Pasang Iklan Di Sini

Sunday, December 7, 2014

Gaya Hidup ala 'Texas' yang Mulai Melenceng

Gaya Hidup ala 'Texas' yang Mulai Melenceng

Laporan Wartawan Warta Kota, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gaya hidup ala 'Texas' di SMAN 46 Jakarta mulai melenceng. Sudah berbeda dengan angkatan terdahulu. 'Texas' adalah nama lain SMAN 46 Jakarta. Alumni lebih senang menyebut dirinya alumni 'Texas' ketimbang SMAN 46.
Achmad Syarif (29), guru olahraga di SMAN 46 Jakarta sadar gaya hidup ala 'Texas' sudah nyaris berakhir di SMAN 46 Jakarta. Tapi yang sekarang terjadi justru siswa mulai melenceng.
Guru yang akrab disapa Arie ini alumni 'Texas' tahun 2004. Dia kini mengajar disana. Makanya dia tahu betul sudah ada perubahan.
SMAN 46 Jakarta punya julukan 'Texas' sejak tahun 1980an. Di tahun 1990an 'Texas' makin disegani karena kerap tawuran dengan STM. Ini masih terjadi sampai awal tahun 2000an.
Tapi sebulan lalu Arie terkaget-kaget saat menemukan siswa kelas X diperas. Siswa kelas XII dan kelas XI menarik uang dari seluruh siswa kelas X. Jumlah total yang terkumpul Rp 8 Juta.
Saat Arie tanya ke murid alasan pengumpulan uang itu, dia sebagai alumni langsung kaget. Sebab alasannya untuk buat acara.
"Ini sudah berubah. Dulu di jaman saya jadi siswa 'Texas', penarikan uang hanya bisa dilakukan atas tiga alasan. Pertama untuk membeli senjata untuk tawuran. Kedua, untuk membiayai siswa yang luka akibat tawuran. Ketiga untuk mengeluarkan siswa yang tertangkap polisi," ujar Arie.
Di luar tiga alasan itu, tak boleh ada penarikan uang. Apabila ada yang nekad menarik uang untuk kepentingan sendiri, maka akan babak belur dihajar.
Makanya Arie sadar 'Texas' sudah tak seperti dulu lagi. Ada beberapa aturan ala 'Texas' yang sudah tak turun secara utuh lagi. Salah satunya soal tradisi 'pengumpulan uang' tadi.
Arie menceritakan, sejak tahun 2000 awal guru-guru di SMAN 46 Jakarta memang mulai mengikis gaya hidup ala 'Texas. Atribut 'texas' tak diperbolehkan ada di sekolah. Tas-tas atau celana yang ada tulisan 'Texas' akan diambil guru.
Ternyata dengan cara itu gaya hidup ala 'Texas' makin terkikis. Ada beberapa hal lain yang sudah Arie tak pernah lihat lagi di 'Texas'.
Dulu di zamannya, kata Arie, pengkaderan anak nakal tukang tawuran dimulai dari kantin. Anak-anak nakal ini mesti makan sambil jongkok. "Saya sudah tak lihat lagi sekarang," ucap Arie.
Di 'Texas', ujar Arie, di zamannya siswa-siswa memang masuk karena ingin jadi bagian kenakalan 'texas'. Yakni ikut pengkaderan dan ikut basis.
Basis ini semacam perkumpulan berdasarkan rute pulang. Ada banyak basis, tapi hanya sedikit yang jadi basis terkenal. Seperti basis Zhoget (pulang ke arah Pondok Labu). Lalu Basis Persatuan Ciputat atau Percip (Pulang ke Ciputat).
Fungsi utama dari basis adalah mengamankan jalan pulang ke rumah. Doktrinnya tak boleh ada siswa sekolah lain nongkrong saat siswa Texas pulang.
Doktrin inilah yang kemudian jadi pemicu tawuran dari tahun ke tahun di era 90an sampai sekarang. Akibat doktrin ini siswa Texas bisa menyerang siswa lain tanpa alasan. Asalkan siswa itu ada di jalur pulang mereka saat mereka melintas.
Makan jongkok di kantin adalah salah satu syarat bagi siswa nakal yang mau ikut 'basis'. Lalu ada pula tradisi turun tangga sekolah sambil melompati lima anak tangga sekaligus.
Tradisi itu wajib bagi setiap siswa yang ikut basis. "Sekarang juga sudah tak ada lagi," kata Arie.
Begitu pula basis-basis yang ada sekarang tak sebanyak dulu. Bahkan Arie mendeteksi hanya ada satu basis yang tersisa, yakni basis Zhoget.
"Zaman sudah berubah. Anak-anak pakai motor sekarang. Lalu mereka juga sudah jarang tawuran. Mungkin itu yang membuat tradisinya mulai hilang," kata Ari.

https://id.berita.yahoo.com/gaya-hidup-ala-texas-yang-mulai-melenceng-043738715.html

No comments:

Post a Comment