Kamis, 23 Oktober 2014

Uang Tidak Bisa Membelikan Anda Cinta

Uang Tidak Bisa Membelikan Anda Cinta


Ingin Kaya? Ingin Pamer Kekayaan? Laurence McCahill (dan Warren Buffet) Punya Pandangan Lain Mengenai Hal Tersebut.
*Catatan Editor: Tiap hari Sabtu dan Minggu, Studentpreneur akan menerbitkan artikel bersifat tips dan opini milik ahli-ahli luar negeri yang disegani. Para ahli mengirimkan naskah dalam bahasa inggris, dan kami terjemahkan untuk Anda. Kali ini penulis adalah Laurence McCahill, pendiri Spook Studio, sebuah studio design terkenal, dan Happy Startup, inkubator bisnis di Inggris.* 

Fokus pada orang-orang yang Anda pedulikan, daripada mencoba untuk memberikan kesan pada orang-orang yang Anda kurang pedulikan.

Uang adalah gerbang menuju kebahagian abadi, kan? Warren Buffet (kekayaan bersih 600 Trilliun Rupiah) tidak setuju:

“Pada dasarnya, ketika Anda seusia saya, Anda akan mengukur kesuksesan Anda dalam hidup atas berapa banyak orang yang kau ingin untuk benar-benar mencintaimu.
Saya tahu orang-orang yang memiliki banyak uang, dan mereka mendapat testimonial dinner dan hospital wings. Tapi sebenarnya tidak ada orang di dunia yang mencintai mereka.
Jika Anda seusia saya, dan tidak ada yang berpikir baik pada Anda, saya tidak peduli seberapa besar akun bank Anda, hidup Anda bagai bencana. Itu adalah tes dasar atas bagaimana Anda menjalani hidup.
Masalah dengan cinta adalah Anda tidak dapat membelinya. Anda dapat membeli seks. Anda dapat membeli testimonial dinner. Anda dapat membeli pamflet yang mengatakan betapa hebatnya Anda.
Tetapi satu-satunya cara untuk mendapatkan cinta adalah dapat dicintai. Sangat menyakitkan jika Anda memiliki banyak uang.
Anda bagai berpikir bahwa Anda dapat menulis sebuah cek: Saya akan membeli satu juta dolar penuh cinta. Tetapi itu tidak bekerja.

Semakin banyak cinta yang Anda berikan, semakin banyak cinta yang Anda dapatkan

Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Chrismatos]

http://studentpreneur.co/uang-tidak-bisa-membelikan-anda-cinta/

Jauhi Karyawan Dengan Kepribadian Ini

Jauhi Karyawan Dengan Kepribadian Ini


Kalau Sedang Rekrutmen, Lebih Baik Anda Jauhi Tipe-Tipe Karyawan Seperti Ini.
Jika sebuah tim adalah mesin, maka anggota tim adalah roda gigi yang menggerakkannya. Maka, Anda tentu menginginkan seorang kandidat yang cocok di dinamika tim Anda. Namun, seringkali kita dapat pepesan kosong. Yaitu mereka yang tampaknya oke banget di depan, tapi berperfoma kurang di belakang. Jadi, apa yang harus Anda pertimbangkan di kandidat karyawan Anda? 3 pendapat dari pakar HRD berikut mungkin bisa jadi jawaban bagi  dilema Anda.

Si narsis.

Menurut Robert Hogan, presiden direktur Hogan Assesment System, karyawan narsis patut Anda waspadai. Yaitu mereka-mereka yang menganggap diri mereka lebih baik dan lebih kompeten dari orang lain. Alih-alih belajar dari kesalahan, mereka bahkan tidak akan pernah mau mengakui bahwa mereka telah berbuat kesalahan. Tipe seperti ini tidak akan segan untuk mengorbankan anggota lain ketika tim mereka karam. Sayangnya, ketika pertama kali bertemu dengan orang-orang seperti ini, seringkali kita akan menyalahartikan antara kharisma yang besar dengan kepercayaan diri yang berlebihan. Sehungga, wajar sekali jika kandidat seperti ini seringkali lolos pada tahap wawancara di perusahaan Anda. Lalu, bagaimana Anda bisa mengenali orang-orang seperti ini? Pertama, periksa gaya mereka bercerita: Ketika mereka hanya membicarakan tentang diri mereka sendiri dan menjelek-jelekkan mantan tim mereka, ini berarti lampu merah untuk Anda.
narsis Jauhi Karyawan Dengan Kepribadian Ini studentpreneur entrepreneur startup

Si malas.

Menurut Pierce Howard dari CentACS, Center for Applied Cognitive Studies, tipe karyawan lain yang harus Anda waspadai adalah karyawan pemalas yang oportunis. Yaitu mereka-mereka yang tidak segan-segan membiarkan orang lain dalam satu tim untuk mengerjakan tugas yang sudah dibebankan pada mereka. Padahal sebagai tim, ada baiknya setiap orang mengerjakan porsinya masing-masing. Sehingga, tidak akan timbul kebencian di kemudian hari. Jadi, bagaimana Anda bisa membedakan orang-orang seperti ini? Perhatikan energy level mereka. Ketika mereka bergerak dengan malas-malasan dan lambat menanggapi perintah-perintah sederhana Anda (misalnya: “tolong ambilkan bolpoin itu”), maka mereka akan keberatan mengerjakan tugas yang lebih berat di masa depan.

Si lebay.

Michael Mercer, penulis “Hire the Best and Avoid the Rest” menyebut kandidat lain yang layak untuk Anda hindari adalah drama queen dengan emosi yang meledak-ledak. Mereka akan membuat lingkungan kantor Anda tidak nyaman dan tidak kondusif dengan segala drama yang mereka bawa (membanting pintu, komplain non stop, suka mengeluh, pesimis). Kadang, sulit untuk mengenali mereka dengan kepribadian seperti ini di proses wawancara. Karena seringkali kandidat sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang umum, misalnya tentang mantan tim atau bos mereka. Anda perlu keluar dari kebiasaan dan menanyakan hal-hal lain yang di luar perkiraan. Misalnya, Google menanyakan tentang geometri, atau pendapat kandidat tentang isu-isu sensitif di dunia.
Nah Sobat Studentpreneur, kalau menurut Anda, tipe karyawan seperti apa lagi yang perlu dihindari? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Matthew]

http://studentpreneur.co/jauhi-karyawan-dengan-kepribadian-ini/

Imaniar Ramadhani: Cewek Juga Bisa Membuat Game

Imaniar Ramadhani: Cewek Juga Bisa Membuat Game


Menurut Bos Studio Selamat Pagi Imaniar Ramadhani, Wanita Juga Bisa Bersaing di Dunia Game.
Jika selama ini industri game mungkin masih didominasi kaum pria: dibuat oleh pria untuk pria, maka Imaniar Ramadhani membuktikan sebaliknya. Melalui Studio Selamat Pagi, sebuah startup lokal di Surabaya yang bergerak di pengembangan game mobile, Dhani (sapaan Imaniar Ramadhani) melawan stereotip semacam ini dan membuktikan bahwa wanita juga bisa berkarya di industri ini, justru menghasilkan warna yang berbeda.

Halo Dhani, seperti apa produk yang sudah dihasilkan Studio Selamat Pagi?
Ada Zoo Detective dan Berangkat Street Food. Keduanya adalah game Android yang bisa didapatkan secara gratis di halaman Google Playstore Studio Selamat Pagi.

Jadi, bagaimana kedua game tersebut menghasilkan revenue bagi Anda?
Seorang developer game biasanya mendapatkan revenue dari: bikinkan game untuk orang lain, atau pasang iklan PPC. Kedua game yang tadi saya sebutkan sekedar portofolio dari Studio Selamat Pagi. Saat ini kami tengah menggarap pasar bisnis. Model bisnis Studio Selamat Pagi adalah B2B (Business to Business).
imaniar ramadhani Imaniar Ramadhani: Cewek Juga Bisa Membuat Game studentpreneur entrepreneur startup
Kenapa B2B?
Karena pasarnya ada. Saat ini, industri bisnis telah membuka diri terhadap game sebagai media promosi. Di Amerika Serikat dan Inggris sudah umum. Indonesia agak terlambat. Jika kami berhasil menggarap pasar ini, di beberapa tahun ke depan kami ingin menjadi publisher yang memasarkan game buatan studio-studio lain.

Tapi, kenapa sebuah bisnis perlu bikin game. Apa keunggulan game?
Cara berpromosi itu macam-macam. Namun dari berbagai macam cara tersebut, tujuannya cuma satu, yaitu bagaimana membuat audiens menyerap pesan kita. Nah, game memiliki kemampuan untuk itu. Karena sifat dasar sebuah game adalah fun. Penggunanya bermain, tapi mereka tidak sadar kalau sedang dimasuki pesan yang intens. Selain itu, persebaran medianya, yakni gadget sudah sangat mendukung sehingga jangkauannya bisa sangat luas.

Apa tantangan yang Anda hadapi?
Pasar masih perlu banyak edukasi. Sekarang masih susah untuk mencapai penawaran terbaik. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa bikin game aja kok harga yang ditawarkan mahal sekali. Seringkali mereka masih membanding-bandingkan industri game dengan industri manufaktur. Padahal kekayaan intelektual seperti kreativitas tidak bisa dipukul rata seperti ini.

Kalau dari segi internal, apa tantangan yang Anda hadapi?
Membentuk tim. Kendala yang kita hadapi sebagai pelaku industri kreatif adalah masih kentalnya individualisme dari pelakunya. Mereka seringkali berfikir, ah cari duit sendiri aja. Jadi masih sporadis. Sementara untuk bikin game, kita perlu berkolaborasi dengan sebanyak mungkin skill yang berbeda. Misalnya programmer, graphic designer, hingga marketer.

Untuk mengalahkan individualisme seperti ini, kadang kita harus membuktikannya dari diri kita sendiri. Jadi, apa pengorbanan yang telah Anda berikan untuk membuktikan idealisme Anda?
Setiap founder sebuah startup, saya yakin pasti pernah mengorbankan sesuatu bagi bisnis mereka. Bagi saya, itu adalah tawaran-tawaran pekerjaan yang mungkin lebih menggiurkan jika dilihat dari kacamata orang lain. Misalnya pegawai negeri dan BUMN. Tapi, saya masih penasaran di dunia entrepreneur ini. Saya masih ingin membuktikan kalau saya bisa sukses dengan startup saya.

Keterampilan apa yang paling dibutuhkan untuk sukses di industri game?
Menurut saya, konsistensi. Jangan sampai kita cuma berkarya ketika dapat klien gede satu kali aja. Banyak teman-teman saya mahir desain atau programming. Namun setelah berkarya satu kali, kemudian hilang. Umumnya masih timbul tenggelam.

Bicara soal awal pendirian, bagaimana Anda memulai Studio Selamat Pagi?
Studio Selamat Pagi berawal dari coba-coba. Ada seorang teman yang menawarkan sebuah proyek karena ia kesulitan menanganinya. Setelah saya terima, ternyata hasilnya oke. Meski ceruk, pasarnya masih bisa dimasuki. Maka, saya mendirikan Studio Selamat Pagi.

Apa yang membedakan Studio Selamat Pagi dengan studio lain?
Kami selalu membawa lokal konten. Sebisa mungkin, kami akan memasukkan ciri khas Indonesia ke dalam setiap aplikasi buatan Studio Selamat Pagi. Dari sini, saya berani janjikan kalau apa yang Studio Selamat Pagi deliver akan berbeda dari yang sudah-sudah ada.
Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

http://studentpreneur.co/imaniar-ramadhani-cewek-juga-bisa-membuat-game/

Kisah Inspiratif: Dosen Akuntansi Ini Berhasil Berbisnis Game

Kisah Inspiratif: Dosen Akuntansi Ini Berhasil Berbisnis Game


Tidak Puas Hanya Menjadi Dosen, Adhicipta Wirawan Berani Keluar Dari Zona Nyaman dan Memulai Bisnis Game yang Sukses.
Adhicipta R. Wirawan masih mengajar sebagai seorang dosen akuntansi di sebuah universitas swasta yang cukup terkenal di Surabaya. Namun begitu jas dilepas, dia adalah seorang penggiat industri kreatif digital di Indonesia. Melalui Mechanimotion Studio, Adhicipta menegaskan bahwa peluang industri kreatif digital di Indonesia sangat besar. Jika Anda tahu bagaimana memanfaatkannya.

Halo mas Adhi. Bagaimana ceritanya seorang dosen akuntansi bisa terjun di industri game?
Sejak SMA, saya suka menggambar. Namun begitu lulus, orang tua meminta saya untuk melanjutkan di jurusan akuntansi saja karena kala itu, mereka melihat tingginyakesempatan kerja untuk profesi akuntan di masyarakat. Jadi, saya ambil kuliah S1 dan S2 di jurusan akuntansi, hingga sekarang jadi dosen.
adhicipta wirawan Kisah Inspiratif: Dosen Akuntansi Ini Berhasil Berbisnis Game studentpreneur entrepreneur startup
Lalu bagaimana Anda bisa terjun ke dunia game?
Pada tahun 2012, saya mendirikan Mechanimotion sebagai sebuah badan usaha. Di bawahnya ada Animotion Academy sebagai divisi edukasi untuk mencetak SDM di industri kreatif digital, kemudian baru akhir 2013, Mechanimotion menambahkan satu lagi sub divisi, yaitu Dolanan Games.

Semua ini dilakukan sambil tetap jadi dosen akuntansi?
Saya masih mengajar akuntansi. Memang tidak mudah. Namun apabila kita punya passion dan kemauan, saya yakin siapapun dan apapun profesinya pasti bisa. Lagipula, semuanya bisa dikontrol dengan smartphone lawas saya ini.

Apakah kedua profesi yang berbeda ini bisa saling mendukung atau justru jalan sendiri-sendiri?
Saling mendukung. Terutama ketika kita harus presentasi di depan calon investor. Saya bisa ngobrol dengan bahasa mereka, seperti proyeksi laba rugi, profit margin, dan lain sebagainya.

Jadi, kemana passion Anda di industri kreatif digital telah mengantarkan Anda?
Tahun 2013, kita pernah memenangkan INAICTA dari kemkominfo dan INCREFEST dari kemenperin. Saat ini, kami sedang fokus di industri game. Salah satu judul game kami, Djamal, meraih juara 2 dalam Anti Corruption Festival oleh KPK. Pada 17 Agustus kemarin, Garuda Nest Rescue difitur di halaman depan Google Play Indonesia sebagai game karya anak bangsa.

Sebagai pelaku industri kreatif digital, bagaimana menurut Anda tentang potensi industri ini di Indonesia?
Indonesia masih kecil dari segi jumlah paten. Tantangan kita sebagai pelaku industri kreatif digital adalah bagaimana investor melihat investasi saat ini dan masa depan itu tidak harus berbentuk konvensional seperti rumah atau apartemen saja, tapi peluang di dunia digital dan intelectual property itu juga besar.

Bagaimana caranya membuat investor tertarik?
Kolaborasi. Di Jepang ada budaya Seisaku Iinkai dimana kelompok-kelompok pelaku usaha berkolaborasi membentuk sebuah unit kerjasama operasi. Saya berkesempatan mengunjungi kantor pusat Pokemon di Roppongi. Dari sini saya dapat bahwa Pokemon adalah kolaborasi antara Nintendo, Gamefreak, TV Tokyo dan beberapa perusahaan lain. Terpengaruh dari sejak jaman feudal, di sana sudah ada klan-klan. Kelompok-kelompok inilah yang menjadi penggerak ekonomi Jepang. Indonesia harusnya juga bisa. Karena budaya di Asia Timur setidaknya hampir mirip-mirip. Perlu diketahui, pendapatan industri animasi di Jepang tahun 2012 sekitar 161 triliun rupiah atau setara dengan 377 pesawat tempur sukhoi atau 33 jembatan suramadu. Kalau di Indonesia sudah ada banyak intelectual property yang mampu bersinergi dan ada satu target yang jelas, maka saya yakin Indonesia pun bisa mencapai angka ini.

Jadi, apa upaya yang telah Anda lakukan untuk mengubahnya?
Sejak tahun 2010, kami menggagagas The Adventure of Wanara. Seiring berjalannya waktu, Wanara berhasil tembus mendapat bantuan pendanaan dan inkubasi dari PT. Telkom Indonesia melalui program Indigo Fellowship. Pada waktu itu, salah satu challenge yang diberikan oleh Telkom adalah building team. Dengan tekanan deadline, kita berhasil mengumpulkan orang-orang hebat yang mau bekerjasama. Wanara digarap oleh tim kolaboratif yang terdiri dari 60 orang.

Anda juga membentuk sebuah perkumpulan animator sendiri ya mas?
Studio animasi di Indonesia banyak. Tapi kerjanya masih sporadis, bahkan seringkali persaingannya negatif. Di Amerika Serikat, ada studio besar yang meski saling bersaing, mereka juga saling bekerjasama, yaitu Pixar dan Dreamworks. Maka di perkumpulan ini, kami ingin mengajak animator-animator di Indonesia agar tidak hanya bersaing saja, namun juga berkolaborasi. Misalnya jika satu studio menghasilkan sebuah karya, studio lain bisa memberi kritik dan saran. Semakin banyak kualitas animasi yang bagus di Indonesia, semakin banyak investor yang tertarik ke industri kita. Bikin 5 produk dengan kerjasama 5 orang jauh lebih baik daripada bikin sendiri tapi cuma menghasilkan 1 produk setahun.

Sebesar apa kesempatan kerja bagi pelaku industri kreatif digital di Indonesia?
Relatif besar, tergantung kita sebagai pelaku yang lebih dulu terjun ke industri ini. Kita harus sadar bahwa kita punya tanggung jawab untuk membukakan jalan bagi generasi-generasi berikutnya. Misalnya saja di Surabaya. Ada banyak sekali SMK – SMK yang membuka jurusan animasi dan multimedia. Siswa-siswa yang mengambil jurusan itu, berarti menggantungkan masa depan mereka pada kita. Semakin subur industri ini di Indonesia, maka semakin banyak lulusan yang akan diserap di dunia kerja. Inilah beban yang harus ditanggung industri kreatif digital di Indonesia.

Jadi, tips apa yang bisa Anda berikan untuk pembaca kami yang ingin terjun ke industri kreatif digital?
Mungkin bukan cuma industri kreatif digital, namun juga di industri manapun. Dalam bisnis, kita harus segera bertindak. Proses belajar terbaik adalah dengan bertindak. Karena, secara otomatis usia kita akan terus bertambah. Semakin cepat kita bertindak, semakin baik. Dalam proses itu, Anda harus punya growth yang terukur. Misalnya kalau bikin apps ya berarti jumlah download, kalau bikin intelectual property berarti jumlah fanbase, dan seterusnya. Dan jangan lupa untuk berkolaborasi. Berkomunitaslah. Temui orang-orang yang sudah terjun lebih dulu ke industri Anda. Anda akan belajar banyak dari mereka. Terakhir, bisnis itu harus kembali ke passion. Saya mengawalinya dari hobi. Bagi saya, passion adalah modal awal yang tidak akan pernah padam. Selama Anda yakin dengan passion Anda, maka Anda pasti akan berhasil.
Nah Sobat Studentpreneur, Apakah saat ini Anda sedang mengejar passion Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [PS: foto di artikel ini adalah wujud kreativitas Adhicipta. Bukan karena dia benar-benar ditahan.]

http://studentpreneur.co/kisah-inspiratif-dosen-akuntansi-ini-berhasil-berbisnis-game/

Ternyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully

Ternyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully


Sudhamek Mempunyai Perjalanan Hidup yang Luar Biasa Sebelum Menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia.
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto adalah entrepreneur, sekaligus figur pemimpin di GarudaFood. Sejak mengambil alih perusahaan keluarganya, sebuah pabrik tepung tapioka lokal, Sudhamek berhasil mengantarkan GarudaFood untuk terbang melanglangbuana ke seluruh dunia. Versi November 2013, Forbes menilai kekayaannya sebesar US$830 juta atau 9 Trilliun Rupiah, menempatkannya di posisi ke 35 dari 50 orang terkaya di Indonesia.
Akan tetapi, seluruh pencapaian ini tidak taken for granted, tidak langsung didapat. Tahukah Anda bahwa Sudhamek adalah mantan korban bully? Kehidupan Sudhamek penuh dengan hikmah yang bisa dipetik oleh setiap entrepreneur.
sudhamek 2 Ternyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully studentpreneur entrepreneur startup
Ada kebaikan di segala kondisi.
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, lahir pada tanggal 20 Maret 1956 di Rembang, Jawa Tengah. Ia dan keluarganya tinggal di perkampungan nelayan miskin. Keluarganya tak kaya, namun juga tak terlalu miskin. Tak semua kebutuhan Sudhamek terpenuhi. Katanya, ia jarang menyantap daging ayam. Dan kalaupun ada, anak bungsu dari 11 bersaudara itu, kebagian potongan paling kecil. Meski begitu, Sudhamek bersyukur tak pernah kurang asupan protein. Di tepi pantai, tempat ia tinggal, bertumpuk ikan laut yang segar dan murah.

Jadilah tuan bagi hidupmu sendiri.
Sudhamek memulai pendidikannya dengan sangat lambat. Bahkan nyaris tidak naik kelas ketika SD. Dino Patti Djalal dalam bukunya “Life Stories: Resep Sukses dan Etos Hidup Diaspora Indonesia di Negeri Orang” menulis bahwa sejak kecil, Sudhamek seringkali mendapat cacian akibat namanya yang ‘unik’.
“Setiap pagi, ketika diabsen satu persatu, saya merasa bahwa itulah momen penghukuman bagi saya. Begitu nama saya dipanggil, maka seluruh kelas akan tertawa sambil melihat saya,” katanya.
Tekanan batin inilah yang membuat prestasi sekolahnya jelek sekali hingga SMA. Kalau syarat naik kelas adalah K6 (nilai merah tidak boleh akumulatif lebih dari 6), ia selalu nyaris di border line. Hingga, ayahnya berpesan “Jadilah tuanmu sendiri dalam hidup ini.” Kemudian hidupnya berubah.

Kekuatan kehendak untuk berbuat.
Selepas SMA, Sudhamek masuk di Fakultas Ekonomi sebuah Universitas di Salatiga. Diakuinya, pilihan ini adalah tidak sengaja. Akan tetapi, ketika melihat nilai kuliahnya di fakultas ekonomi itu bagus, ia mulai jatuh cinta pada ilmu ekonomi. Sudhamek merasa kalau dirinya tidaklah sebodoh yang ia bayangkan. Kepercayaan dirinya pun mulai tumbuh. Ia menjelma menjadi seorang mahasiswa gaul yang fasih berbicara di depan publik. Sudhamek percaya bahwa “will power” yang membuatnya berubah, semacam kekuatan kehendak untuk berbuat. Ia memang tak pernah menjadi murid terpandai. Namun, kata Sudhamek, karena kekuatan kehendak itulah, ia berhasil menyabet dua gelar sarjana sekaligus, ilmu ekonomi  dan ilmu hukum.

Memburu pengalaman.
Lulus kuliah, bukan berarti Sudhamek langsung meneruskan bisnis keluarga, meskipun secara lokal, nyatanya bisnis keluarga sangat menjanjikan. Ia mampir dulu untuk menimba ilmu dulu di berbagai perusahaan. Sudhamek bergabung dengan PT Gudang Garam, Kediri. Dalam waktu 8 tahun, beliau sudah dipercaya untuk menjadi Presiden Direktur di PT. Trias Santosa Tbk, anak perusahaan Gudang Garam. Belasan tahun ia belajar manajemen, dan kepemimpinan mengelola korporasi. Semua pelajaran itu kemudian diterapkannya ketika ia mengambil alih bisnis warisan ayahnya, PT Tudung, yang awalnya bergerak di bisnis tepung tapioka. Di bawah kepemimpinan Sudhamek, perusahaan itu berubah nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ), bergerak di produksi kacang garing, meskipun masih tanpa merek. Inilah cikal bakal GarudaFood. Mulai 1987, mereka menjual kacang produksinya dengan merek ‘Kacang Garing Garuda.’ Kacang Garuda meledak di pasaran.

Inovasi harga mati.
Menggunakan semua pengalaman kerja sebelumnya, Sudhamek berhasil memodernkan GarudaFood. Inovasi demi inovasi terus dilakukan. Contohnya adalah keberhasilan GarudaFood mendirikan perusahaan distribusi. Dari dulunya hanya fokus dalam produk kacang, kini telah menghasilkan 200 produk makanan dan minuman. Puncaknya, GarudaFood menjalin kerjasama dengan brand besar dari Jepang, Suntory. Akhir tahun lalu, mereka meluncurkan merk minuman teh botol, Mirai. Ada untungnya di bisnisbeverage. Saat Indonesia digilas krisis moneter pada 1998, GarudaFood justru bertahan. Ini karena mereka menguasai 60-70 persen pangsa pasar. Bahkan, berkat kerjasama dengan Suntory, kini GarudaFood merambah pasar dunia.

Perusahaan harus mengapresiasi kultur.
Beliau menekankan pentingnya kultur dalam membangun GarudaFood. Kalau perusahaan itu mempunyai kultur yang baik, maka sebuah perusahaan akan berperforma baik pula. Bagi Sudhamek, penting sekali untuk membangun aspek spiritual dalam perusahaan. Moralitas karyawan yang baik akan memberikan hasil yang baik pula untuk perusahaan. Seorang pemimpin hebat harus mampu menyentuh aspek manusia semua orang yang dipimpinnya dengan cerdas dan arif. Dengan kemampuan spiritual yang ditambahkan dengan kompetensi, maka perusahaan akan menjadi lebih dinamis dalam bertumbuh.

Regenerasi.
Kini, dengan besarnya GarudaFood, Sudhamek merasa sudah saatnya bagi beliau untuk pensiun. Beliau merasa bahwa sinar matahari pemimpin baru GarudaFood bisa tertutup apabila beliau masih aktif. Dalam sebuah proses suksesi yang berhasil, beliau menyerahkan posisi sebagai CEO GarudaFood pada Hardianto Atmadja. Kini Sudhamek memilih untuk menjadi mentor GarudaFood, terutama dalam menjaga budaya spiritual dan inovasi.
Sudhamek, yang dulu anak kecil minder bernama aneh itu, berhasil meraih berbagai penghargaan, secuil di antaranya adalah Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year 2004, dan The Most Admired CEO 2004, 2005, 2006, 2007. Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.


http://studentpreneur.co/ternyata-pemimpin-tertinggi-garudafood-adalah-mantan-korban-bully/

Remaja Nakal Bisa Menjadi Bos Anda di Masa Depan

Remaja Nakal Bisa Menjadi Bos Anda di Masa Depan


Jangan Meremehkan Anak Nakal. Bisa Saja Mereka Menjadi Bos Anda di Masa Depan.
Remaja yang Anda anggap nakal, mungkin sebenarnya adalah remaja dengan semangat berlebih yang kesulitan menemukan cara positif untuk melampiaskan energi mereka. Jadi, kenapa tidak dikenalkan ke dunia entrepreneur saja? Kemungkinan besar, mereka akan sukses.
Sebuah penelitian terhadap 1000 anak selama 40 tahun yang dilakukan oleh para psikolog Swedia menemukan bahwa anak-anak yang sering terlibat masalah semasa kecil akan menemukan panggilan hidupnya sebagai entrepreneur ketika mereka dewasa. Tapi, apakah benar mereka akan sukses?
Nah, studi lain dari psikolog Berkeley dan London School mungkin bisa menjawabnya. Ross Levine dan Yona Rubinstein mengamati berbagai aspek seperti sosial, demografi, dan kepribadian untuk mencari tahu siapa yang akan sukses menjadi seorang entrepreneur.
remaja nakal Remaja Nakal Bisa Menjadi Bos Anda di Masa Depan studentpreneur entrepreneur startup
Mereka menemukan bahwa orang-orang yang berhasil mendaki tangga dunia eksekutif biasanya berasal dari keluarga yang stabil dengan orang tua yang berpenghasilan lebih tinggi dari pendapatan rata-rata. Mereka memiliki kepercayaan diri dan keyakinan yang luar biasa.
Secara kontras, para entrepreneur sukses justru berbagi satu karakter yang sama semasa muda: Mereka memiliki perilaku agresif yang membuat mereka sering terlibat masalah. Mereka tidak takut melanggar aturan, mengambil secara paksa, atau terlibat dalam kejahatan ringan.
Studi ini menemukan bahwa remaja dengan kualitas pembawa masalah seperti ini bisa saja sukses sebagai eksekutif berjas di masa depan. Namun, mereka akan memiliki 70% pendapatan yang lebih tinggi jika mereka membuka bisnis sendiri.
Logikanya betul. Dunia entrepreneur penuh dengan tantangan. Setiap harinya Anda harus berhadapan dengan keputusan demi keputusan yang beresiko. Anda tidak memiliki jaring pengaman. Satu keputusan yang salah bisa saja menghancurkan bisnis Anda. Namun bukan berarti perjalanan Anda usai. Anda masih bisa mulai lagi dari puing-puing. Begitu seterusnya. Inilah kenapa Anda butuh kegigihan dan karakter yang kuat dan dominan untuk bertahan di dunia entrepreneur.
Lalu untuk jadi seorang entrepreneur sukses, apakah Anda harus nakal dulu? Tidak juga. Sekali lagi, yang Anda butuhkan adalah kegigihan dan karakter yang kuat dan dominan seperti yang dimiliki para remaja pembuat masalah. Kenakalan hanyalah konotasi untuk keberanian mengambil resiko.
Jadi Sobat Studentpreneur, barang kali Anda kenal dengan remaja-remaja seperti ini? Kenapa tidak diarahkan ke dunia entrepreneur saja? Mungkin mereka akan menemukan panggilan hidupnya. Bagaimana menurut Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Taro]

http://studentpreneur.co/remaja-nakal-bisa-jadi-bos-anda-di-masa-depan/

Bermula dari Pojok Apartemen, Perusahaan ini Mencetak IPO Terbesar Sepanjang Sejarah

Bermula dari Pojok Apartemen, Perusahaan ini Mencetak IPO Terbesar Sepanjang Sejarah


Alibaba Akan Memecahkan Rekor IPO Terbesar. Tahukah Anda Mereka Dimulai Dari Sebuah Apartment.
Pagi ini, Alibaba mulai memperdagangkan saham mereka dalam Bursa Saham New York dengan nama kode “BABA”. Hebatnya, mereka berani menetapkan harga per lembar saham mereka lebih banyak dari perkiraan awal seharga $60 – $66, yakni $68. Harga ini berarti, Alibaba bisa mencetak penjualan hingga $21.8 miliar. Ini juga berarti bahwa Alibaba akan mengukuhkan diri sebagai pencetak IPO terbesar di antara semua perusahaan yang pernah melantai di bursa saham New York. Nilai perusahaan Alibaba juga akan melejit hingga $167,6 miliar. Tepat berada di antara pemain-pemain besar di industri teknologi seperti Amazon ($150,2 miliar) dan Facebook ($200,2 miliar) yang sudah melantai terlebih dahulu.
jack ma 2 Bermula dari Pojok Apartemen, Perusahaan ini Mencetak IPO Terbesar Sepanjang Sejarah studentpreneur entrepreneur startup
Siapa saja yang akan panen?
Pada 3 seri Alibaba IPO Saga kita sebelumnya, kami telah mengulas 2 perusahaan dan 1 individual dengan kepemilikan terbesar di Alibaba. Mereka adalah Softbank, Yahoo, dan Jack Ma. Pada IPO ini, Jack Ma, sang mantan guru Bahasa Inggris pendiri Alibaba ini, rencananya akan menjual sekitar sekitar 12,8 juta saham atau 6% dari total sahamnya saat ini di Alibaba. Itu berarti, ia akan meraup total $867 juta. Sementara Softbank, pemegang saham terbesar Alibaba bersikukuh untuk mempertahankan saham mereka. Yahoo lain lagi. Sebagai investor terbesar kedua di Alibaba, mereka akan menjual sebanyak 40% kepemilikan mereka di Alibaba, menyisakan sekitar 15,6% pasca IPO. Totalnya, Yahoo akan mendapat suntikan dana segar sebesar $8.3 miliar.
Kemenangan Alibaba menunjukkan bahwa sebuah perusahaan yang dimulai dari Asia pun bisa sukses mendominasi pasar internet dunia. Memang, dengan 600 juta pengguna internet aktif, Tiongkok adalah pasar yang sudah lama diidam-idamkan perusahaan seperti eBay hingga Google. Namun banyak problema yang muncul, terutama regulasi, membuat mereka menyerah. Sedangkan, sekitar 20 perusahaan internet dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, asalnya dari Tiongkok. Maka, sejak eksekutif Alibaba mulai mengisyaratkan tentang IPO, investor mulai gelisah untuk berebut saham demi memasuki pertumbuhan dan perkembangan sektor internet di Tiongkok.
Firma riset eMarketer memperkirakan, di tahun ini ada 4,6 miliar pengguna smartphone di seluruh dunia. Pada 2017, jumlah itu akan meningkat menjadi 5,1 miliar, atau dua-pertiga penduduk dunia. Di awal tahun ini, Facebook membeli WhatsApp seharga $19 miliar. Kala itu, WhatsApp memiliki sekitar 600 juta pengguna aktif perbulan. Tapi WeChat, aplikasi serupa milik Tencent, perusahaan Tiongkok, telah memiliki sekitar 450 juta pengguna aktif perbulan dan baru mulai menjajaki pasar di luar Tiongkok.
“Internet dimulai ketika Yahoo go public di Amerika Serikat. Saat itu, mayoritas pengguna internet ada di Amerika Serikat. Maka, mudah sekali untuk fokus pada satu tempat dan satu perusahaan,” kata Tomer Kagan, salah satu pelaku dan pengamat industri teknologi di California, dikutip dari USA Today. “Dengan smartphone, maka fenomena ini terjadi di mana saja pada saat yang sama. Pengguna dari Tiongkok rata-rata lebih banyak menggunakan aplikasi dan menghabiskan lebih banyak uang pada smartphone mereka daripada pengguna di Amerika Serikat. Perubahan ini mempengaruhi lanskap secara dramatis.”
Bayangkan kalau hal ini terjadi di Indonesia? Bukannya tidak mungkin. Kita hidup di sebuah lanskap global dengan sejuta kesempatan. Dunia akan selalu berputar. Pasar akan selalu berubah. Indonesia bergerak ke arah bertumbuhnya usia produktif. Tinggal kita tunggu kemunculan Jack Ma – Jack Ma dari Indonesia. Andakah itu? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Alville]

http://studentpreneur.co/bermula-dari-pojok-apartemen-perusahaan-ini-mencetak-ipo-terbesar-sepanjang-sejarah/