(Dijual sebuah Counter di dalam City Mall Tangerang, ukuran 2 x 2 meter. Harganya sangat murah, hanya Rp 110 juta saja. Cocok untuk usaha di dalam Mall. Hubungi: 0818111368 / 02190450533. Pin bb: 7dfe719a. Foto counter menyusul. Bagi yang membantu memasarkan, akan dapat komisi.)
======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb:
7dfe719a
======================================================
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a
Tips Menjaga Keutuhan Rumah Tangga
43 persen pasangan menikah berakhir dengan perpisahan.
Kamis, 5
Maret 2009, 14:26 WIB
Nenden
Novianti

Pasangan
(corbis.com)
BERITA
TERKAIT
- Buku Tips Kencan Ala Bocah Jadi Best Seller
- Alasan Pria Betah Menikah
- 10 Cara Menumbuhkan Harga Diri Pasangan
- Mengapa Pasangan Kesepian
- Gerakan Sederhana Menjaga Keintiman
VIVAnews
- Pernikahan adalah pekerjaan berat,
tapi bisa menjadi pengalaman hidup yang paling berharga. Bila anda tak
ingin menjadi bagian dari 43 persen pasangan yang mengakhiri pernikahannya
dengan perpisahan atau perceraian dalam 15 tahun terakhir, maka anda harus
mempertimbangkan tindakan pencegahan yanag disarankan oleh Lorna Jorgenson
Wendt, pendiri sekaligus presiden dari Equality in Marriage.
Sebuah
organisasi nirlaba yang menyediakan informasi dna dukungan bagi pria dan
wanita, sehingga mereka bisa menjaga kemitraan setara.
Wendt menggambarkan 50-50 pernikahan sebagai satu kesatuan, dimana keduanya, si pria dan si wanita merasa berharga.
Wendt menggambarkan 50-50 pernikahan sebagai satu kesatuan, dimana keduanya, si pria dan si wanita merasa berharga.
Equality
in Marriage terlahir saat suami Wendt selama 32 tahun, mantan CEO General
Electric Capital Gary Wendt, menginginkan perceraian. Wendt yakin bahwa
dia adalah mitra setara dalam hubungan itu dan memutuskan melawan ketika hanya
ditawari 10 persen dari aset pasangan ini.
Wendt
menang dan mendapatkan lebih banyak, kemenangannya menjadi simbol perjuangan
wanita senasib. Sekarang Wendt menjadikan ini sebagai pekerjaan, memberikan
saran pada pasangan lain dan membantu mereka belajar dari kesalahannya. Jauh
sebelum bercerai di pengadilan menjadi pilihan.
Berikut
lima cara dari Wendt untuk menjaga keutuhan pernikahan :
1.
Kenali diri sendiri. Setiap wanita perlu waktu berkualitas untuk dirinya
sendiri. Anda haru tahu kesenangan, tujuan dan mimpi-mimpi di setiap wilayah,
termasuk potfolio keuangan.
“Wanita
harus bisa berkata, saya sanggup sendirian di dunia ini dan akan baik-baik
saja,” kata Wendt. Bahkan meski anda sudah menikah, hanya tak sepenuhnya siap
menjadi bagian dari pasangan, kecuali anda mandiri dan bisa menjaga diri
sendiri. Anda juga perlu tahu apa yang diinginkan, sehingga bisa
mengkomunikasikan itu kepada suami anda.
2.
Jangan sepelekan pasangan anda. Hangatkan selalu hubungan anda. Manusia perlu
merasa dibutuhkan. Suami anda ingin tahu apakah dia penting dalam pernikahan
anda, dan anda juga butuh merasakan hal yang saa mengenai diri anda.
Anda
berdua harus saling mengatakan dan menunjukkan pada pasangan apa yang anda
rasakan dan apa yang anda butuhkan. “Sesederhana itu, “ kata Wendt. Ciuman
hangat tanpa alasan, atau surat cinta yang sentimental bisa dilakukan
sebagai cara menghangatkan hubungan.
3.
Bicaralah. Satu tujuan utama Equality in Marriage adalah menciptakan dialog
antara pasangan, membuat mereka mulai berdiskusi segala sesuatu dari urusan
memiliki anak hingga mengurus rekening bank bersama, terutama sebelum
menuju pelaminan. Meskipun demikian tak ada kata terlambat, bagi pasangan yang
menikah masih bisa meningkatkan kualitas komunikasi anda.
Saran
Wendt, bicarakan secara terbuka dan jujur soal masalah sehari-hari yang muncul
dalam hidup bersama anda dan pasangan. Berapa anak yang ingin dimiliki, apakah
salaah satu dari anda akan tinggal di rumah mengurus anak-anak. Bila iya, siapa
? Apa filosofi masing-masing soal uang? Dan daftar panjang masalah sehari-hari
lainnya.
4. Buatlah perjanjian pra nikah. Untuk mereka yang mengatakan ini sama sekali tidak romantis dan pesimis, Wendt tidak setuju. “Anda tak akan membuat atap baru di rumah anda tanpa kontrak, bukan ?,” kata Wendt.
4. Buatlah perjanjian pra nikah. Untuk mereka yang mengatakan ini sama sekali tidak romantis dan pesimis, Wendt tidak setuju. “Anda tak akan membuat atap baru di rumah anda tanpa kontrak, bukan ?,” kata Wendt.
Wendt
berpendapat membuat perjanjian pra nikah sebelum menikah atau perjanjian
setelah memasuki pernikahan, justru untuk melindungi pernikahan dan memberi
kesempatan bagi pernikahan anda peluang bertahan.
Belajar lah soal hukum yang diperlukan untuk pernikahan masa kini, saran Wendt. Menurut survey terbaru Equality in Marriage, 70 persen pasangan menikah melaporkan tak tahu soal hukum pernikahan dan perceraian di negara bagian mereka.
Belajar lah soal hukum yang diperlukan untuk pernikahan masa kini, saran Wendt. Menurut survey terbaru Equality in Marriage, 70 persen pasangan menikah melaporkan tak tahu soal hukum pernikahan dan perceraian di negara bagian mereka.
Fakta
yang menurut Wendt cukup mengerikan. Lakukan riset saat semua orang sedang
dalam keadaan baik. Anda mungkin akan membutuhkannya kelak.
5.
Jagalah keintiman tetap hidup meski telah menjadi orang tua. Suami atau istri
kadang kehilangan fokus pada pasangannya saat mereka sudah memiliki anak.
Tapi
Wendt mengatakan secara tegas bahwa suami dan istri perlu memaksakan diri untuk
memiliki waktu berdua. Mereka perlu melanjutkan diskusi soal hubungan,
menjalaninya lebih baik dan menikmatinya satu sama lain.
Dengan
kata lain, pergilah berkencan, ciptakan suasana intim berdua, dan pastikan
jadwal untuk bersenang-senang. Karena, keintiman ini adalah lem perekat yang
membuat suami dan istri tetap bertahan dalam pernikahan.
http://kosmo.vivanews.com/news/read/36526-tips_menjaga_keutuhan_rumah_tangga
No comments:
Post a Comment