DIBUTUHKAN SEGERA KARYAWAN UNTUK MENJAGA TOKO DI DAERAH DEPOK , PRIA / WANITA MINIMAL LULUSAN SMP
KIRIM CV KE ALAMAT EMAIL :
ricky_kurniawan02@yahoo.com
PALING LAMBAT TANGGAL 31 MARET 2015
KIRIM CV KE ALAMAT EMAIL :
ricky_kurniawan02@yahoo.com
======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb:
7dfe719a
======================================================
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a
Pria Ternyata Lebih Romantis daripada Wanita
Tribunnews.com - Jumat, 21 Januari
2011 03:40 WIB
Berita Lainnya
- Wah, Anggota DPR Australia Terlibat Skandal Seks
- Disetubuhi Pria Beristri, Pelajar Lapor
Polisi
- Baru 10 Menit Dilayani PSK, PNS Ini Kejang
Lalu Tewas
- Bulan Ramadan, PSK di Bandung Masih Layani
Tamu
- Laporan Pelecehan Seksual Oknum Jaksa Hanya
Pengalih…
- Polisi Diselidiki Karena Bercinta dengan 3
Wanita…
TRIBUNNEWS.COM
- Dalam film
No Strings Attached yang dibintangi Ashton Kutcher dan Natalie Portman,
dikisahkan bagaimana tokoh Adam muncul di kantor kekasihnya, Emma, dengan
membawa balon. Hal ini ternyata membuat berang Emma, karena menganggap Adam
melanggar perjanjian bahwa mereka tidak akan memperlihatkan hubungan mereka di
depan orang lain.
Hal ini
ternyata bukan sekadar menjadi adegan khas komedi situasi. Dr Terry Orbuch,
psikolog sosial yang telah memelajari 373 pasangan menikah selama 24 tahun,
mengatakan bahwa kejadian tersebut didasari fakta bahwa pria lebih romantis
daripada wanita.
Ketika mewawancarai pasangan-pasangan tersebut, Orbuch mendapati bahwa para suami cenderung menggambarkan istri mereka dalam istilah-istilah romantis tradisional, sedangkan para istri berbicara lebih praktis mengenai hubungan mereka.
Ketika mewawancarai pasangan-pasangan tersebut, Orbuch mendapati bahwa para suami cenderung menggambarkan istri mereka dalam istilah-istilah romantis tradisional, sedangkan para istri berbicara lebih praktis mengenai hubungan mereka.
“Waktu kami
meminta para suami untuk menceritakan bagaimana awal pertemuan mereka dengan
istri-istri mereka, kisah mereka lebih dibumbui secara romantis," kata
Orbuch, yang memaparkan hasil penelitiannya dalam buku 5 Simple Steps to Take
Your Marriage from Good to Great. "Mereka bercerita bagaimana mereka
terpesona, jatuh cinta luar biasa; dan mereka menggunakan istilah-istilah
seperti 'belahan jiwa' dan 'cinta pada pandangan pertama'. Bertentangan dengan
hal tersebut, perempuan bercerita bagaimana mereka berhati-hati pada
pasangannya ketika pertama kali berhubungan, dan menjaga agar mereka tidak
terburu-buru mendekatkan diri."
Pernyataan
cinta juga muncul dalam sikap. Meskipun sikap romantis ini berbeda-beda antara
pasangan satu dan yang lainnya, namun menurut Orbuch pria cenderung menjunjung
tinggi keyakinan dalam dongeng seperti "bahagia selamanya" daripada
wanita.
Hasil
penelitian ini rupanya sejalan dengan hasil survei terhadap 21.000 pria dan
wanita yang dilakukan situs Queendom. Saat merespons pertanyaan soal cinta,
pria lebih romantis dalam menggambarkannya, dengan menggunakan ekspresi yang
cenderung dihindari kaum perempuan seperti "takdir" atau "cinta
menaklukkan segalanya". Hal ini cukup mengejutkan, karena,
"Kebanyakan pria cenderung dinilai tidak romantis. Namun Anda harus
memahami mengapa bisa begitu, untuk menghargai mereka," tutur pemimpin
studi, Ilona Jerabek, PhD.
Bahwa pria tidak romantis, sedikit banyak hal ini dipengaruhi oleh tradisi. Pujian tergolong sulit mereka dapat, dan pembicaraan mengenai perasaan hati yang terdalam juga tidak biasa dilakukan. “Pria tidak mendapatkan afirmasi dari teman-teman dan keluarga dalam jumlah yang sama dengan yang didapat wanita," jelas Orbuch. "Mereka bergantung pada feedback positif yang mereka dapat dalam relasi dengan pasangan untuk kesejahteraan mental mereka secara keseluruhan."
Bahwa pria tidak romantis, sedikit banyak hal ini dipengaruhi oleh tradisi. Pujian tergolong sulit mereka dapat, dan pembicaraan mengenai perasaan hati yang terdalam juga tidak biasa dilakukan. “Pria tidak mendapatkan afirmasi dari teman-teman dan keluarga dalam jumlah yang sama dengan yang didapat wanita," jelas Orbuch. "Mereka bergantung pada feedback positif yang mereka dapat dalam relasi dengan pasangan untuk kesejahteraan mental mereka secara keseluruhan."
Sebuah studi
dari profesor Wake Forest Psychology bahkan mengatakan bahwa kaum pria mereka
lebih bugar saat berada dalam hubungan. Hal ini bisa menjelaskan mengapa mereka
cenderung memuji pasangan mereka sebagai belahan jiwa, sebab kebutuhan
emosional dan fisik yang sulit mereka dapat akhirnya terpenuhi.
Teori lain
juga muncul, berkaitan mengenai kepercayaan pria pada cinta pandangan pertama
dan cepat jatuh cinta. Hal ini dikarenakan otak mereka mampu bereaksi lebih
cepat terhadap isyarat-isyarat visual tertentu. Dalam scanning MRI,
terlihat bahwa area otak yang mengontrol emosi pada wanita cenderung kurang
aktif, ketika diperlihatkan isyarat visual yang sama. Dengan kata lain, ketika
melihat sesuatu yang mereka sukai, wanita menanggapinya dengan sikap
kehati-hatian.
Nah, lalu, jika pria memang begitu romantis, mengapa mereka mendapatkan reaksi yang sebaliknya? Menurut para peneliti, hal ini lebih disebabkan salah pengertian. "Perempuan lebih bereaksi terhadap kata-kata, sehingga mereka ingin pasangannya menyatakan perasaannya berulangkali," kata Orbuch. "Sedangkan pria bereaksi terhadap perilaku, sehingga mereka cenderung menunjukkan perasaan melalui perilaku. Akibatnya, ya, enggak nyambung."
Nah, lalu, jika pria memang begitu romantis, mengapa mereka mendapatkan reaksi yang sebaliknya? Menurut para peneliti, hal ini lebih disebabkan salah pengertian. "Perempuan lebih bereaksi terhadap kata-kata, sehingga mereka ingin pasangannya menyatakan perasaannya berulangkali," kata Orbuch. "Sedangkan pria bereaksi terhadap perilaku, sehingga mereka cenderung menunjukkan perasaan melalui perilaku. Akibatnya, ya, enggak nyambung."
Untuk
mengantisipasi hal ini, Orbuch menyarankan para pasangan untuk memahami
batasan-batasan dan kebutuhan gender mereka. Perempuan bisa bilang "I
love you", tapi pria lebih suka mengekspresikan ketiga kata tersebut
dengan menjemput pasangannya dari kantor, atau menemani belanja. Kalau sudah
begini, kan tidak ada lagi yang sakit hati karena merasa tidak diperhatikan.
http://www.tribunnews.com/2011/01/21/pria-ternyata-lebih-romantis-daripada-wanita
No comments:
Post a Comment