(Dijual sebuah Counter di dalam City Mall Tangerang, ukuran 2 x 2 meter. Harganya sangat murah, hanya Rp 110 juta saja. Cocok untuk usaha di dalam Mall. Hubungi: 0818111368 / 02190450533. Pin bb: 7dfe719a. Foto counter menyusul. Bagi yang membantu memasarkan, akan dapat komisi.)
======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb:
7dfe719a
======================================================
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a
Sukses Menjadi Ayah Baru
Sabtu,
27 Agustus 2011 - 10:01 wib
Serunya menjadi ayah baru (Foto: Corbis)
MEMILIKI bayi bagi seorang ayah baru seperti Anda tentu momen yang
menakjubkan sekaligus membingungkan. Bagaimana cara agar bayi tersebut bisa
memiliki ikatan yang kuat dengan Anda?
Menjadi seorang ayah tentu suatu pengalaman yang menarik, tetapi juga sebuah kegiatan yang belum “terpetakan”. Anda mungkin tidak pernah mengganti popok atau menenangkan bayi saat menangis. Anda juga tentu tidak bisa menyusui, yang disebutsebut sebagai pengalaman ikatan batin paling dalam hampir di semua buku pengasuhan yang telah Anda baca.
Jadi, bagaimana cara membangun hubungan khusus dengan bayi Anda, dan dalam hal apa bisa Anda sesuaikan dengan gambaran aslinya? “Selain tindakan fisik terkait keperawatan, ayah dapat melakukan segala sesuatu yang lain,” kata Mark Diamond MD, seorang dokter anak yang berpraktik di Pittsburgh, Amerika Serikat, yang juga seorang profesor pediatrik di University of Pittsburgh School of Medicine.
“Memegang bayi, bermain dengan bayi, berpelukan, menenangkannya. Sulit untuk melakukan sesuatu yang terlalu salah bila Anda menyayangi bayi Anda dengan tulus dan menghabiskan waktu bersamanya,” lanjutnya seperti dikutip laman WebMD. Cara pertama untuk membangun ikatan yang kuat dengan bayi adalah lakukan hal tersebut secepatnya.
Sejumlah pria calon ayah sudah mulai mencoba untuk berinteraksi dengan bayinya sebelum anaknya itu lahir. Mereka akan bernyanyi atau membaca buku-buku di perut buncit pasangannya secara teratur karena mereka pernah mendengar bahwa bayi yang baru lahir akan langsung mengenali nada dan pola suara ibu dan ayah mereka.
Jika berbicara dengan bayi dalam kandungan bukan merupakan gaya Anda meskipun diketahui dapat memperkuat hubungan dengan anak yang belum lahir, Anda hanya perlu berada dekat dengan pasangan Anda.
“Temani istri saat mengunjungi dokter kandungan, periksa USG, dan kelas menyusui,” ujar David Hill MD, seorang dokter anak di Wilmington NC, Amerika Serikat, dan penulis buku “Between Us Dads: A Father’s Guide to Child Health”.
“Memiliki hubungan yang erat, yaitu terlibat dengan proses, karena seorang calon ibu yang merasa didukung lebih oleh suaminya cenderung untuk melibatkan suaminya itu lebih banyak dalam hal pengasuhan anak di kemudian hari. Dan, terlibat lebih berarti lebih mungkin untuk terkoneksi lebih kuat dengan anak,” imbuhnya.
Jika Anda belum menghabiskan banyak waktu untuk dekat dengan bayi Anda, buatlah rencana untuk menghabiskan sore dengan teman Anda yang juga menjadi ayah baru dan bayinya sebelum bayi Anda lahir.
Sebuah pengalaman harus membuat Anda cukup percaya diri dan fokus untuk mengenal bayi Anda di ruang bersalin daripada mengkhawatirkan apakah Anda sudah menggendong dia dengan benar.
Setelah bayi Anda lahir, cari tahu cara mengasuh dari para perawat di rumah sakit selama hari-hari pertama kehidupan anak Anda. “Mereka dapat memberikan tips praktis tentang mengganti popok, menjaga bayi, mengatasi saat dia bersendawa. Pokoknya semua hal yang indah untuk seorang ayah lakukan,” kata Emily Borman-Shoap MD, direktur medis untuk perawatan bayi baru lahir di Rumah Sakit Anak Amplatz di University of Minnesota, Minneapolis, dan asisten profesor pediatrik di University of Minnesota Medical School.
Kurangi kekhawatiran Anda. Jika Anda tidak berpikir diri Anda berperan ayah secara alami, Anda mungkin takut jika tidak akan terhubung dengan bayi Anda sedalam pasangan Anda. Namun, yakinlah bahwa selama Anda menghabiskan waktu dengan bayi, Anda akan mengembangkan sebuah ikatan antara Anda berdua.
Meskipun hal itu tidak tampak jelas selama beberapa hari pertama, ketika ikatan antara ibu dan bayi sudah mulai berjalan.
“Ini bukan sebuah kompetisi,” ujar Caroline DiBattisto MD, seorang dokter bagian perkembangan dan perilaku anak di Augusta, Ga, Amerika Serikat dan asisten profesor pediatrik di Georgia Health Sciences University.
“Orangtua harus saling mendukung dan bekerja sama sebagai sebuah tim. Sangat penting bagi para ayah untuk bersantai, menjadi diri sendiri, membantu sang istri, menghabiskan waktu dengan bayi dan menikmati waktu khusus,” tuturnya.
Beberapa ayah baru mungkin ragu-ragu untuk mengasuh bayi terlalu sering, terutama yang berhubungan dengan perasaan tanggung jawab karena takut menyakiti bayi yang baru lahir yang tampak tak berdaya. Namun, menghadapi ketakutan dan penolakan justru akan memberi Anda kepercayaan diri sebagai orang tua baru.
“Saya pikir banyak ayah yang merasa gugup karena bayi sangat rapuh dan entah bagaimana mereka merasa akan melakukan sesuatu yang salah. Tapi saya yakin mereka tidak akan seperti itu,” imbuh Borman-Shoap.
“Jangan khawatir untuk menjadi yang sempurna. Hal terburuk yang terjadi jika Anda mengganti popok adalah terkena tinja atau kencing mereka. Anda dapat mencucinya, coba lagi, dan tertawa tentang hal itu. Anda perlu merasakan dan mencobanya,” ujarnya.
Jika bayi Anda diadopsi atau diasuh oleh ibu pengganti, Anda mungkin merasa bahwa Anda harus melakukan sesuatu yang ekstra lebih untuk mendorong masuk dalam proses ikatan yang kuat, tetapi hal ini tidak perlu diperlukan.
http://lifestyle.okezone.com/read/2011/08/27/196/497001/sukses-menjadi-ayah-baru
No comments:
Post a Comment