Jumat, 17 April 2015

Membangun dan Mengelola Brand Equity

Membangun dan Mengelola Brand Equity
Posted by: Cecep supriadi May 5, 2014 Leave a comment
Merek yang prestisius adalah merek yang memiliki brand equity kuat sehingga memiliki daya tarik yang besar di mata konsumen. Bagaimana caranya?
Description: brand equityDalam kondisi persaingan bisnis yang semakin ketat seperti sekarang ini, peran sebuah merek menjadi sangat penting untuk menjadi pemimpin pasar. Pasalnya, atribut-atribut kompetisi lainnya relatif mudah ditiru kompetitor.
Merek merupakan nama atau simbol yang bersifat membedakan. Merek memberi tanda pada konsumen mengenai produk atau jasa yang diwakilinya dan melindungi konsumen maupun produsen dari kompetitor yang berusaha memberikan produk yang tampak identik/sama.
Dengan demikian, perusahaan harus secara kontinu mengelola brand equity (ekuitas merek) sebagai salah satu intangible asset-nya. Merek yang prestisius adalah merek yang memiliki brand equity kuat sehingga memiliki daya tarik yang besar di mata konsumen.
Guna mengetahui ekuitas merek pada produk-produk yang dimiliki oleh setiap perusahaan, diperlukan penelitian aset-aset yang membentuk ekuitas merek. Perusahaan dapat menyesuaikan aktivitas marketing yang dilakukan melalui merek yang terbentuk di benak pelanggan untuk dapat meningkatkan ekuitas merek perusahaan.
Prof. Kevin Lane Keller dalam seminar Indonesia Brand Summit 2014 beberapa waktu lalu mengatakan bahwa ekuitas merek didorong setidaknya oleh tiga hal, elemen merek, program dan aktivitas marketing, dan brand association.
Elemen merek
Elemen merek bisa meningkatkan brand awareness atau memfasilitasi informasi asosiasi merek yang kuat, disukai, dan unik. Penggunaan elemen merek haruslah dilakukan dengan tepat, sehingga memberikan dampak terbaik dalam pembentukan ekuitas merek. Adapun yang menjadi elemen dari merek adalah nama, logo, slogan, simbol, packaging, dan karakter-karakter dari merek.
Ketika memilih suatu elemen merek, menurut Keller, perusahaan harus melihat faktor kemudahan untuk diingat, memiliki arti, kompetitif,  dapat dipercaya,  kaya secara visual, verbal (meaningful), menarik, fleksibel dan mampu diperbaharui, bersifat legal dan dapat dilindungi, serta dapat disesuaikan  dengan berbagai macam produk tambahan dan tempat berbeda tanpa terhalang oleh kultur secara geografis.
Program dan aktivitas marketing
Keller mengingatkan bahwa seorang marketer tidak boleh hanya terpaku pada satu cara ketika mengomunikasikan merek. Jika menggunakan program komunikasi modern, seorang marketer haruslah pintar-pintar mengombinasikan komunikasi melalui media massa traditional, pengalaman langsung, serta media online dan mobile.
Agar merek lebih mudah dan cepat dikenali tentunya harus menerapkan aktivitas marketing. Marketer bisa melakukan integrasi marketing dengan kriteria: cakupan, biaya, efek langsung, dan efek tak langsung. Namun, sebelum melakukan program marketing, marketer harus menentukan terlebih dahulu nilai tawar produk.
Jika sudah tahu nilai yang ingin ditawarkan, para marketer harus mengomunikasinya dengan target pasar. “Jika Anda menawarkan value, pastikan mengomunikasikan value tersebut agar konsumen paham,” saran Keller.
Keller mencontohkan IKEA, di mana merek tersebut menawarkan nilai sebagai merek furniture Skandinavia terdepan dengan harga bersaing. Tapi menurutnya, nilai tidak melulu soal harga. “Price is not always the best value because low price doesn’t always offer value,” terangnya.
Produk-produk IKEA bisa dirakit di rumah sehingga bisa menghemat transportasi, penyimpanan, dan pengantaran serta hampir semua produknya dijual seragam di seluruh dunia meskipun ada beberapa  yang bisa kustomisasi. Itulah nilai yang ditawarkan IKEA.
Asosiasi merek
Brand association atau asosiasi merek merupakan segala kesan yang muncul dan terkait dalam ingatan konsumen mengenai suatu merek.  Asosiasi merek mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut, produk, geografis, harga, pesaing, selebriti dan lain-lainnya.
Suatu merek yang telah mapan sudah pasti akan memiliki posisi yang lebih menonjol ketimbang pesaing, bila didukung oleh asosiasi yang kuat. Asosiasi merek yang saling berhubungan akan membentuk suatu rangkaian yang disebut brand image.
Semakin banyak asosiasi yang saling berhubungan, semakin kuat brand image yang dimiliki merek tersebut. Memiliki brand image yang baik di mata konsumen sangatlah penting karena dapat menjadi nilai tambah dalam pengambilan keputusan pemilihan merek.
Keller menambahkan, agar merek bisa beresonansi dengan masyarakat, para marketer harus memperluas asosiasi merek tersebut. Cara terpenting yang bisa ditempuh  adalah melalui integrasi marketing. Salah satunya dengan komunikasi secara personal maupun luas.
Fungsi asosiasi merek dalam pembentukan ekuitas merek adalah:
  • Membantu proses penyusunan informasi merek yang dibutuhkan saat pengambilan keputusan.
  • Memberikan landasan penting untuk membedakan merek dengan yang lainnya.
  • Sebagai alasan konsumen membeli dan mengonsumsi produk dengan merek.
  • Menciptakan sikap positif terhadap merek.
  • Sebagai landasan untuk melakukan perluasan merek (brand expansion) dengan menciptakan rasa kesesuaian atau sense of fit antara merek dan sebuah produk baru, serta memberikan alasan bagi konsumen untuk juga membeli produk hasil perluasan perusahaan.
Keller mengatakan untuk me-leverage ekuitas merek suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara menghubungkan merek dengan:
  • Merek lain atau perusahaan lain melalui strategi branding. Mengangkat sebuah merek dapat dilakukan dengan strategi aliansi, brand ingredients, brand companies, dan brand exptensions.
  • Penggunaan saluran distribusi. Brand image akan muncul di benak konsumen sesuai dengan saluran tempat penjualan produk.
  • Kegiatan. Merek dapat menjadi sponsor berbagai kegiatan penting yang menjadikan merek memiliki image yang sama dengan kegiatan tersebut.
  • Endorser. Image dari endorser dapat dilekatkan ke merek sehingga persepsi konsumen akan tercermin dari integritas dan identitas dari endorser tersebut.
Keller menjelaskan, agar ekuitas merek semakin kuat, perusahaan harus memastikan merek berjalan di arah yang benar, tetap inovatif dan relevan. Pertahankan itu dan bangun nilai core merek dan ekuitas. Selain itu, perusahaan harus mengelola siklus hidup merek serta belajar dari kesalahan.
Mengelola merek secara efektif membutuhkan pandangan keputusan pemasaran jangka panjang. Aksi pemasaran apapun yang dilakukan oleh perusahaan berpotensi mengubah pengetahuan konsumen soal merek. Dengan begitu hal tersebut akan menimbulkan efek langsung terhadap kesuksesan aktivitas pemasaran di masa depan.
Artikel ini pertama kali terbit di Majalah Youth Marketers Edisi 06 Maret 2014. Klik di sini untuk melihat artikel asli dan artikel menarik lainnya tentang “Membangun Merek yang Kuat Ala Kevin Lane Keller“.




Ditolak 30 Investor, Inilah 4 Pelajaran Penting yang Saya Dapat

Ditolak 30 Investor, Inilah 4 Pelajaran Penting yang Saya Dapat
Description: author
By Ryan Gondokusumo on Wednesday, 07 Jan 2015
Description: QA4-cover image
Setelah publisitas, persoalan keuangan juga menjadi salah satu hal yang krusial bagi sebuah startup karena umumnya startup dimulai dengan pendanaan yang tidak besar. Namun, di saat yang sama, sebuah startup juga membutuhkan skill dari orang-orang dengan integritas tinggi yang dapat mengembangkan startup dalam waktu yang lebih singkat. Jadi, bagaimana caranya agar orang-orang tersebut mau bekerja untuk memajukan startup yang sedang dirintis sedangkan dana yang dimiliki sangat terbatas?
Jawabannya adalah dengan mencari investasi. Dengan menggunakan dana investasi yang diberikan oleh investor, founder dapat merekrut pekerja professional sehingga dapat mengembangkan startup dalam waktu yang lebih cepat. Selain itu, dana yang didapatkan dari investasi yang diberikan investor juga dapat digunakan untuk kegiatan marketing dan juga pengembangan produk pada startup yang Anda jalankan.
Mungkin Anda juga bertanya-tanya, “Apakah sebuah startup harus mendapat funding (pendanaan) dari investor agar bisa sukses?”
Description: blog
Ada beberapa startup yang memutuskan untuk bootstraping (menjalankan startup dengan dana sendiri) hingga besar, sukses dan memiliki lebih dari ratusan ribu pelanggan seperti Envato 37Signals,  Mailchimp dan juga startup dari Indonesia yaitu Kaskus. Empat startup tersebut membuktikan bahwa bootstraping hingga perusahaan menjadi besar dan sukses memang bukan suatu hal yang mustahil dalam dunia startup, tetapi tentu saja perkembangan bootstrapped startup tidak akan secepat startup yang mendapatkan investasi dari investor.
Startup yang mendapatkan pendanaan dari investor tidak hanya mendapatkan uang saja, namun startup tersebut juga akan mendapatkan bimbingan bisnis (founder akan mendapatkan partner untuk berkonsultasi masalah bisnis) dan juga koneksi dan relasi baru ke perusahaan atau brand yang lebih besar, yang memungkinkan founder untuk mengembangkan startup lebih cepat lagi. Bagi first time founder kedua hal ini sangat berharga melebihi uang yang didapat.
Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan dari investasi yang diterima dari investor, mendapatkannya tentu bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu, Anda harus mengetahui hal apa saja yang menjadi pertimbangan investor dalam memberikan pendanaannya untuk startup. Berikut penjelasan dari Takahiro Suzuki, GM dari CyberAgent Venture Indonesia mengenai hal-hal yang diperhatikan investor saat mencari startup untuk diberi investasi:
1.Bagaimana layanan/produk dari startup tersebut bisa menang di pasar lokal
2. Potensi bisnis untuk berkembang dan menguasai pasar yang besar
3. Originalitas bisnis
4. Strategi dan Skenario Sukses yang logis
5. Struktur pengelolaan manajemen bisnis dan strategi
6. Founders dan anggota dari startup
Jika sebagai founder, Anda dapat memenuhi enam hal yang dicari investor, tentu saja investasi yang Anda butuhkan bisa didapatkan. Malah investor yang akan mencari Anda. Sama seperti beberapa kisah sukses startup lokal yang berhasil mendapatkan investasi dari investor seperti SCOOP,  Tokopedia, BerryBenka dan juga Sribu.

Perjalanan Sribu untuk Mencari Investor Pertama (Seed Funding)
6 bulan setelah produk Sribu launching, pada Februari 2012, Sribu berhasil mendapatkan investasi pertama dari East Venturesyang berasal dari Singapura. Investasi ini berupa seed funding, artinya pendanaan tipe awal untuk membuktikan konsep crowdsourcing Sribu jalan di market Indonesia. Perjalanan untuk mencari investor pertama ini secara mengejutkan terasa mudah. East Ventures adalah investor pertama yang saya temui.

Description: east-ventures
Dalam waktu 1 bulan setelah bertemu, kami langsung klop. Tidak lama, kami diberikan term sheet, valuasi sudah disetujui dan tanda tangan perjanjian. Meskipun sebelum seal the deal saya sempat bertemu beberapa investor lainnya, namun hanya East Ventures yang didirikan oleh Willson Cuaca, Batara Eto, Chandra Tjan dan Taiga Matsuyama yang benar-benar serius tertarik dengan Sribu terutama dikarenakan konsep, market dan tim kami.
Meskipun terkesan mudah, banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam proses mendapatkan investasi pertama, karena mendapatkan investasi alias meyakinkan orang lain untuk menaruh uang mereka kepada kita tidaklah mudah.
Description: IMG_6203
Saya bersama founders lain yang diinvest oleh East Ventures
30 Investor Pitching Menuju Series A Funding
Setelah Sribu berjalan 1 tahun dan mendapatkan traction yang cukup bagus, saya mulai mencari investor kembali untuk mendapatkan dana guna mengembangkan Sribu ke level selanjutnya. Saya sama sekali tidak menyangka apa yang akan saya lakukan 9 bulan ke depan ketika memutuskan untuk mencari investor kedua, it was a nightmare…
Selama 9 bulan tersebut, saya pitching ke lebih dari 30 investor. Baik investor baru dan lama, lokal dan non-lokal. Setiap hari saya membawa laptop dan berkeliling bertemu dengan satu investor dan lainnya, menjelaskan pitching deck yang sama berulang-ulang hingga hafal apa yang saya harus bicarakan untuk setiap slide. Menjawab pertanyaan yang sama, hingga saya merasa memiliki ‘cheat sheet’ yang telah tertanam di otak saya.
Biasanya 1 investor akan bertemu kurang lebih 3-4 kali sebelum mereka memberikan jawaban untuk melakukan investasi ke sebuah perusahaan atau tidak. Namun ada juga yang tidak memberikan jawaban pasti alias ‘menggantung’. Karena saya single founder, maka biasanya saya hanya bisa secara parallel diskusi dengan 3 investor dan tidak lebih karena saya tetap harus menjalankan bisnis saya juga selain melakukan investor relation. Sudut pandang dan perspektif setiap investor berbeda dan oleh karena itu data dan presentasi yang kita sajikan juga perlu berbeda. Dari sinilah saya baru sadar bahwa investor relation is a full time job.
Ironisnya, dengan melakukan pitching ke lebih dari 30 investor, saya jadi mulai membeci kegiatan tersebut. Menurut saya saat itu, pitching ke investor adalah pekerjaan repetitif yang tidak produktif. Namun tentunya tanpa investor yang melakukan capital injection atau memasukan dana baru, perusahaan akan sulit berkembang.
Bagaimana rasanya ditolak banyak investor? Tentu saja sering merasa down, kadang saya juga meragukan produk saya sendiri. Apakah Sribu bukan produk menarik untuk investor atau kemampuan saya dalam meyakinkan mereka yang kurang? Banyak kebimbangan dan keputusasaan.
Setelah melewati banyak cobaan, tepat 2 tahun setelah investasi pertama dan 1 tahun ketika saya mulai mencari investor lagi, Sribu mendapatkan investasi Series A dari Infoteria pada Februari 2014.

Pina-san dari Infoteria dan saya.
Dari perjalanan mendapatkan pendaan kedua ini, ada 4 pelajaran yang saya dapat dan ingin saya bagikan kepada Anda untuk membantu mendapatkan investasi dari investor…
1. Growth
Description: Blog-Picture-2
Tanpa trend pertumbuhan yang bagus di perusahaan, maka akan sulit untuk mendapatkan pendanaan di ronde berikutnya guna membawa perusahaan ke level selanjutnya karena perusahaan harus menarik baru akan dilirik oleh investor. Oleh karena itu setelah mendapatkan pendanaan, sebagai perusahaan startup harus langsung mulai menggenjot marketing mereka untuk meningkatkan traction (pertumbuhan). Setiap perusahaan startup diukur dari angka yang berbeda-beda, traffic,  jumlah user, job posting atau sales. Semakin cepat dan tinggi growth Anda, semakin sexy perusahaan Anda di mata investor.
2. Timing
Description: jit
Iklim perekonomian dan bisnis di setiap negara berbeda-beda. Di Amerika dimana jumlah investor sudah lebih banyak dan negara lebih stabil, maka bagi sebuah startup akan jauh lebih mudah mendapatkan investasi. Sementara di Indonesia, jumlah investor masih sangat terbatas dan juga ekosistem startup masih sangat muda dan berkembang. Oleh karena itu timing untuk mencari investor juga ditentukan oleh apakah ekosistem tersebut sudah siap atau belum dan apakah negara tersebut sedang berkembang positif atau tidak. Tentunya apabila semuanya positif, maka akan ada banyak dana yang melimpah di market dan kemungkinan investasi lebih tinggi.
3. Kecocokan dengan investor
Description: BuildingYourBiz
Mindset (cara berpikir) saya dengan Pak Willson dari East Ventures dan Pina-san dari Infoteria sama. Kami semua mulai dari nol dan pelan-pelan mengembangkan perusahaan jadi besar. Bagi kami apabila melakukan partnership, harus selalu win-win, kalau misal win bagi kami namun lose bagi pihak partner, kami memilih untuk tidak menjalankan partnership tersebut. Fokus kami adalah global, setiap kali membuat produk harus produk yang dapat dipakai oleh orang banyak dan tidak terpaku untuk satu market saja. Oleh karena itu ketika berdiskusi dengan mereka, ada kesamaan dan kecocokan antara saya dan keduanya. Itu yang membantu untuk mewujudkan kerja sama yang lebih jauh lagi berubah investasi dari East Ventures dan Infoteria.
4. Luck
Description: ca8cf55e
Mungkin banyak orang yang tidak sadar, namun luck atau keberuntungan memiliki peranan yang besar. Infoteria sedang melakukan ekspansi bisnis mereka ke luar Jepang, dan saat itulah Infoteria bertemu Sribu. Saya dikenalkan kepada Pina-san melalui salah satu teman Jepang saya. Semua itu terjadi dalam kurun waktu 3 bulan dan tanpa faktor luck, pertemuan pertama tidak akan terjadi.
Siapa saja investor yang tertarik dengan startup di Asia?
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu artikel di Tech In Asia, Indonesia adalah negara berkembang yang didominasi oleh penduduk berumur di bawah 30. Penduduk Indonesia yang kini semakin berkembang (terbukti dari penduduk yang tech-savvy dan internet-savvy) memberikan harapan baru bagi berkembangnya bisnis di bidang teknologi dan internet sehingga tak heran jika banyak entrepreneur yang membangun startup pada bidang tersebut

Dengan melihat kondisi dan peluang seperti ini, maka tak heran jika ada beberapa investor yang tertarik untuk menginvestasikan uangnya melalui startup di Indonesia. Berikut adalah 10 investor yang telah menginvestasikan uangnya di beberapa startup di Indonesia:
1. Cyber Agent Ventures
Cyber Agent Ventures yang dipimpin oleh Takahiro Suzuki and Steven Vanada telah menginvestasikan uangnya melalui beberapa startup Indonesia seperti Coda, Bilna, Touchten Studios, VIP Plaza, dan Tokopedia.
2. Mountain SEA Ventures
Sebastian Togelang dan Andy Zain adalah pendiri Mountain SEA Ventures, partner dari Mountain Partners yang berbasis di Zurich. Mountain SEA Ventures baru saja memiliki kantornya di Jakarta pada akhir 2013, namun sudah menginvestasikan uangannya ke beberapa startup seperti Cek Aja, Qerja, Dealoka, dan YDigital.
3. GRUPARA Inc
Aryo Ariotedjo membangun Grupara Inc pada tahun 2011. GRUPARA Inc telah menjadi investment firm dan startup incubator yang telah memberikan investasi di Gravira, dan di salah satu eCommerce pakaian pria, Maskool.in.
4. Ideosource
Ideosource dikepalai oleh beberapa entrepreneur, yaitu Andi S. Boediman, Sugiono Wiyono Sugialam, dan Edward Ismawan Chamdani. Ideosource menyediakan pendanaan untuk mendukung perusahaan agar bisa bekembang. Ideosource sudah memberikan investasinya pada Kark, Pasar Minggu, Saqina, Gimmie, Kelir TV, dan Touchten.
5. East Ventures
Dikepalai oleh Willson Cuaca, Batara Eto, Chandra Tjan, dan Taiga Matsuyama, East Ventures memberikan investasi pada pendanaan tahap awal yang berfokus pada consumer web dan mobile startups di Indonesia dan Singapura. Startup yang sudah diinvestasikan oleh East Ventures adalah SCOOP, UrbanIndo, RedMart, Tokopedia, Tech In Asia dan Bilna.
6. Rebright Partners
Takeshi Ebihara menjalankan Rebright Partners dan berfokus pada startup yang bergerak di bidang internet dan mobile startups di 6 kota besar di Asia Tenggara. Di Indonesia, Rebright Partners sudah menginvestasikan uangnya pada Qraved, iMoney,IndoTrading, dan Adskom.
7. GREE Ventures
GREE Ventures adalah investor yang berasal dari Jepang yang digerakkan oleh Yusuke Amano, Tatsuo Tsutsumi, dan Naoki Aoyagi. GREE telah menunjukkan ketertarikannya kepada startup di Indonesia dengan memberikan investasi kepada Bukalapak, Berrybenka, and UrbanIndo. Investor lainnya yang berasal dari GREE juga memberikan pendanaan kepada startup yang berbasis di Singapurs seperti Luxola dan juga PriceArea, yang akhirnya diakuisisi oleh Yello Mobile.
8. Fenox Venture Capital
Perusahaan yang dimulai dari Silicon Valley di 2011 sudah mulai mengembangkan perusahaannya. Fenox memberikan advokasi startup untuk membantunya agar dapat berkembang lebih cepat. Fenox juga menghubungkan startup untuk bekerja sama dengan perusahaan di Silicon Valey dan Jepang. Fenox sampai saat ini sudah mendanai Sidecar, ShareThis, Lark Technologies, Tech In Asia dan Bottlenose.
9. 500 Startups
Salah satu inkubator ternama, 500 Startups adalah Silicon Valley seed fund dan juga akselelator yang dibangun oleh alumni PayPal and Google. 500 Startups memberikan investasi kepada startups yang mengutamakan platform pencarian, sosial dan juga mobile. Di Indonesia sendiri, 500 Startups telah memberikan investasinya untuk Qraved, dan Bukalapak.
10. IMJ Investment Partners
IMJ memulai kegiatan investasinya pada startup Jepang dan Amerika pada Januari 2012. Dengan kantornya di Jakarta, IMJ Investment Partners menyediakan investasi, bantuan pengembangan produk, business support to Internet, mobile, dan software startups di Indonesia. IMJ telah memberikan investasinya untuk UrbanIndo, iMoney, 8 Villages, Bukalapak, dan Klik-eat.

Mendapatkan investor memang bukanlah hal yang mudah, namun Anda bisa memulainya dari mencari tahu sepuluh daftar investor yang saya bagikan di atas atau mencari nama investor lainnya. Persiapkan presentasi yang matang sebelum bertemu dengan investor berlangsung. Berikan presentasi yang memukau dan jangan pernah putus asa jika presentasi Anda belum memberikan hasil positif. Good luck!
What doesn’t kill you makes you stronger” – Friedrich Nietzsche
Sedang mencari jasa desain logo, website atau kartu nama? Coba melalui Sribu. Kami telah membantu lebih dari 2.000 klien! Order desain pertama anda sekarang.
Related posts:
  1. 3 Masa Krisis yang Hampir Menghancurkan Sribu
  2. Bekerja di Start-up atau Big Company?
  3. 24 Jam Seorang Founder Startup
  4. Cara Sribu Mendapatkan Publisitas Lebih dari 50 Media
  5. 10 Pelajaran Pahit Mendapatkan Klien di Awal Perjalanan Sribu
  6. Happy Customer Story: Solusi Kebutuhan Desain Mendadak Dompet Dhuafa
  7. 4 Hal Yang Ingin Diketahui Investor Tentang Startup Anda
  8. [Infografis] Pemilihan Warna yang Sesuai untuk Target Market
  9. Culture Sribu yang Dibentuk Hingga Dapat Melayani 2.000 Klien Berbayar
  10. Happy Customer Story: Pentingnya Desain dalam Kegiatan Branding Cimory
Description: http://blog.sribu.com/wp-content/uploads/2015/03/Ryan-Gondokusumo_avatar.jpg
Ryan Gondokusumo
Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G
About Writer
Description: Ryan Gondokusumo
Ryan Gondokusumo
Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G
Languages
Dapatkan tips dan trik bisnis gratis dengan berlangganan newsletter kami.




https://www.techinasia.com/10-of-indonesia-most-active-venture-capital-firms/

5 Tips Keren Membuat Fotografi di Sosial Media agar Lebih Menarik

5 Tips Keren Membuat Fotografi di Sosial Media agar Lebih Menarik
Description: author
By Riska on Thursday, 22 Jan 2015
Facebook, Twitter, Instagram, atau puluhan platform sosial media lainnya digunakan oleh jutaan orang setiap hari. Tentu saja, fotografi dan berbagi gambar adalah salah satu fitur yang paling sering digunakan dari sosial media tersebut. Memang, penelitian sosial media telah menunjukkan bahwa foto mendapatkan rating LIKE paling banyak di Facebook dan foto di Twitter mendapatkan lebih banyak retweets. Ini berarti bahwa sebagian besar kehidupan sosial online kita adalah fotografi.
Description: images
Bagi kamu yang ingin belajar fotografi dan kemudian memainkannya di Instagram atau Facebook atau Twitter, jagalah 5 tips sederhana ini dalam pikiranmu untuk mendapatkan foto-foto terbaik.

1) Pastikan Lensa tetap Bersih!
Description: 08gw-lens-blog480
Hal ini tampaknya sangat sepele, tapi ini adalah sesuatu yang seharusnya diperhatikan pertama kalinya sebelum kita melakukan aksi fotografi.
Lensa smartphone sering kotor karena penyimpanan. Kamu harus selalu membersihkannya setiap akan digunakan, dan lihat perbedaan sebelum dan sesudah lensa dibersihkan!
Untungnya, sebagian besar model ponsel saat ini memiliki pelindung lensa yang mudah dibersihkan (model iPhone terbaru memiliki kristal safir yang melindungi lensa kamera yang sebenarnya) yang dapat dibebaskan dari kotoran dengan hanya menggosoknya dengan kain lembut.

2) Belajar Mengontrol Exposure
Description: il_auto_exposure
Sekali lagi, jika kamu menggunakan ponsel untuk mengambil foto, kamu akan tahu bahwa mengontrol exposure dengan tepat adalah hal yang mustahil.
Namun, ada fungsi AE/AF lock (Auto exposure/auto focus lock) pada kebanyakan ponsel saat ini dan kamu dapat menggunakannya untuk membajak pengaturan eksposure otomatis kamera smartphone.
AE / AF Lock berguna ketika kamu ingin menentukan apa yang ingin kamu fokuskan dan mengunci pengaturan eksposure.  AE / AF lock juga dapat digunakan sebagai alat kreatif untuk membuat siluet gelap atau menyoroti dan sengaja mengaburkan subjek. Cobalah fitur ini untuk menemukan cara penggunaan terbaik dalam fotografi.

3) Membuat Penyesuaian Foto dengan hati-hati
Description: natural
Sangat mudah untuk lebih menyesuaikan foto di ponsel. Kamu akan menambahkan beberapa kontras, filter, mungkin mendorong highlights, dan kemudian mungkin menambah sedikit saturasi.
Mengedit foto sering sangat memuaskan. Kamu bisa mengeditnya dengan aplikasi android yang support dengan pekerjaan ini. Yang pasti, kamu harus mengedit foto senatural mungkin dan jangan berlebihan. Pikirkan tentang efek yang baik sebelum memulainya. Lalu bekerja perlahan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Beberapa hal yang perlu diingat saat mengedit foto
Menyesuaikan contrast juga dapat mempengaruhi saturation foto. More contrast = More saturation begitupun sebaliknya.
Menyesuaikan highlights atau shadows dapat mempengaruhi tingkat eksposure foto.
Menyesuaikan black level dan white level dapat mempengaruhi tingkat contrast foto.
Membuat penyesuaian eksposure atau brightness dapat mempengaruhi highlights, shadows dan saturation.
Menambahkan efek fade dapat mempengaruhi black level, white level, dan contrast.
Singkatnya, sebagian besar penyesuaian untuk foto terkait satu sama lain dan juga mempengaruhi satu sama lain. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara semua penyesuaian.

4) In-Camera Raw Conversion + Wifi = Kualitas Gambar Terbaik untuk Berbagi
Description: adobe-camera-raw-4
Jika kamu mengambil gambar dengan kamera digital maka kamu harus mentransfer semua file ke komputer, mengeditnya di komputer, dan kemudian mentransfer file ke ponsel sebelum dapat membagikan mereka di sosial media atau ke teman kamu.
In-Camera Raw conversion : Sederhananya, file Camera Raw berisi data yang diproses langsung dari sensor gambar kamera digital. Ini berisi semua informasi yang diproses oleh prosesor gambar kamera untuk membuat file JPEG yang kamu lihat pada layar kamera. File raw seperti film di kamera film sebelum diproses dan dikembangkan di ruangan gelap. Jika kameramu memiliki fitur in-camera raw, kamu dapat menembak raw (dan mendapatkan hasil maksimal dari gambarmu) dan control (setidaknya untuk beberapa derajat) bagaimana JPEG diproses dan dibuat oleh kamera. Mungkin kamu ingin mendorong shadows atau meningkatkan highlights atau mungkin menyesuaikan white balance. Karena camera raws berisi semua informasi itu, maka kamu bisa benar-benar melihat JPEG yang kemudian dapat kamu transfer ke ponsel.
Setelah kamu mengonversi file camera raw ke JPEG, kamu dapat dengan mudah mengirim file gambar ke ponsel dan melanjutkan editan di sana. Sementara in-camera raw sangat baik untuk dimiliki, wifi connectivity mungkin fitur yang lebih penting untuk dimiliki bagi siapa saja yang ingin dapat berbagi foto di ponsel mereka dengan mudah.

5) Beritahu Cerita yang Penting untuk Kamu
Description: story
Fotografer yang sukses di Instagram dan platform sosial media lainnya bisa jadi karena foto mereka benar-benar baik dan orang-orang tertarik pada foto mereka karena cara mereka menangkap dunia sekitar. Sebagai contoh, Adamsenatori adalah seorang pilot dan ia mengambil foto-foto pemandangan udara yang indah dan membagikannya kepada 878k followersnya. Thiswildidea, yang menampilkan foto-foto seekor anjing milik fotografer Theron Humphrey, dan dibagikan dengan 767k followersnya. Kedua orang kreatif ini memiliki followers sangat banyak karena karyanya yang indah.
Mereka tidak hanya mahir dalam fotografi, namun mereka juga memiliki sudut pandang, memiliki cerita, dan mereka mengatakan itu dengan foto yang hebat. Itulah yang selalu diceritakan oleh seni fotografi.

Apakah fotomu terlihat di galeri atau di layar digital kecil? Ini adalah cara yang baik bagi kita untuk mengekspresikan diri dalam cara yang berarti. Kenali subjek, dan tetap fokus pada fotografi. Menulis dan mengekspos foto di sosial media membuatnya sangat berarti.

Sedang mencari jasa desain logo, website atau kartu nama? Coba melalui Sribu. Kami telah membantu lebih dari 2.000 klien! Order desain pertama anda sekarang.
Related posts:
  1. Buat Profile Cover Social Media jadi Menarik dengan Social Media Image Maker
  2. 14 Tips untuk Mendesain Sosial Media Bisnis Anda
  3. 10 Tips Belajar Fotografi dengan Cepat
  4. 8 Tips dan Trik Mengoptimalkan Linkedin
Description: http://blog.sribu.com/wp-content/uploads/2015/02/Riska_avatar.jpg
Riska
Ibu rumah tangga yang hobi menulis, terutama prosa. Telah lama berkecimpung di dunia teater dan aktif menulis hingga sekarang. Karya masih tersimpan rapi di file komputer pribadi dan rencana akan di publish beberapa waktu kemudian. Gemar musikalisasi puisi dan juga memasak. Hot coklat swiss, empal gepuk dan makanan khas Sulawesi yang jadi andalanku.
About Writer
Description: Riska
Riska Andria
Ibu rumah tangga yang hobi menulis, terutama prosa. Telah lama berkecimpung di dunia teater dan aktif menulis hingga sekarang. Karya masih tersimpan rapi di file komputer pribadi dan rencana akan di publish beberapa waktu kemudian. Gemar musikalisasi puisi dan juga memasak. Hot coklat swiss, empal gepuk dan makanan khas Sulawesi yang jadi andalanku.
Languages
Dapatkan tips dan trik bisnis gratis dengan berlangganan newsletter kami.


lihat juga :
gratyo.com/blt_post/tidak-ada-superhero-yang-dapat-membantu-anda/?lang=en
gratyo.com/blt_post/kesalahan-terbesar-no-2-karyawan-anda-tidak-termotivasi/?lang=en



blog.sribu.com/2014/11/20/inilah-15-contoh-desain-majalah-yang-harus-kamu-lihat/
blog.sribu.com/2014/02/28/tips-kreatif-mendesain-logo-rumah-makan/
blog.sribu.com/2013/11/08/5-tanda-anda-butuh-desain-logo-baru/
blog.sribu.com/2014/01/13/trik-psikologi-warna-pada-desain-logo/
blog.sribu.com/2011/10/22/inspirasi-terinspirasi-atau-mencontek/
blog.sribu.com/2011/12/05/20-logo-desain-identik/
blog.sribu.com/2014/11/17/5-cara-mudah-memilih-warna-yang-tepat-untuk-brand-anda/
irmasustika.com/home/strategi-membangun-brand-image/