Pasang Iklan Di Sini

Friday, August 16, 2013

(37) 38 berkah utama, arti dan penjelasannya

(Dijual sebuah Counter di dalam City Mall Tangerang, ukuran 2 x 2 meter. Harganya sangat murah, hanya Rp 110 juta saja. Cocok untuk usaha di dalam Mall. Hubungi: 0818111368 / 02190450533. Pin bb: 7dfe719a. Foto counter menyusul. Bagi yang membantu memasarkan, akan dapat komisi.)

======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram   = Rp. 8.000,-
2. 250 gram   = Rp. 10.000,-
3. 500 gram   = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-

Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a


37. Virajam
Tanpa noda

Noda mengotori pikiran. Ketika noda tersebut telah lenyap, pikiran menjadi bersih dan tenang. Pikiran demikian mampu melihat realitas sesungguhnya.

Pada saat lahir, pikiran manusia masih bersih dan tidak ternoda. Tetapi kemudian, manusia terus bertumbuh dan berbagai kondisi duniawi mulai mempengaruhi pikirannya . Kekotoran-kekotoran ini menodai pikiran, Ketika pikirannya ternodai, kondisi yang ada memicu berbagai tindak kejahatan, menimbulkan malapetaka dan ketidak beruntungan.

Nafsu (raga) merupakan salah satu noda pikiran yang paling tercela. Mereka yang pikirannya dipenuhi raga akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak rasional. Akibat dari keinginan tersebut, mereka melakukan tindakan-tindakan merusak.

Membasmi kekotoran batin tidaklah mudah. Untuk mencapai pembebasan, noda-noda tersebut haruslah diputuskan sampai-akar-akarnya . Hal ini ibarat mencabut akarpohon tanpa sisa sehingga noda-noda tersebut tidak akan tumbuh lagi.

“Yathapi mule anupaddave dalhe
Chinno pi rukkho punare va ruhati
Evampi tanhanusaye anuhate
Nibbattati dukkhamidam
Punappunam”                          (Dhamapada 338)


“Bagaikan pohon yang telah tumbang tubuh kembali, jika akar-akarnya masih kuat. PEnderitaan tumbuh kembali bila kemelkatan yang kuat tidak terkikis habis.”
Di antara semua kekotoran batin, tanha (keinginan) yang paling berbahaya. Melepaskan total keinginan bukan hal yang mudah. Namun bila kita berhasil mencabut sampai ke akar-akarnya., kita memperoleh kemajuan spiritual.

“Yo cettam sahati jammim
Tanham loke duraccayam
Soka tamha papatanti
Udabindu va pokkhara” (Dhammapada 336)

Apabila setiap orang didunia mampu mencabut sampai ke akar-akarnya keinginan tanha-yang sulit dipadamkan, dari orang tersebut kesedihan akan lenyap, seperti air menetes dari daun teratai.
Noda batin digambarkan sebagai “rajas” –debu atau polusi, ini dkarenakan noda tersebut merusak pikiran yang bersih. Mereka yang mempu melenyapkan kekotoran batin disebut “viraja” – orang yang ebbas dari kekotoran batin.

Bila pikiran dicemari dengan debu kekotoran batin, cara berpikir kita pun ikut tercemar melalui pikiran yang tidak bersih, berakibat pada tindakan yang salah. Dengan demikian ketika pikiran kita dicemari dengan hawa nafsu dan kebencian, kehidupan menjadi merosot.


No comments:

Post a Comment