Kamis, 21 Juni 2012

Suspensi Rekonstitusi Ampisilin Trihidrat


DIBUTUHKAN SEGERA KARYAWAN UNTUK MENJAGA TOKO PRIA / WANITA MINIMAL LULUSAN SMP
KIRIM CV KE ALAMAT EMAIL :
ricky_kurniawan02@yahoo.com
PALING LAMBAT TANGGAL 31 DESEMBER 2014

======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram   = Rp. 8.000,-
2. 250 gram   = Rp. 10.000,-
3. 500 gram   = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-

Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a


LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SEMI PADAT DAN CAIR
SUSPENSI REKONSTITUSI AMPISILIN TRIHIDRAT

Disusun oleh :
                        Raymond                        (2010210224)
                        Reni Novitasari             (2010210225)
                        Ricky Kurniawan          (2010210226)
                        Rizki Anggin Luffani    (2010210235)
                        Samantha S.D.               (2010210239)
                        Sari Damaryanti          (2010210241)

Kelas/kelompok : A2/4


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA
2012
                                                           
I.           Tujuan percobaan
a.       Mengenal dan memahami cara pembuatan dan komposisi bahan alam sediaan suspensi.
b.      Mengamati pengaruh bahan pembasah dan pensuspensi terhadap karakteristik fisik suspensi.
II.           TEORI DASAR
      Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. Suspensi terdiri dari suspensi oral dan suspensi topikal. Suspensi topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdipersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit. Beberapa suspensi yang diberikan etiket sebagai lotio termasuk dalam kategori ini(FI IV hal 17). Suspensi merupakan sistem heterogen dimana terdapat 2 fase yaitu fase kontinyu atau fase luar dan fase terdispersi atau fase dalam.fase kontinyu ini umumnya merupakan cairan atau semi padat sedangkan fase terdispersinya terbuat dari partikel-partikel kecil yang pada dasarnya tidak larut melainkan terdispersi seluruhnya dalam fase kontinyu.

Sifat yang diinginkan dalam sediaan farmasi ialah:
1.     Suatu suspensi dikatakan dibuat dengan tepat apabila mengendap secara lambat dan harus rata lagi bila dikocok
2.     Karakteristik suspensi harus demikian agar ukuran partikel dari suspensi tetap agak konstan dan waktu simpan lebih lama.
3.     Suspensi harus dapat dituang dari wadah dengan cepat dan homogen.

Dalam pembuatan suspensi diperlukan suspending agent dimana suspending agent ini dikelompokan dalam beberapa kelompok yaitu:
1.     Suspending agent yang berasal dari alam. Contohnya: PGA,Tragakan,bentoit,PGS
2.     Suspending agent yang berasal dari bahan sintesis. Contohnya: CMC, HPMC, Tylose
3.     Suspending agent yang berasal dari polimer. Contohnya : Carbaphol 934

Adapun syarat-syarat suspensi yang baik yaitu:
1.     Pengendapan perlahan-lahan atau lambat dan apabila dikocok homogen atau akan homogen kembali.
2.     Mempunyai ukuran partikel yang konstan denagn jangka waktu yang lama agar pada penyimpanan tidak cepat rusak
3.     mudah dituang.



III.            Data Preformulasi
A.    Bahan Aktif
Sulfur Precipitat (Farmakope Indonesia Edisi IV hal 771 ; DI 2003 hal 3426)
                           Nama Lain         : Belerang endap, Sulfur.
BM                     : 32,06
Pemerian            : Serbuk amorf, atau serbuk hablur renik, sangat halus,  warna kuning pucat, tidak berbau dan tidak berasa.  
Kelarutan           : Praktis tidak larut dalam air dan etanol, sukar larut dalam minyak zaitun.
Khasiat               : Obat jerawat
Dosis                  : 1-8% dalam bentuk Cream, gel, lotion atau sabun yang digunakan secara topikal untuk pengobatan jerawat
Stabilitas            : Dapat bereaksi dengan logam seperti tembaga dan besi
OTT                    : Logam logam seperti perak dan tembaga
Penyimpanan      : Wadah tertutup rapat
B.     Zat Tambahan
1.      CMC Na (Farmakope Indonesia Edisi IV hal 175, Excipients edisi 6 hal 120)
Pemerian             : Serbuk atau granul warna putih, praktis tidak berbau, higroskopis  
Kelarutan            : Larut dalam air, alkohol, metanol, membentuk koloid.
pH                       : 5,0 – 8,5
Khasiat                : Suspending agent
Konsentrasi         : 0,25-1%
Stabilitas             : Larutan stabil pada pH 2-10, pengendapan terjadi pada pH di bawah 2
OTT                     : Larutan asam kuat dan larutan garam besi serta beberapa logam.
Penyimpanan       : Wadah tertutup rapat
2.      Na Benzoat (Farmakope Indonesia Edisi IV hal 584;  Excipients edisi 6 hal 627)
Sinonim               : Sodium Bensoat, Natrii Benzoat.
Pemerian             : Granul atau serbuk hablur putih, tidak berbau, stabil di udara.
Kelarutan            : Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, lebih mudah larut dalam etanol 90%
Khasiat                : Pengawet / antimikroba
Konsentrasi         : 0,02-0,5%
Stabilitas             : Larutan yang mengandung air dapat disterilkan dengan autoclaving atau penyaringan.
OTT                     : Tidak bercampur dengan 4 campuran yaitu : gelatin, garam – garam ferri, garam – garam kalsium, dan logam – logam berat termasuk perak, dan raksa. Aktivitas pengawet mungkin berkurang melalui interaksi dengan kaolin atau surfaktan non-ionik.
Penyimpanan       : Wadah tertutup rapat, di tempat kering dan sejuk.

3.      Oleum Rosae (FI III hal 459, Martindale hal 682)
Pemerian             : Tidak berwarna atau kuning, bau menyerupai bunga mawar, rasa khas, pada suhu 250C kental
Kelarutan            : Larut dalam 1 bagian kloroform P, Larutan jernih.
Khasiat                : Pengharum/pewangi
Konsentrasi         : 0,01%-0,05%.
Stabilitas             : Memadat pada suhu180C -220C menjadi massa kristal.
Penyimpanan       : Wadah tertutup rapat.

IV.     Alat dan Bahan
Alat:
1.      Lumpang dan Alu     7. Batang Pengaduk
2.      Sudip                         8. Pipet Tetes
3.      Sendok tanduk          9. Tabung Sedimentasi
4.      Beaker Glass             10. Timbangan Analitik
5.      Gelas Ukur                11. Viskometer Brookfield
6.      Spatula                      12. Botol 60 ml

V.            Formula
Bahan
Formula I
Formula II
Formula III
Sulfur Presipitat
3%
3%
3%
Na CMC
1,5%
2%
2,5%
Na Benzoat
0,1%
0,1%
0,1%
Oleum Rosae
0,05%
0,05%
0,05%
gliserin
3%
3%
3%
Aquadest ad
400 ml
400 ml
400 ml

Perhitungan dan Penimbangan
Formula I
1.      Sulfur precipitat : 3% x 400 ml = 12 g
2.      Na CMC: 1,5% x 400 ml = 6g
3.      Air untuk Na CMC: 20 x 6 = 120 ml
4.      Na Benzoat : 0,1% x 400 ml = 0,4 g
5.      Oleum Rosae: 0,1% x 400 ml = 0,2 x 40 tetes = 4 tetes
6.      Gliserin: 3% x 400 ml = 12 g
7.       
Aquadest: 400 ml – (12+6+120+0,4+0,2) =





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar