluar dari perusahaan bergengsi dan memilih mendirikan startup

Bagaimana kacaunya hidup saya setelah keluar dari perusahaan bergengsi dan memilih mendirikan startup

inspirasi startup ali mese
SMS masuk:
“Besok jam 5 pagi, penerbangan nomor AZ610 dari Roma ke New York.”
Sebuah SMS yang masuk di BlackBerry saya pada hari Minggu sore dulu selalu menjadi rutinitas yang menentukan di mana tujuan dan siapa klien saya untuk minggu mendatang.
Saya dulu bekerja di salah satu dari tiga perusahaan konsultasi strategi bisnis terbesar di dunia. Sebuah kehidupan di dalam sebuah koper. Sebuah kehidupan konsultasi dimana Anda ketinggalan update tentang segala sesuatu dan semua orang dalam hidup Anda, kecuali spreadsheet Excel. Sebuah pekerjaan impian yang, menurut sekolah-sekolah bisnis ternama, ideal.
Setelah beberapa jam tidur, supir pribadi membawa saya ke bandara Roma Fuimicino dimana saya akan melakukan perjalanan ke New York dengan penerbangan kelas bisnis yang mewah. Setelah tiba, saya akan check-in ke sebuah hotel bintang lima mewah dan menuju ke kantor klien saya setelah itu.
Gaji? Luar biasa. Perusahaan tempat saya bekerja merasa bangga telah menjadi salah satu perusahaan bergaji tinggi di ranah konsultasi bisnis.
Baca juga: 12 kisah sukses founder startup Indonesia

Orang tua

Namun, ada sesuatu yang salah dengan kehidupan konsultasi ini. Saya tidak tahan dengan segala kemewahan yang penuh dengan kepalsuan ini dan suatu hari menelepon orang tua saya:
Ayah, Ibu, aku baru keluar dari pekerjaanku. Aku mau mendirikan startup sendiri.
Ibu saya hampir mengalami serangan jantung. Tentu saja kabar tersebut bukanlah hal yang ingin didengar oleh seorang ibu perfeksionis yang mendorong saya untuk lulus dari sekolah bisnis top dunia dengan nilai yang top pula.
Saya mencoba menenangkan beliau. Namun mustahil.
Bu, aku benci pekerjaanku. Semua konsultan ini berpura-pura bahagia dan mereka mengkonsumsi pil kebahagiaan. Aku hanya bisa tidur 3-4 jam sehari. Semua keuntungan yang dijanjikan perusahaan tidak pernah ada. Hotel bintang lima mewah? Aku bekerja hampir 20 jam sehari dan aku bahkan tidak menikmatinya. Sarapan mewah? Kami tidak pernah punya waktu untuk itu. Makan siang dan makan malam mewah? Hanya sandwich di depan spreadsheet Excel kami.
Oh, ngomong-ngomong, bukannya menikmati segelas sampanye, aku malah memandangi spreadsheet selama penerbangan. Gaji tinggi? Aku tidak pernah punya waktu untuk menghabiskannya.
Aku benci kehidupanku, Bu. Seperti kehidupan para pecundang. Aku bahkan jarang melihat pacarku. Aku sudah tidak bisa membohongi diri lagi. Aku ingin memulai bisnisku sendiri.
Orang tua saya sudah pensiun dari pekerjaan rutin mereka sebagai PNS dengan dengan gaji yang aman namun membosankan.
Datang dari keluarga yang tidak mempunyai latar belakang entrepreneurship, saya tahu bahwa sulit untuk menjelaskan situasi ini ke mereka. Namun, saya tidak menduga mendapatkan telepon keesokan harinya.
Ibu saya menelepon:
”Jaaadiii, bagaimana bisnismu?! Sudah tumbuh?!”
Tidak peduli apa yang saya katakan, saya tidak bisa menjelaskan kepadanya bahwa bisnis membutuhkan lebih dari satu hari untuk bertumbuh.

Pacar, teman, dan lingkaran sosial

Saya memiliki pacar yang sangat mendukung saya. Sekarang saatnya memberitahu teman-teman saya yang tengah sibuk memanjat tangga karir mewah di dunia bisnis yang mewah pula.
Saya memberitahu semua orang bahwa saya baru keluar dari pekerjaan untuk mewujudkan mimpi startup saya. Beberapa teman berangsur-angsur berhenti menemui saya, mungkin karena mereka berpikir ada sesuatu yang salah dengan saya, karena ini adalah pekerjaan “mewah” kedua yang saya tinggalkan dalam waktu singkat.
Sedangkan teman-teman saya yang lain mendukung. Bagaimanapun, tampaknya masih ada sesuatu yang salah dengan hubungan kami:
Saya segera sadar bahwa saya mulai menarik diri dari lingkaran sosial
inspirasi startup ali mese Setiap kali saya bertemu dengan teman-teman, saya tidak memiliki banyak update untuk menjawab pertanyaan mereka yang itu-itu saja, seperti, “Jadi, bagaimana keadaan startup-mu? Kamu akan jadi Mark Zuckerberg berikutnya, kan?” “Oh man, kami sangat bangga padamu dan kami sangat yakin kamu akan segera menerima investasi besar.”
Menjalankan sebuah startup adalah sebuah perjalanan panjang dan saya membuat diri saya tertekan dengan terlalu peduli terhadap apa yang dipikirkan orang lain.
Hari demi hari, saya semakin merasa kesepian dan lebih depresi karena saya menghindari acara-acara sosial. Kemajuan startup saya tidak secepat yang dibayangkan lingkaran sosial saya. Dan saya sudah muak untuk memberitahu orang-orang bahwa butuh bertahun-tahun bagi startup untuk menjadi seperti Facebook dan Twitter.
Satu-satunya tempat yang nyaman adalah berada di sekitar beberapa teman entrepreneur saya. Memang benar, hanya seorang entrepreneur yang bisa memahami seorang entrepeneur.

Uang, uang, uang

Seolah tekanan sosial dan kesepian yang saya alami belum cukup, saya menghadapi “ibu dari semua tekanan”: uang habis lebih cepat dari yang saya bayangkan.
Ini membunuh produktivitas dan kemampuan saya untuk membuat keputusan yang tepat. Saya panik dan ingin cepat-cepat menjadi sukses serta menghasilkan uang.
Suatu hari, saya bahkan meminta uang receh kepada pacar saya karena saya tidak punya uang untuk membeli air mineral kemasan. Saya tidak tahu bahwa itu hanya awal dari sebuah kehidupan sulit yang penuh dengan pasang surut.

Kini

Oke, cukup dengan drama menyedihkan tersebut: lebih dari dua tahun telah berlalu sejak masa-masa itu. Saya sekarang menulis artikel ini di sebuah resort yang indah di Phuket, Thailand, sambil menikmati mojito.
ali-mese Tunggu, saya tidak menjual mimpi. Tidak, saya belum menjadi seorang founder startup miliarder.
Bagaimanapun, bisnis saya memiliki aliran uang yang konstan, yang memungkinkan saya untuk berkeliling dunia dan bekerja dari mana pun selama ada wifi.
Meskipun demikian, ada lima hal yang saya harap telah saya tanyakan pada diri saya sendiri sebelum memulai perjalanan yang menyakitkan ini. Lima pertanyaan yang saya yakin harus ditanyakan oleh setiap entrepreneur kepada dirinya sendiri sebelum terjun ke dunia entrepreneurship:

1. Apakah Anda siap dengan tekanan sosial?

Jika Anda memiliki teman dan keluarga yang bukan entrepreneur, mereka tidak akan benar-benar memahami apa yang ingin Anda capai dan tekanan akan menjadi lebih tinggi.
Saya sangat peduli tentang apa yang orang lain pikirkan tentang saya, saking pedulinya hingga menghancurkan hidup saya.
Saya begitu keras pada diri saya sendiri dan menghukum diri dengan lebih banyak pekerjaan sehingga saya bisa mengumumkan kesuksesan saya sesegera mungkin. Hingga akhirnya saya menyadari bahwa tidak ada yang peduli tentang saya. Jadi, kenapa saya harus peduli pendapat mereka?
Anda tidak lebihnya ibarat sebuah status di Facebook yang hanya diperhatikan selama sesaat. Pada tahun 2014, tidak ada yang memiliki waktu untuk mempedulikan orang lain di dunia yang ramai ini.
Jika Anda terlalu peduli tentang apa yang orang lain pikirkan, Anda akan menghabiskan waktu untuk membuktikan bahwa Anda sukses, alih-alih berfokus pada startup Anda.
Nikmati hidup Anda. Saya sendiri telat melakukannya.

2. Apakah Anda single atau mempunyai pasangan yang sangat mendukung?

Ketika dewasa, kita menghabiskan lebih banyak waktu kita dengan pasangan dibanding dengan teman atau keluarga. Meskipun saya beruntung memiliki pacar yang luar biasa, saya sedih melihat banyak teman entrepreneur putus dengan pacar mereka.
Melakukan bisnis Anda sendiri adalah hal yang sulit – lebih sulit daripada yang saya bayangkan. Pikiran Anda akan terus-menerus kacau dengan sejuta hal dan tidak ada orang lain, termasuk pacar Anda, yang memahaminya.

3. Apakah Anda memiliki uang yang cukup untuk bertahan setidaknya satu tahun?

Jika ya, bagus. Kemudian kalikan jumlah itu setidaknya tiga kali lipat karena Anda akan kehabisan tabungan Anda lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Sepanjang jalan, akan ada banyak biaya tak terduga, biaya akuntan, biaya untuk urusan legal, iPhone atau PC yang rusak, dan sebagainya.
Bersiaplah untuk sebuah rumah kontrakan kecil, porsi makanan yang lebih sedikit, atau menghitung uang receh Anda, yang mungkin tidak pernah Anda pedulikan sebelumnya.
Beberapa bulan sebelum Anda benar-benar kehabisan uang adalah masa yang sangat sulit, dan tekanan akan semakin berat hingga Anda tidak akan dapat tidur dengan nyenyak.
Sukses akan datang dengan lambat, dan uang akan cepat habis. Anda harus cerdas untuk merencanakan semua hal dari hari pertama.

4. Apakah Anda siap hanya tidur beberapa jam per hari?

Setelah keluar dari dunia perusahaan konsultansi, saya berpikir akhirnya bisa mewujudkan mimpi saya dengan bekerja dimanapun saya mau – sampai akhirnya saya membaca kutipan dari Lori Greiner berikut:
Entrepreneur rela bekerja 80 jam per minggu untuk menghindari bekerja 40 jam per minggu.
ali-mese Semuanya dimulai dengan bangun di tengah malam. Pada awalnya, saya terlalu bersemangat tentang ide-ide saya yang begitu banyak. Saya tidak bisa menunggu sampai pagi tiba.
Kemudian datang fase melebih-lebihkan. Saya bekerja terlalu banyak karena saya merasa tidak pernah cukup mengerjakan ide saya dan saya ingin berbuat lebih banyak lagi. Namun, semakin lama saya bekerja dan semakin larut saya tidur, saya semakin sulit tertidur dan semakin rendah kualitas tidur saya.
Hasilnya, dua hingga tiga hari per minggu kinerja saya menjadi tidak produktif.
Jangan terlena dengan gambar Instagram saya di atas. Jangan tertipu oleh berita investasi tentang founder startup yang menjadi miliarder. Ada cerita yang menyakitkan di balik itu semua, malam tanpa tidur, dan penolakan terus-menerus serta kegagalan. Perjalanan menuju kesuksesan sangatlah panjang, bahkan seringnya, terlalu panjang.

5. Bagaimana Anda mendefinisikan sukses?

Setiap orang memiliki daftar prioritas yang berbeda dalam hidup. Bagi kebanyakan orang, uang adalah prioritas nomor satu dalam daftar mereka, sementara yang lain lebih mementingkan keseimbangan kehidupan pribadi dan kerja. Akibatnya, setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda.
Tergantung pada definisi sukses Anda, kesulitan perjalanan entrepreneurship Anda akan berbeda juga. Jika uang dan ketenaran adalah hal yang paling penting bagi Anda, perjalanan entrepreneurship Anda mungkin akan lebih sulit.
Ingat kata-kata bijak Ernest Hemingway:
Memang baik untuk memiliki akhir dari sebuah perjalanan; tapi pada akhirnya, perjalanannya lah yang penting.
Entrepreneur sukses tidak selalu orang-orang yang mendapat investasi jutaan dollar. Jangan lupa, mereka adalah satu dari sejuta.
Bagaimanapun, ada ribuan pemimpi di luar sana yang berhasil menjalankan startup mereka secara bootstrapping atau hidup dengan baik secara mandiri, tapi bahkan mereka tidak diliput di berita teknologi.
Tidak peduli seberapa kacau hidup Anda karena entrepreneurship atau sebera sulit nantinya, nikmati perjalanannya dan terus ikuti passion Anda. Seperti kata Tony Gaskin:
Jika Anda tidak membangun mimpi Anda, seseorang akan mempekerjakan Anda untuk membangun mimpi mereka.

Artikel ini pertama kali dirilis di Medium.


https://id.berita.yahoo.com/bagaimana-kacaunya-hidup-saya-setelah-keluar-dari-perusahaan-112132079.html