(Dijual sebuah Counter di dalam City Mall Tangerang, ukuran 2 x 2 meter. Harganya sangat murah, hanya Rp 110 juta saja. Cocok untuk usaha di dalam Mall. Hubungi: 0818111368 / 02190450533. Pin bb: 7dfe719a. Foto counter menyusul. Bagi yang membantu memasarkan, akan dapat komisi.)
======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb:
7dfe719a
======================================================
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a
Ups, Perceraian Rawan Terjadi karena
Pria Menganggur
Lifestyle + / Senin, 29 Agustus 2011 13:23 WIB
Lifestyle + / Senin, 29 Agustus 2011 13:23 WIB
Pria
depresi bila harus tinggal di rumah tanpa penghasilan.(Kpl)
PRIA atau ayah yang menganggur sering kali mengalami depresi.
Terlebih lagi bila mereka hanya melakuakn pekerjaan rumah sepanjang hari
seperti merawat anak-anak. Itu dikarenakan 'panggilan jiwa' mereka sebagai
kepala keluarga.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat mendapatkan hasil para ayah justru lebih suka memilih menjadi seorang perampok ketimbang menganggur. Sebagian besar para ayah tak terima bila hanya tinggal di rumah.
Liana Sayer, seorang profesor psikologi di Ohio State University, mengatakan seorang wanita bisa mempertimbangkan bercerai jika ia bekerja daripada jika tidak bekerja. Tapi pria tak mempertimbangkan hal itu.
"Peran wanita telah berubah banyak, tetapi kami melihat perubahan yang lebih sedikit dalam peran pria," ujar Sayer pada majalah Time.
Bahwa peran pria sebagai pencari nafkah dalam keluarga masih mendapat perhatian dan peran yang penting bagi pasangan mereka. Jika ada seorang pria yang tidak membawa uang, maka hal itu tidak dapat diterima. Sementara pada wanita, tidak masalah apakah dia memiliki penghasilan ataupun tidak. Itulah yang disebut resolusi asimetris.
Sayer dan tim penelitinya mengumpulkan data pada lebih dari 3.600 pasangan yang berpartisipasi dalam National Survey of Families and Households yang didanai oleh National Institutes of Health. Para peneliti awalnya berpikir bahwa pria yang tidak bekerja menceraikan pasangan mereka karena tidak bahagia. Tetapi tidak selalu seperti itu. Depresi yang dihadapi pria karena tidak bekerja menjadi faktor penentu dalam hal ini.
"Para pria yang tidak memiliki pekerjaan akan mulai untuk meninggalkan hubungan mereka sekaligus meningkatkan risiko wanita untuk juga meninggalkan hubungan tersebut, " ujar Sayer pada majalah Time.
Selain itu, Sayer menambahkan bahwa para pria masih berpegang pada stigma bahwa pria yang tidak bekerja adalah hukuman dan tidak benar jika mereka harus berada di rumah untuk mengerjakan pekerjaan perempuan sebagai pengurus rumah tangga. (kpl/RRN)
Sebuah penelitian di Amerika Serikat mendapatkan hasil para ayah justru lebih suka memilih menjadi seorang perampok ketimbang menganggur. Sebagian besar para ayah tak terima bila hanya tinggal di rumah.
Liana Sayer, seorang profesor psikologi di Ohio State University, mengatakan seorang wanita bisa mempertimbangkan bercerai jika ia bekerja daripada jika tidak bekerja. Tapi pria tak mempertimbangkan hal itu.
"Peran wanita telah berubah banyak, tetapi kami melihat perubahan yang lebih sedikit dalam peran pria," ujar Sayer pada majalah Time.
Bahwa peran pria sebagai pencari nafkah dalam keluarga masih mendapat perhatian dan peran yang penting bagi pasangan mereka. Jika ada seorang pria yang tidak membawa uang, maka hal itu tidak dapat diterima. Sementara pada wanita, tidak masalah apakah dia memiliki penghasilan ataupun tidak. Itulah yang disebut resolusi asimetris.
Sayer dan tim penelitinya mengumpulkan data pada lebih dari 3.600 pasangan yang berpartisipasi dalam National Survey of Families and Households yang didanai oleh National Institutes of Health. Para peneliti awalnya berpikir bahwa pria yang tidak bekerja menceraikan pasangan mereka karena tidak bahagia. Tetapi tidak selalu seperti itu. Depresi yang dihadapi pria karena tidak bekerja menjadi faktor penentu dalam hal ini.
"Para pria yang tidak memiliki pekerjaan akan mulai untuk meninggalkan hubungan mereka sekaligus meningkatkan risiko wanita untuk juga meninggalkan hubungan tersebut, " ujar Sayer pada majalah Time.
Selain itu, Sayer menambahkan bahwa para pria masih berpegang pada stigma bahwa pria yang tidak bekerja adalah hukuman dan tidak benar jika mereka harus berada di rumah untuk mengerjakan pekerjaan perempuan sebagai pengurus rumah tangga. (kpl/RRN)
http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/08/29/63010/Ups-Perceraian-Rawan-Terjadi-karena-Pria-Menganggur
No comments:
Post a Comment