Pasang Iklan Di Sini

Thursday, June 21, 2012

Salep Kloramfenikol


DIBUTUHKAN SEGERA KARYAWAN UNTUK MENJAGA TOKO PRIA / WANITA MINIMAL LULUSAN SMP
KIRIM CV KE ALAMAT EMAIL :
ricky_kurniawan02@yahoo.com
PALING LAMBAT TANGGAL 31 MARET 2015


======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram   = Rp. 8.000,-
2. 250 gram   = Rp. 10.000,-
3. 500 gram   = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-

Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a


LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SEMI PADAT DAN CAIR
SALEP KLORAMFENIKOL

Disusun oleh :
Raymond                       (2010210224)
Reni Novitasari             (2010210225)
Ricky Kurniawan         (2010210226)
Rizki Anggin Luffani   (2010210235)
Samantha S.D.              (2010210239)
Sari Damaryanti           (2010210241)

Kelas/kelompok : A2/4


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA
2012

I.           Tujuan:
      Membuat salep dengan berbagai jenis basis; mengamati pengaruh basis terhadap karakteristik fisik dan pelepasan bahan aktif.

II.           Teori Singkat:
Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar (FI III hal 33). Salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir (FI IV hal 18).
  (Howard C Ansel, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Hal 502) Salep adalah preparat setengah padat untuk pemakaian luar, salep dapat mengandung obat atau tidak mengandung obat, salep yang tidak mengandung obat biasanya dikatakan sebagai dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dalam penyiapan salep yang mengandung obat.
 (Howard C Ansel, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Hal 502) Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. Tergantung dari sifat bahan obat dan tujuan pemakaian, empat kelompok dasar salep yang digunakan sebagai pembawa, antara lain :
1.                  Dasar salep senyawa hidrokarbon
2.                  Dasar salep serap/absorbsi
3.                  Dasar salep yang dapat dicuci dengan air
4.                  Dasar salep larut dalam air.
Setiap salep obat menggunakan salah satu dasar salep tersebut.
Dasar salep hidrokarbon
        Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak (bebas air) antara lain vaselin putih. Hanya sejumlah kecil komponen berair dapat dicampur ke dalamnya. Salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut penutup. Dasar hidrokarbon dipakai terutama untuk efek emolien. Dasar hidrokarbon ini juga sukar dicuci, tidak mengering dan tidak tampak berubah dalam waktu lama. Contoh : petrolatum, paraffin, minyak mineral.
Dasar salep absorpsi
Dasar salep absorpsi Dibagi menjadi 2 tipe :
a.         Yang memungkinkan percampuran larutan berair, hasil dari pembentukan emulsi air dan minyak. Misalnya petrolatum hidrofilik dan lanolin anhidrat.
b.         Yang sudah menjadi emulsi air minyak (dasar emulsi), memungkinkan bercampur sedikit penambahan jumlah larutan berair. Misalnya lanolin dan cold cream.
Dasar salep ini berguna sebagai emolien walaupun tidak menyediakan derajat penutupan seperti yang dihasilkan dasar salep berlemak. Seperti dasar salep berlemak dasar salep scrap tidak mudah dihilangkan dari kulit oleh pencucian air. Dasar-dasar salep ini berguna dalam farrnasi untuk pencampuran larutan berair kedalam larutan berlemak. Contoh : petrolatum hidrofilik, lanolin, dan lanolin anhidrida, cold  cream.
Dasar salep serap dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok pertama terdiri atas dasar salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (parafin hidrofilik dan lanolin anhidrat) dan kelompok kedua terdiri atas emulsi air dalam minyak yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air tambahan (lanolin). Dasar salep serap juga bermanfaat sebagai emolien.

Dasar salep yang dapat dicuci dengan air
     Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air antara lain salep hidofilik yang lebih tepat disebut “krim”. Dasar salep ini dinyatakan juga sebagai “dapat dicuci dengan air” karena mudah dicuci dari kulit atau dilap basah, sehingga lebih dapat diterima untuk dasar kosmetik. Beberapa bahan obat dapat menjadi lebih efektif menggunakan dasar salep ini daripada dasar salep hidrokarbon. Keuntungan lain dari dasar salep ini adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan yang terjadi pada  kelainan dermatologik. Bahan obat tertentu dapat diserap lebih baik oleh kulit jika dasar salep lainnya. Contoh : salep hidrofilik
Dasar salep larut air
      Kelompok ini disebut juga “dasar salep tak berlemak” dan terdiri dari konstituen larut air. Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungan seperti dasar salep yang dapat dicuci dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut dalam air seperti parafin, lanolin anhidrat atau malam. Dasar salep ini lebih tepat disebut “gel”. Dasar salep ini mengandung komponen yang larut dalam air. Tetapi seperti dasar salep yang dapat dibersihkan dengan air, basis yang larut dalam air dapat dicuci dengan air. Basis yang larut dalam air biasanya disebut greaseless karena tidak mengandung bahan berlemak. Karena dasar salep ini sangat mudah melunak dengan penambahan air, larutan air tidak efektif dicampurkan dengan bahan tidak berair atau bahan padat. Contohnya salep polietilen glikol.
      Pemilihan dasar salep yang tepat untuk dipakai dalam formulasi tergantung pada pemikiran yang cermat atas beberapa faktor berikut:
1.      Laju pelepasan yang diinginkan bahan obat dari dasar salep
2.      Keinginan peningkatan oleh dasar salep absorbsi perkutan dari obat
3.      Kelayakan melindungi lembab dari kulit oleh dasar salep
4.      Jangka lama dan pendeknya obat stabil dalam dasar salep
5.      Pengaruh obat bila ada terhadap kekentalan atau hal lainnya dari dasar salep.
Semua faktor ini  dan yang lainnya harus ditimbang satu terhadap yang lainnya untuk  memperoleh dasar salep yang  paling baik. Harus dimengerti bahwa tidak ada dasar salep yang ideal dan juga tidak ada yang memiliki semua sifat yang diinginkan. Sebagai contoh suatu obat yang cepat terhidrolisis, dasar salep hidrolisis akan menyediakan stabilitas yang tinggi. Walaupun dari segi terapeutik dasar salep yang lain dapat lebih disenangi. Pemilihannya adalah untuk mendapatkan dasar salep yang secara umum menyediakan segala sifat yang dianggap paling diharapkan.
Cara pembuatan salep harus memenuhi peraturan umum :
a.              Zat yang dapat larut dalam salep dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendah
b.             Zat yang tidak cukup larut dalam dasar salep lebih dahulu diserbuk dan diayak dengan        derajat ayakan no. 100
c.              Zat yang mudah larut dalam air dan stabil, serta dasar salep mampu mendukung       menyerap air tersebut, dilarutkan dulu dalam air yang disediakan, setelah itu        ditambahkan dasar salep yang lainnya
d.             Bila dasar salep dibuat dengan peleburan maka campuran tersebut harus diaduk sampai        dingin


Pembuatan salep (Howard C Ansel, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Hal 506)
Pembuatan salep baik dalam ukuran besar maupun kecil, salep dibuat dengan dua metode umum:
> Pencampuran
Meliputi Pencampuran bahan padat dan cairan.
> Peleburan
Dengan metode peleburan, semua atau beberapa komponen dari salep dicampurkan dengan melebur bersama  dan didinginkan dengan pengadukan yang konstan sampai mengental.



III.       Data Preformulasi :
1.         Zat aktif
          Kloramfenikol (Farmakope Indonesia edisi IV halaman 189 ; FI III hal 144).
Rumus molekul               = C11H12Cl2N2O5.
Berat Molekul                 = 323,13.
Rumus Struktur               =

Pemerian                         = Hablur halus berbentuk jarum atau lempeng memanjang, putih hingga putih  kelabu atau putih kekuningan.
Kelarutan                        = Sukar larut dalam air, mudah larut dalam etenol, dalam propilena glikol.
Titik Lebur                      = Antara 1490 dan 1530 C.
pH                                   = Antara 4,5 dan 7,5.
OTT                                 = Endapan segera terbentuk bila kloramfenikol 500 mg dan eritromisin 250 mg atau tetrasiklin Hcl 500 mg dan dicampurkan dalam 1 liter larutan dekstrosa 5%.
             Stabilitas                         = Salah satu antibiotik yang secara kimiawi diketahui paling stabil dalam segala pemakaian. Stabilitas baik pada suhu kamar dan kisaran pH 2-7, suhu 25oC dan pH mempunyai waktu paruh hampir 3 tahun. Sangat tidak stabil dalam suasana basa. Kloramfenikol dalam media air adalah pemecahan hidrofilik pada lingkungan amida. Stabil dalam basis minyak dalam air, basis adeps lanae. (Martindale edisi 30 hal 142).
Dosis                               = Dalam salep 1 %  (DI 2010 hal 223-227).
Khasiat                            = Antibiotik, antibakteri  (gram positif, gram negatif, riketsia, klamidin), infeksi meningitis (Martindale edisi 30 hal 141).
Indikasi                           = Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap kloramfenikol.
Efek Samping                 = Kemerahan kulit angioudem, urtikaria dan anafilaksis.
Penyimpanan                   = Wadah tertutup rapat.
2.          Basis
·            Polietilenglikol 400 (FI III hal 504, Pharmaceutical Excipient edisi 6 hal 517).
Rumus Molekul               = H(O-CH2-CH2)nOH.
Berat Molekul                 = 380-420.
Pemerian                         = Cairan kental jernih; tidak berwarna atau praktis tidak berwarna; bau khas lemah; agak higroskopis.
Kelarutan                        = Larut dalam air, dalam etanol 95% P, dalam glikol lain.
Titik Beku                       = 40 C sampai 80 C.
Khasiat                            = Basis salep, pelarut.
Konsentrasi                     = Sampai 30% v/v.
OTT                                 = Tidak bercampur dengan beberapa zat pewarna.
Stabilitas                         = Dapat disterilkan dengan autoklaf, filtrasi dan penyinaran sinar gamma.
Penyimpanan                   = Wadah tertutup rapat.

·             Polietilenglikol 4000 (FI III hal 506, Pharmaceutical Excipient edisi 6 hal 517)
Rumus Molekul               = H(O-CH2-CH2)nOH.
Berat Molekul                 = 3000-3700.
Pemerian                         = Serbuk licin putih atau potongan putih kuning gading; praktis tidak berbau; tidak berasa.
Kelarutan                        = Mudah larut dalam air, dalam etanol (95%) P.
Titik Lebur                      = 500 sampai 580 C.
OTT                                 = Tidak bercampur dengan beberapa zat pewarna.
Stabilitas                         = Dapat disterilkan dengan autoklaf, filtrasi dan penyinaran sinar gamma.
Khasiat                            = Basis salep, pelarut.
Penyimpanan                   = Wadah tertutup rapat.


IV.     Alat dan Bahan
          Alat
1.                Lumpang dan mortir               11.  Anak timbangan
2.                Water bath                               12.  Cawan penguap
3.                Batang pengaduk                    13.  Tube
4.                Sudip                                       14.  Objek glass
5.                Spatula                                    15.  Thermometer
6.                Beaker glass                            16.  Stop watch
7.                Labu ukur                                17.  Tabung reaksi dan raknya
8.                Pipet volum                             18.  Erlenmeyer
9.                Viscometer Brookfield            19.  Kertas perkamen
10.            Timbangan

Bahan

1.           Kloramfenikol
2.           PEG 400
3.           PEG 4000


V.Formula
-   Kloramfenikol   1 %
-   PEG 400          39,6 %
-   PEG 4000        59,4 %
m.f.unguentum 200

VI.      Perhitungan dan Penimbangan
Ø Perhitungan
Formula
   Dibuat 200 gram
-                         Kloramfenikol  : 1%
              (1/100) X 200 gram       =     2    gram
-          Basis salep   : 100%   - 1%                   =   99    %
                                            (99/100) X 200 gram     = 198    gram
PEG 4000            : (60/100) X 198 gram     = 118,8 gram
PEG 400              : (40/100) X 198 gram     =   79,2 gram
Ø Penimbangan
Bahan
Penimbangan
Kloramfenikol 
2 gram
PEG 4000
118,8 gram
PEG 400
79,2 gram



VII.       Pembuatan
·                Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan
·                Ditimbang bahan – bahan yang diperlukan
·                Dibuat basis salep dengan cara :
PEG 4000 dan PEG 400 dilebur di water bath ad melebur (suhu 500 sampai 580 C) sempurna.
·                Digerus basis salep ad homogen.
·                Digerus Kloramfenikol ad halus dalam lumpang.
·                Dicampurkan basis salep ke dalam lumpang yang berisi kloramfenikol sedikit demi sedikit, digerus ad homogen.
·                Dimasukkan dalam tube, dikemas.
·                Dilakukan evaluasi (uji organoleptik, uji homogenitas dan uji viskositas)

VIII.      Evaluasi
1.  Uji Homogenitas
     Cara : Dioleskan salep diatas kaca objek. Lalu diratakan tipis-tipis. Diamati homogenitas bahan aktif dalam basis salep.

2. Viskositas dan Sifat Alir
1. Sediaan gel dimasukkan dalam wadah.
2. Diletakkan wadah tersebut pada alat viskometer, diatur spindel yang cocok dengan cara   mencelupkannya ke dalam sediaan.
3. Lalu diukur viskositas dan sifat alir sediaan tersebut.
Alat                : Viskometer Brookfield tipe RV
Konstanta alat           : 7187,0 dyne/cm
Viskositas       : Faktor x skala
Gaya ( F )       : skala x konstanta alat (RV)

IX.      Data Hasil Evaluasi
1.  Organoleptik
Warna  = Putih
Bentuk = Semi padat (cukup keras)
Bau      = Tidak berbau

2.  Uji Homogenitas
Formula salep (Kloramfenikol) = homogen

          3. Uji Viskositas dan Sifat Alir
No. spindel
rpm
Skala
Faktor
η (cPs)
Gaya (dyne/cm2)
6
0,5
57,2
20000
1144000
411096,4
6
1
57,25
10000
572500
411455,8
6
2
58
5000
290000
416846
6
1
57,25
10000
572500
411455,8
6
0,5
57,5
20000
1150000
413252,5



·         Perhitungan Viskositas ( η )
1.      Skala x Faktor = 57,2          x 20000           = 1144000       cPs
2.      Skala x Faktor = 57,25        x 10000           = 572500         cPs
3.      Skala x Faktor = 58             x 5000             = 290000         cPs
4.      Skala x Faktor = 57,25        x 10000           = 572500         cPs
5.      Skala x Faktor = 57,5          x 20000           = 115000         cPs
·         Perhitungan Gaya (F)
1.      Kv x Skala   = 7187             x 57,2              = 411096,4      dyne/cm2
2.      Kv x Skala   = 7187             x 57,25            = 411455,8      dyne/cm2
3.      Kv x Skala   = 7187             x 58                 = 416846         dyne/cm2
4.      Kv x Skala   = 7187             x 57,25            = 411455,8      dyne/cm2
5.      Kv x Skala   = 7187             x 57,5              = 413252,5        dyne/cm2

Sifat Alir
Formula
Sifat Alir
Formula salep (Kloramfenikol)
Pseudoplastis



X.        Pembahasan
1) Pada uji organoleptik, sediaan berbentuk setengah padat (salep) cukup keras, berwarna
putih dan tidak berbau. Uji ini untuk melihat terjadinya perubahan fase.
   2) Pada percobaan, digunakan basis PEG 4000 dan PEG 400 dengan perbandingan 60 : 40. Dengan formula basis PEG 4000 : PEG 400 = 60 : 40, jumlah PEG 4000 yang digunakan terlalu banyak, karena PEG 4000 berbentuk padatan  sehingga basis yang terbentuk cukup keras viskositasnya mirip lilin.
3) Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui kehomogenan zat aktif dalam basis, sehingga setiap kali salep tersebut digunakan dosisnya sama.
4) Selain itu, uji homogenitas ini melihat apakah masih ada partikel obat yang terlalu kasar yang dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Homogenitas juga dapat dipengaruhi oleh faktor penggerusan yang dilakukan pada saat pembuatan.
5) Pada uji homogenitas ini, formula salep (Kloramfenikol) menunjukkan hasil yang homogen di atas kaca objek, tidak terlihat adanya partikel-partikel kecil yang membuat salep terasa kasar. Ini menunjukkan bahwa penggerusan yang dilakukan tepat walaupun hasil sediaan cukup keras.
6) Uji viskositas dan sifat alir adalah untuk mengetahui seberapa besar tahanan yang diberikan oleh sediaan dan bagaimana sifat alirnya bila diperlakukan pada berbagai tingkatan gaya.
7) Sifat alir yang diharapkan pada sediaan semi solid adalah sifat alir thiksotropi yang mana pada keadaan diam menyerupai suatu gel, ketika digunakan mengalami transformasi dari gel ke sol dan pada saat tekanan ditiadakan struktur tersebut mulai terbentuk kembali secara perlahan. Dari hasil uji evaluasi tentang viskositas dan rheologi, sifat alir yang diperoleh adalah pseudoplastis.
8) Sifat alir dari salep yang terbentuk adalah Pseudoplastis karena pada rpm 1, nilai viskositas yang naik ataupun turun adalah sama. Pada nilai rpm 0,5 , nilai viskositas seharusnya juga sama untuk kurva yang naik ataupun turun namun hasil praktikum menunjukkan berbeda, yang disebabkan karena kesalahan pada saat praktikum seperti kesalahan membaca skala, atau setelah menggunakan rpm 1 untuk kurva turun, salep tidak didiamkan cukup lama sehingga viskositasnya belum kembali ke keadaan normal.

XI. Kesimpulan
1.      Uji Homogenitas :
  Formula salep (Kloramfenikol) = homogen
                  2.   Uji Viskositas dan Sifat Alir
Formula
Sifat Alir
Formula salep (Kloramfenikol)
Pseudoplastis

XII. Saran
· Dianjurkan untuk basis salep perbandingan PEG 4000 lebih sedikit dari PEG 400 agar mendapatkan bentuk sediaan salep yang viskositasnya lebih baik. Sebab sediaan salep jika padatannya (PEG 4000) lebih banyak dapat membuat sediaan mengeras atau viskositasnya lebih tinggi dari yang seharusnya.

·  Untuk menghindari kesalahan hasil uji viskositas (kurva naik dengan kurva turun tidak sama) yang dapat dilakukan antara lain teliti membaca skala atau setelah menggunakan rpm dari yang satu ke rpm selanjutnya didiamkan beberapa menit terlebih dahulu sehingga viskositasnya kembali ke keadaan normal.

XIII.  Daftar Pustaka
1.                 Departemen kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia edisi III. Jakarta : Depkes RI
2.               Departemen kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia edisi IV. Jakarta : Depkes RI
3.               Ansel C. Howard. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi IV UI Press, Jakarta.
4.              Sweetman, Sean C, dkk. 2002. Martindale The Complete Drug Reference Thirty-third Edition. London : Pharmaceutical Press
5.             Rowe, Raymond C, dkk. 2009. Handbook Of Pharmaceutical Excipients Sixth Edition. London : Pharmaceutical Press

1 comment: