Sabtu, 02 April 2016

Tujuh Tanda Pria Hanya Dijadikan Kekasih Cadangan

Tujuh Tanda Pria Hanya Dijadikan Kekasih Cadangan

.
Dalam sebuah hubungan asmara, terkadang baik pria maupun wanita hanya menjadikan pasangannya sebagai kekasih sementara saja. Siapapun yang “punya hati” pasti tidak menginginkan hal itu dan tentu saja tidak terima jika mengetahui dirinya hanya dijadikan sebagai kekasih cadangan. Rasa emosi dan sakit hati yang mendalam merupakan ekspresi yang wajar sebagai manusia biasa. Sebagai contoh saat seorang wanita tidak benar – benar serius mencintai kekasihnya dan memilih berpaling dengan pria lain, maka ia akan mencoba berbagai cara untuk menciptakan suatu perasaan yang tidak nyaman antara keduanya.
lelaki cadangan
Ilustrasi, Lelaki cadangan
Tentu saja, saat ia tidak menemukan seorang pria dengan kriteria yang didambakan dalam akhir pencariannya, maka ia akan memutuskan untuk menikah dengan Anda. Namun jika ia menemukan sosok pria yang cukup tepat (menurutnya), dengan mudahnya ia akan mengatakan minta maaf dan langsung move on usai menyakiti hati Anda. Tidak mudah memang untuk menebak apakah seorang pria hanya dijadikan sebagai lelaki cadangan atau tidak, namun kita bisa melihat dari tanda – tandanya berikut ini:
  1. Dia tersenyum dan mudah diajak bicara namun tidak mau terbuka dengan Anda. Dia tidak pernah berbagi (curhat) mengenai kesenangan maupun dukacita dengan Anda. Perilakunya yang hambar atau tidak menunjukkan suatu emosi apapun.
  2. Dia bersikap dingin atau hidup dalam dunianya sendiri, dan baru keluar dari zona tersebut hanya ketika ia membutuhkan kenyamanan dari Anda.
  3. Dia sering sms-an atau telepon-an dengan seseorang tapi tidak pernah mau bercerita apapun dengan Anda. Seperti ada sesuatu yang disembunyikannya.
  4. Dalam sebuah kondisi saat Anda bertatapan muka dengannya, tiba – tiba ia langsung menangis namun tidak mau bercerita apapun. Air mata tersebut hanya untuk menakut – nakuti Anda.
  5. Ketika Anda mencoba untuk putus, maka ia akan menciptakan sebuah drama yang membuatmu tidak bisa lepas darinya. Dia tidak ingin kamu meninggalkannya sampai ia menemukan sosok pria idaman.
  6. Ketika kamu melihat wanita lain, ia merasa tidak nyaman dan secara emosional akan langsung memfitnah Anda. Dia masih mjenginginkan Anda untuk sementara waktu.
  7.  Dia cukup dekat dengan beberapa pria lain namun selalu mengatakan bahwa mereka hanya teman biasa. Dia hanya menunggu waktu dan kondisi yang tepat.
http://www.kampungbaca.com/2016/04/tujuh-tanda-pria-hanya-dijadikan-kekasih-cadangan.html

Kamis, 24 Maret 2016

JALAN KESUKSESAN

JALAN KESUKSESAN

Vayametheva puriso, yava atthassa nippada
Berusahalah terus hingga hasil yang dituju tercapai.
(Samyutta Nikaya, Sagathavagga 891)

      Apa yang menjadi harapan manusia pada umumnya di dalam kehidupan ini ? Umumnya manusia mempunyai kesamaan keinginan yaitu dambaan untuk hidup sukses / berhasil sesuai dengan keinginan dan tujuan serta cita-citanya masing-masing. Ada orang ingin sukses di bidang : karier; bisnis; pendidikan; pergaulan; spiritual dan sebagainya, atau komplitnya sukses secara lahir dan batin. Oleh karena itu, tidaklha mengherankan kalau kemudian banyak orang yang mengharapkan suatu kesuksesan, lalu berusaha mencari dan mengejarnya tetapi tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Mengapa ? Menurut jawaban umum yang sering kita dengar  yaitu dikatakan bahwa orang itu belum sukses  karena nasibnya masih kurang baik, tidak mujur atau belum ada hoki (ini jawaban sederhana / praktis). Namun jawaban yang lebih intelektual adalah karena mereka belum melakukan hal-hal / prinsip-prinsip yang telah dilakukan oleh orang-orang sukses. Misalnya seperti yang telah dilakukan oleh para pendiri agama-agama besar di dunia; para ilmuwan; para konglomerat; para pemimpin besar dunia dan sebagainya. Bagaimana pandangan agama Buddha, tentang terjadinya suatu kesuksesan serta cara untuk mencapai kesuksesan? Menurut Dhamma segala sesuatu itu terjadi, termasuk kesuksesan bukan ditentukan oleh hanya satu faktor tunggal saja, tetapi merupakan hasil gabungan dari berbagai faktor yang memenuhi persyaratan untuk menjadi sukses atau dengan kata lain hasil pekerjaannya mencapai kesempurnaan. Jadi kalau faktor yang dibutuhkan belum terpenuhi, maka kesuksesan tidak akan terjadi. Contoh di jaman dahulu, ketika belum ditemukan korek api, orang membuat api dengan kayu yang digosok secara terus menerus tidak boleh berhenti sebelum nyala api, kalau berhenti harus diulang dari awal lagi, secara terus menerus hingga sukses membuat nyala api. Nah api itu bisa nyala karena gabungan dari beberapa faktor yaitu pertama: harus ada kayu yang kering, kalau kayunya basah digosok sampai lelah tidak bakalan nyala apinya, kedua : harus ada orang yang berniat membuat api, ketiga : niat itu harus diwujudkan dalam bentuk tindakan menggosok kayu itu secara terus menerus, keempat : harus ada oksigen. Bila persyaratan ini tidak terpenuhi maka orang tidak akan sukses membuat api secara primitif.

      Sejarah dunia menegaskan bahwa Sang Buddha adalah seorang pekerja terkemuka, menjumpai berbagai kesulitan di dalam melaksanakan pekerjaannya, akhirnya semua tujuan itu terpenuhi dan mencapai sukses. Setelah semua terlaksana Beliau mencapai parinibbana. Sang Buddha setelah mencapai kesuksesan, Beliau dengan penuh kasih saying demi kesuksesan semua mahluk Beliau mengajarkan Dhamma yang terdapat di Vibhanga 216,413 dengan nama Iddhipada 4: 4 macam jalan kesuksesan, yaitu :

1.      Chanda : Kesukaan / senang di dalam mengerjakan hal-hal yang sedang dikerjakan. Misalnya : seorang guru harus senang mengajar; seorang petani harus suka bercocok tanam; seorang murid harus senang belajar; seorang pengusaha harus suka bisnis; Chanda merupakan musuh dari kebosanan, bila telah memiliki Chanda maka tidak ada lagi yang namanya kebosanan dan pekerjaan yang berat / sulit akan menjadi ringan dan mudah karena ada rasa suka / senang & cinta terhadap pekerjaan. Tanpa Chanda di dalam diri, seseorang tidak akan memperoleh kesuksesan karena bosan, selalu berpindah pindah tidak ada ketetapan hati. Sebelum melakukan suatu pekerjaan, Chanda haruslah ditanamkan terlebih dahulu.

2.      Viriya : Usaha yang bersemangat di dalam mengerjakan sesuatu. Biasanya diawali Chanda lebih dahulu lalu mengerjakan pekerjaan itu, di dalam melakukan pekerjaan umumnya akan mengalami kesulitan / rintangan dan ini sangat tergantung keberanian dan kemauan yang kuat (Viriya) untuk menghadapinya demi tercapainya kesuksesan. Viriya bermanfaat untuk menghancurkan kemalasan. Dengan usaha / tekad yang bersemangat terus, pantang menyerah membuat seseorang menjadi kuat menghadapi berbagai kesulitan. Ciri-ciri orang yang memiliki Viriya, biasanya tidak suka menumpuk / menunda pekerjaan. Untuk membangkitkan Viriya dapat dengan cara menambah Chanda, bergaul dengan orang yang rajin, tak bergaul dengan yang malas.

3.      Citta : Memperhatikan dengan sepenuh hati pada hal-hal yang sedang dikerjakan, tanpa membiarkannya begitu saja. Adanya perhatian yang sungguh-sungguh akan membuat seseorang tetap focus pada tujuan. Manfaat memiliki perhatian adalah tidak lengah tapi waspada dan keuntungannya, apabila ada masalah akan segera terdeteksi sehingga dapat dilakukan pencegahan secara dini (kerugian bisa diminimalkan).

4.      Vimamsa : merenungkan dan menyelidiki alasan alasan atau menggunakan pengertian secara bijaksana terhadap hal hal yang sedang dikerjakan. Misalnya berkaitan dengan : ketentuan-ketentuan; cara-cara bekerja yang baik demi memperoleh hasil yang lebih baik serta apa keuntungan dan kerugian daripada pekerjaan itu. Jadi perenungan (observasi), penyelidikan dan evaluasi harus senantiasa terus dilakukan untuk memperbaiki, penyempurnaan dan meningkatkan hasil. Manfaat mempunyai Vimamsa, menyebabkan terciptanya berbagai macam produk-produk yang mensejahterakan manusia dan pencapaian kesuksesan orang-orang besar di dunia ini.

      Keempat sifat ini, apabila dipenuhi, akan membawa seseorang mencapai tujuannya sesuai dengan kemampuan orang tersebut. Namun apabila sifat-sifat ini seringkali diabaikan dan dilupakan, walaupun seseorang berharap untuk mencapai tujuannya, keberhasilan dalam pekerjaan apapun yang diambilnya; tak pernah diperoleh. Marilah kita simak contoh berikut ini. Ada satu oeribahasa mengatakan, “Di mana ada kemauan di situ ada jalan.” Secara umum dikatakan , kalau kita sungguh-sungguh bertekad untuk mengerjakan sesuatu, walaupun pada mulanya tampak sukar dan tidak mungkin, cepat atau lambat kita akan menemukan satu jalan untuk mengerjakannya.. Orang-orang yang tidak menaruh pikiran dan hati ke dalam tugas atau kewajibannya jarang memperoleh keberhasilan. Patut diingat tekad kuat atau kegigihan merupakan ciri has semua orang yang telah menyelesaikan pekerjaan pekerjaan besar. Mereka mungkin kekurangan sifat-sifat lainnya yang diharapkan. Mereka mungkin memiliki kelemahan-kelemahan tertentu, namun ketekunan tidak pernah “absen” dari orang yang mencapai sukses.

      Keberanian dan kegagahan merupakan sifat yang diperlukan dalam pencapaian besar / agung.Mereka yang takut untuk mengambil kesempatan-kesempatan, yang tersembunyi dari kesukaran-kesukaran, yang tak dapat berpantang/menahan diri dari kesenangannya, harus puas dengan hasil-hasil yang “kecil”. Banyak orang yang menjadi terkenal, seperti para sarjana, para ilmuwan, para penemu atau penjelajah, harus menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai keberhasilan.

      Dari keterangan tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa keempat jalan kesuksesan (Iddhipada 4) berfungsi untuk mengatasi empat hal yaitu :

1.      Bosan
2.      Malas
3.      Lalai / Lengah
4.      Bodoh

      Yang merupakan sebab musabab mengapa orang tidak memperoleh kesuksesan. Sang Buddha menyatakan bahwa barang siapa ingin mencapai sukses, patut mengikuti empat prinsip keberhasilan, yaitu : Chanda, Viriya, Citta Vimamsa. NB : Keempat sifat di atas adalah kondisi mental / batinyang positif, apabila dipenuhi / dipraktekkan, akan membawa seseorang mencapai ke tujuan akhir yang positif pula.

Ceramah Oleh : Bhikkhu Adhijayo tanggal 13 Maret 2016

Sumber : Berita Dhammacakka No. 1131.

Minggu, 20 Maret 2016

Science Note – The Earth



Science Note – The Earth

-          The shape of the earth is round or sphere
-          Globe is the representative of the earth
-          The evidence that the earth is round :
1.       Sea exploration
2.       Satellite Image
3.       Earth Shadow on the moon is always circular
4.       The horizon looks like curve
5.       The appearance of the sailboat  on the sea always looks the tip first after that the body
-          Rotation of the earth is the spinning of the earth on its axis.
-          Rotaion causes day and night.
-          Revolution of the earth is the movement of the earth around the sun in 364 and ¼ days or 1 year.
-          A continent is a large area of land.
-          Here are the names of the continents : North America, South America, Africa, Europe, Asia , Australia, and antartica.
-          The largest continent is Australia.
-          An ocean is a large area of water.
-          Here are the names of the oceans : Arctic Ocean, Atlantic Ocean, Pacific Ocean, Indian Ocean, and Southern Ocean.
-          The largest Ocean : Pacific Ocean.
-          The smallest Ocean : Arctic Ocean.
-          Landscape is the way a piece of land looks.
1.       Mountain : A very high hill that stands high abve its surroundings. The highest peak on the earth is Mount Everest.
2.       Volcano : A mountain with an opening through which hot gases, lava, and ash are erupted during an eruption.
3.       Valley : A long , narrow area of lower land lying between hills or mountains.
4.       Highland : An open and very wide area higher than surrounding. It is in the mountain.
5.       Lowland : An open area that is lower than surrounding land.
6.       Ravine : The deep and narrow area between the mountains.
7.       Trench : A long, narrow valley in the seabed. The deepest trench in the earth is Mariana Trench.
8.       Forest : a large group of trees growing close together along with various kinds of other plants.
9.       Desert : a large area of land that has very little rainfall and may be either hot or cold. The largest cold desert is Antartica. The largest hot desert is Sahara.
10.   Swamp : a low lying area of land permanently covered with water.
11.   Lake : a large body of water entirely or nearly surrounded by land.
12.   Beach : A stretch of sand, rocks, or other materials along the shoreline of sea.
13.   River : a long, natural body of water that flows in a channel into the ocean, a lake or another river.
14.   Glacier : A huge riveror sheet of ice that usually moves very slowly down a mountain or over the land.
15.   Geyser : A natural, hot water underground spring that frequently erupts with a stream of hot water and stream.
16.   Sea-Volcano : The active mount in the sea.
17.   Continental slope : The Slope area to the sea-floor.

Minggu, 28 Februari 2016

TOTO



Introduction

At TOTO we are passionate about water, from the way we make use of water, to its impact on the environment, water is afterall, the element aroundwhich we build our products.
Founded in 1917 as a manufacturer of ceramic sanitary wares and plumbing hardware, before long, TOTO grew to become Japan’s Industrial Leader in sanitary and plumbing related products. Now in the 21st century, TOTO with it’s expanded corporate vision is poised to move  forward and provide products as well as services that improves the cleanliness, comfort and convenience of all its customers while maintaining the purity of our environment.

History

PT. Surya TOTO Indonesia Tbk. is founded in 1977 as a joint venture with TOTO Ltd. Japan. The first of its global expansion outside of Japan. Since then the company has grown by lepas and bounds to become the largest sanitary ware and fittings factory in Indonesia, and also the top trusted brand in the minds of the Indonesian costumers.

Even after achieving that we countinously strive to improve upon other areas of our businesses. Our factories and business process are Japan Industrial Standards (JIS) and ISO Approved.. We have also achieved ISO 14001 certification for our factories to lessen the environmental impact of our industries. And beyond that, we are expanding our CSR (Corporate Social Responsibility) work to help improvethe social climate of the country. The results of our actions have gone beyond the Bottomline of our balance sheets. We have received accolades in the field of top customer satisfaction for a few consecutive years, and have received recognitions from the government through our support of natural disaster stricken areas.

Looking ahead to the future, we will continue to expand our business, creating products that areat the forefront of bathroom technology, more innovative , and also more environmentally friendly. We truly believe that improvement and innovation is an endless cycle that we intend to keep turning forward into the future.

1977
Established on July 11 th, 1977
(Certificate of Notary Kartini Mulyadi, S.H. No. 88, Jakarta).

1990
Listed in the Jakarta Stock Exchange.

1994
Received JIS (Japanese Industrial Standard) Certification.
Received ISO 9002, Quality Management Systems Certification.

2002
Received ISO 9001, Quality Management Systems Certification.

2005
Received ISO 14001, Environmental Management Systems Certification.

2006
Merger with Subsidiary PT. Surya Pertiwi Paramita.

Distribution

With a world class distribution and supply chain network designed to match its growing reputation and global demand, TOTO can meet the individual demands of all its customer, from a single customer that requires thousands of items for their projects.

We will work with our customers to ensure the best possible satisfactory delivery of their TOTO Products.

Our products are exported to thousands of customers spaning over 30 countries around the globe, selling through our certified partners or TOTO Ltd. Distribution channels.

1.       Australia                              16. Maldives
2.       Bangladesh                         17. Myanmar
3.       Brunei                                   18. New Zealand
4.       Cambodia                            19. Pakistan
5.       China                                     20. Phillipines
6.       Egypt                                     21. Qatar
7.       Fiji                                          22. Singapore
8.       Hongkong                           23. Sri lanka
9.       India                                      24. Saudi Arabia
10.   Iran                                        25. Taiwan
11.   Japan                                    26. Thailand
12.   Jordan                                  27. U.A.E
13.   Korea                                    28. U.S.A
14.   Kuwait                                  29. Vietnam
15.   Malaysia                              30. Yaman

Stunning Products

As a leader in high quality bathroom and kitchen ware, TOTO is committed to producing innovative high performance products. Beautifully crafted minimalist designed, integrated with the latest technological advances in concealed engineering, have led to a product second to none. Whether it is for private homes, prestigious hotels or public conveniences, TOTO provides complete solutions to todays ergonomic and environmental needs. Years of proven performance have made us the paramount choice for the worlds leading designers, contractors, and concerning homeowners.

Technology and Quality Control

At TOTO all our products are designed to provide perfect functionality and endless durability, ensuring precise waterflow and beautiful stay clean finishes and coatings , year after year.

Before it ever leaves the factory, every TOTO product is subjected to extreme testing and scrutiny, from it’s inner working technology to its surface perfection. Only when all the criteria for efficiency and durability have been met will it be released. It is what TOTO customers the world over have come to expect, perfectly aesthetic ergonometry and innovative technology.

Manufacturing Excellence

With more than 30 years of manufacturing excellence, integrating Indonesian craftsmanship and Japanese know how, TOTO have always strived in the pursuit of perfection. Providing high quality products through ongoing research and development.

Using the most up to date manufacturing machinery and systems available, have allowed TOTO to compete on a global scale, fast becoming  one of the worlds leading exporters of premium quality bathroom and kitchen ware.

CSR
Corporate Social Responsibility

PT. Surya TOTO Indonesia is aware that the impact of a company goes beyond the commercial and environmental values, but also social. Actually our CSR work started since the beginning of the company, we have always cared  for the improvement of social standards around our factory, donations and repairs around factory is an annual tradition that visibly improves the living standards and environment around our factory.

Recently, we have expanded the activities to a national scale, through extensive donations to charitable organizations around the countries.

We have made significant contributions to the victims of the devastating Tsunami in the Aceh province, helped with the rebuilding of the earthquake devastated areas of Jogjakarta, these are just a couple of the major contributions we have made.

In the future, we will continue to provide social support to charities, social organizations and orphanages all around the country not only as proof that we are company that cares for its environment and society, but to give precedence to our suppliers and business partners so that they may do the same.

Sabtu, 27 Februari 2016

RODA-RODA KEBERHASILAN

RODA-RODA KEBERHASILAN

(Membahas Cakka Sutta-AN & Dasuttara Sutta-DN)

“Patirupe vase dese, ariyamittakaro siya;
Sammapanidhisampanno, pubbe punnakato naro;
Dhanam dhanam yaso kitti, sukhancetamdhivattati.”

“Ketika seseorang berdiam di tempat yang seusai dan bergaul  dengan para mulia, ketika ia telah membentuk tekad yang benar, dan telah melakukan perbuatan berjasa di masa lampau, panen, kekayaan, kemasyuran, dan reputasi, bersama dengan kebahagiaan akan mendatanginya.”
(Anguttara Nikaya , Catukkanipatapali-Cakkasuttam)

      Jika berbicarakehidupan tentu semua  orang ingin hidup yang baik. Hidup yang baik ini bukan hanya masalah hidup yang bebas dari masalah. Hidup yang baik yaitu perkara bagaimana seseorang dapat mencapai tujuan-tujuannya. Tujuan seseorang pastilah berbeda, dari satu orang ke orang yang lainnya. Mencapai kesuksesan itulah bahasanya. Sukses hanya sebuah kata untuk memberikan pernyataan, pernyataan atas suatu hal yang orang harapkan kemudian didapatkannya. Sukses inipun bukan juga masalah materi, tetapi lebih dari itu adalah masalah batin atau mental.

      Banyak cara, banyak jalan, dan banyak solusi bagi seseorang yang ingin mencapai tujuan-tujuannya, menjadi sukses dan merasa berhasil atas apa yang dicita-citakannya. Dalam hal ini tentu saja kita semua tidak dapat mengelak atau menghindar dari kenyataan bahwa, kita membutuhkan solusi untuk sukses dan mencapai tujuan-tujuan tersebut.

      Sebagai umat Buddha yang tentu mengenal Dhamma sebagai ajaran Buddha, kita haruslah berusaha mencari jalan atau solusi tersebut di dalamnya,bukan malah keluar dari Dhamma, atau malah bertolak belakang dengan Dhamma. Dalam hal ini, Buddha pernah menguraikan di dalam Anguttara Nikaya, Catukkanipatapali-Cakkasuttam bahwa ada empat roda yang ketika roda ini berputar, maka para dewa dan manusia akan emncapai kebesaran dan kekayaan berlimpah, termasuk tujuan-tujuan hidupnya. Apa keempat roda tersebut:

1.      Patirupadesavaso
Bertempat tinggal di tempat yang sesuai.

2.      Sappurisavasayo
Bergaul dengan para mulia atau memiliki teman yang baik (kalyanamitta)

3.      Attasammapanidhi
Telah membentuk tekad yang benar atau memahami apa yang berguna bagi dirinya sendiri.

4.      Pubbe ca katapunnata
Memiliki simpanan kebajikan di masa lampau atau telah melakukan perbuatan berjasa di masa lampau.

Itulah empat hal yang ketika dimiliki oleh seseorang, maka apa yang menjadi tujuan dan cita-citanya akan tercapai.

      Pada bagian Sutta yang lain di Digha Nikaya – Dasuttara Sutta, Buddha juga mengatakan bahwa empat roda ini sebagai cattaro bahukaro yaitu empat hal yang sangat membantu. Artinya sama dengan di dalam Cakka Sutta-Anguttara Nikaya, bahwa empat hal ini dapat membantu pada pencapaian tujuan-tujuan di dalam hidup ini. Pada kedua Sutta tersebut, keduanya disebut sebagai “Roda”. Mengapa demikian, karena sama seperti roda pada umumnya yang digunakan pada kendaraan-kendaraan, roda tersebut dapat membantu laju kendaraan tersebut. Dengan demikian maksud dari roda tersebut (cakka) yaitu ketika dimiliki akan membantu pemiliknya untuk melaju dalam kehidupan ini.

      Kehidupan ini memang sulit, namun akan semakin sulit jika kita selalu beranggapan demikian. Sebaliknya tidak banyak beranggap namun banyak bertindak, itulah awal dari kemudahan hidup. Banyak bertindak tanpa banyak beranggapan.

Ceramah Dhamma oleh : Bhikkhu Gunapiyo Minggu Tanggal 31 Januari 2016
Sumber : Berita Dhammacakka N0. 1125 Minggu Tanggal 31 Januari 2016.

Kisah Sammajjana Thera

      Sammajjana Thera mempergunakan sebagian besar waktunya untuk menyapu halaman vihara. Pada waktu itu, Revata Thera juga tinggal di vihara, tetapi tidak seperti Sammajjana, Revata  Thera mempergunakan sebagian besar waktunya untuk bermeditasi atau pemusatan batin secara mendalam. Melihat kebiasaan Revata Thera, Sammajjana Thera berpikir bahwa thera-thera yang lain hanya bermalas-malasan menghabiskan waktunya.

      Suatu hari Sammajjana pergi menemui Revata Thera dan berkata , “Kamu sangat malas, hidup dari pemberian makanan yang diberikan dengan penuh keyakinandan kemurahan hati, tidakkah kamu berpikir kamu sewaktu-waktu harus harus membersihkan lantai , halaman atau tempat-tempat lain?”

      Revata Thera menjawab, “Teman, seorang bhikkhu tidak seharusnya menghabiskan seluruh waktunya untuk menyapu. Ia harus menyapu pagi-pagi sekali, kemudian pergi untuk menerima dana makanan. Setelah menyantap makanan, sambil merenungkan kondisi tubuhnya ia harus berusaha untuk menyadari kesunyataan tentang kumpulan kehidupan-kehidupan (khanda), atau lainnya, membaca buku-buku pelajaran sampai malam tiba. Kemudian ia dapat melakukan lagi pekerjaan menyapu jika ia menginginkannya.”

      Sammajjana Thera dengan tekun mengikuti saran yang diberikan oleh Revata Thera dan tidak lama kemudain Sammajjana mencapai tingkat kesucian Arahat.

      Bhikkhu-bhikkhu lain mengetahui sampah yang tertimbun di halaman. Mereka bertanya kepada Sammajjana mengapa ia tidak menyapu seperti biasanya.

      Sammajjana menjawab , “Ketika saya tidak sadar, saya setiap saat menyapu, tetapi sekarang saya tidak lagi tidak sadar.”

       Ketiak para bhikkhu mendengar jawaban tersebut, mereka menjadi sangsi, sehingga mereka pergi menghadap Sang Buddha, dan berkata, “Bhante, Sammajjana Thera secara tidak benar mengatakan dirinya sendiri telah menjadi seorang Arahat, ia mengatakan hal yang tidak benar.”

      Kepada mereka , Sang Buddha menjawab , “Sammajjana telah benar-benar mencapai tingkat kesucian Arahat, ia mengatakan hal yang sebenarnya.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 172 berikut:
Barangsiapa yang sebelumnya pernah malas, tetapi kemudian tidak malas, maka ia akan menerangi dunia ini bagaikan bulan yang terbebas dari awan.”

Sumber : Dhammapada Atthakatha