Pasang Iklan Di Sini

Thursday, June 21, 2012

Alur Pembekuan Darah dan Faktor Pembekuan Darah


Alur Pembekuan Darah
            Darah sangatlah penting untuk kesehatan dalam kehidupan kita. Jika kita terkena luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah. Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau hemorrhage.
            Kemampuan untuk meminimalisisasi kehilangan darah melalui pembukaan sistem vaskuler merupakan persyaratan yang penting. Penutupan yang cepat atas kerusakan pada pembuluh darah kecil merupakan tugas dari trombosit. Walaupun begitu, tambalan yang lebih permanen dan kuat merupakan hasil dari generasi fibrin fibriler yang tidak larut dari prekursor fibrinogen dalam larutan protein plasmanya pada proses pembekuan darah. Kegagalan dari homesotasis primer akibat gangguan trombosit atau koagulasi, masing-masing dapat memberikan ancaman hidup akibat pendarahan. Sebaliknya, pengaktifan trombosit atau pembekuan darah yang tidak tepat dapat menyebabkan sumbatan vaskuler, iskemia, dan kematian jaringan.
Reaksi pembekuan darah dapat dirangsang melalui jalur intrinsik dan jalur ekstrinsik
A.    Jalur intrinsik: semua faktor yang dibutuhkan untuk reaksi ini ada di dalam pembuluh darah
B.     Jalur ekstrinsik : membutuhkan kontak dengan faktor jaringan di luar pembuluh darah untuk memulai pembekuan darah, faktor yang dibutuhkan adalah jaringan di luar pembuluh darah.
Langkah-langkah jalur ekstrinsik, yaitu pelepasan faktor jaringan atau tromboplastin jaringan, selanjutnya mengaktifasi faktor X yang dibentuk oleh kompleks lipoprotein dari faktor jaringan dan bergabung dengan faktor VII, kemudian dengan hadirnya ion Ca2+ akan membentuk faktor X yang teraktivasi. Selanjutnya faktor X yang teraktivasi tersebut akan segera berikatan dengan fosfolipid jaringan, juga dengan faktor V untuk membenuk senyawa yang disebut aktivator protrombin.
Langkah-langkah jalur intrinsik, yaitu pengaktifan faktor XII dan pelepasan fosfolipid trombosit oleh darah yang terkena trauma, kemudian faktor XII yang teraktivasi ini akan mengaktifkan faktor XI, kemudian faktor XI yang teraktivasi ini akan mengaktifkan faktor IX, faktor IX yang teraktivasi bekerja sama dengan faktor VIII terakivasi dan dengan fosfolipid trombosit dan faktor 3 dari trombosit yang rusak, akan mengkatifkan faktor X. Disini jelas bahwa bila faktor VIII atau trombosit kurang maka langkah ini akan terhambat. Faktor VIII adalah faktor yang tidak dimiliki oleh penderita hemofilia. Trombosit tidak dimiliki oleh penderita trombositopenia. Faktor X yang teraktivasi akan bergabung dengan faktor V dan trombosit untuk membentuk suatu kompleks yang disebut aktivator protrombin.
Mekanisme pembekuan darah terdiri dari beberapa tahapan :
1.      Tromboplastin (membran lipoprotein) yang dilepas oleh sel-sel jaringan yang rusak.
2.      Tromboplastin mengaktivasi protombin (protein plasma) dengan bantuan ion kalsium untuk membentuk trombin
3.      Trombin mengubah fibrinogen yang dapat larut, menjadi fibrin yang tidak dapat larut.
4.      Benang-benang fibrin membentuk bekuan, atau jaring-jaring fibrin.

Faktor-faktor pembekuan darah antara lain sebagai berikut :
1.      Faktor I : Fibrinogen
2.      Faktor II : Protombin
3.      Faktor III: Tromboplastin
4.      Faktor IV: Kalsium
5.      Faktor V: Proakselerin
6.      Faktor VII : Prokonvertin
7.      Faktor VIII : Antihemofilik faktor A
8.      Faktor IX : Antihemofilik faktor B
9.      Faktor X : Faktor Stuart
10.  Faktor XI : Antihemofilik faktor C
11.  Faktor XII : Faktor Hagemen
12.  Faktor XIII : Faktor stabilisasi fibrin

            Hampir seluruh faktor koagulasi dan inhibitor disintesis di dalam hati. Secara normal terdapat di dalam plasma dalam bentuk tidak aktif. Setiap faktor protein dalam kondisi tidak aktif, jika salah satu di aktivasi maka aktivitas enzimatiknya akan mengaktivasi faktor selanjutnya di dalam siatu rangkaian, dengan demikian akan terjadi suatu rangkaian reaksi (cascade of reaction) untuk membentuk suatu bekuan.

Faktor Pemicu Penyembuhan Luka
1.      Suply darah yang baik ke daerah cedera
2.      Usia muda (anak-anak sembuh lebih cepat)
3.      Nutrisi yang baik (protein, vit C, Zink, vit K)
4.      Pendekatan tepi luka yang baik
5.      Fungsi lekosit serta respon peradangan yang normal
6.      Duktus empedu yang berjalan secara normal
Pustaka
1.      Underwood JCE. 1999. Patologi Umum dan Sistematik Edisi ke-2. Sarjadi, penerjemah. EGC Penerbit Buku Kedokteran.

1 comment:

  1. ini.. yang aku cari.. makasih gan.
    Sharing juga informasi mengenai biologi, semoga menambah wawasan seputar cabang cabang biologi, karena biologi adalah ilmu yang memiliki cabang cabang ilmu biologi yang cukup banyak.
    Wajar, karena ilmu biologi selalu berkembang seiring perkembangan kebutuhan manusia akan biologi, sehingga cabang cabang ilmu biologi juga semakin berkembang dan bertambah banyak.
    Untuk mempelajari cabang ilmu biologi dan pengertiannya di website sumber terlengkapnya yang membahas tentang cabang cabang biologi.
    Silakan langsung saja klik DISINI>> cabang ilmu biologi dan pengertiannya.
    Jangan lupa untuk tahu juga informasi pertanian indonesia di website jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia, karena indonesia adalah negara agraris. Betul?
    Sesuai dengan namanya, jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia, website ini membahas banyak informasi seputar tips, trik, dan informasi info pertanina yang bermanfaat.
    Info selengkapnya tentang jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia, silakan langsung saja kunjungi website resminya
    DISINI>> jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia
    Informasi ini dipersembahkan oleh foto dan desain fotografer ternama iluminen.com jakarta & bali wedding photographer

    ReplyDelete