(Dijual sebuah Counter di dalam City Mall Tangerang, ukuran 2 x 2 meter. Harganya sangat murah, hanya Rp 110 juta saja. Cocok untuk usaha di dalam Mall. Hubungi: 0818111368 / 02190450533. Pin bb: 7dfe719a. Foto counter menyusul. Bagi yang membantu memasarkan, akan dapat komisi.)
======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb:
7dfe719a
======================================================
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a
Studi: Obesitas Pemicu Diabetes
Memiliki bobot ideal bukan sekadar persoalan estetika, tapi
pencegahan penyakit kronis.
Sabtu, 27
Agustus 2011, 13:28 WIB
Pipiet Tri
Noorastuti

ilustrasi
wanita gemuk (doc.Corbis)
BERITA
TERKAIT
- Tidur Setelah Mematikan Alarm Bikin Lelah
- Empat Tanda Kolesterol 'Menyerang' Kaki
- Ini Lima Pemicu Ketidaksuburan Perempuan
- Cara Mudah Melindungi Memori
- Lima Langkah Menyeimbangkan Hormon
VIVAnews
- Memiliki berat tubuh ideal bukan
sekadar persoalan estetika. Para ilmuwan menemukan alasan mengapa mereka yang
gemuk atau menderita obesitas rentan terserang gangguan kesehatan kronis
seperti penyakit jantung dan diabetes.
Mereka melakukan penelitian dengan melihat secara spesifik kemungkinan sindroma metabolisme pada orang gemuk. Sindroma ini umumnya ditandai gejala peningkatan tekanan darah, naiknya gula darah, kelebihan lemak pada perut dan tingkat kolesterol di luar batas.
Dalam penelitian itu, mereka menemukan sel lemak melepaskan indikator yang berhubungan dengan kekebalan insulin serta peradangan kronis pada jantung dan pembuluh darah. “Beberapa lemak dapat berbahaya bagi tubuh,” kata Ishwarlal Jialal, profesor bidang endikronologi, diabetes, dan metabolisme UC Davis, seperti dikutip Times of India.
Jialal membuktikan sindroma metabolisme berisiko tinggi pada orang yang menderita obesitas. Namun, ia mengatakan bahwa sindroma metabolik ini dapat disembuhkan melalui diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan hingga batas ideal.
Jialal melakukan penelitian ini selama 34 tahun. Persoalan utama adalah pasien terlambat melakukan melakukan pencegahan. “Sekali orang terkena penyakit kardiovaskular atau diabetes, itu sudah terlambat dan biaya pengobatannya sangat mahal,” kata Jialal seperti yang tertulis dalam jurnal Clinical Endocrinology and Metabolism.
Mereka yang tergolong obesitas memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30. Sedangkan orang gemuk dibatasi pada skala 25-30, dan tubuh ideal sebesar 18,5-24,9.
IMT dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi). Sebagai gambaran, seseorang berbobot 70 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter memiliki IMT 27,4 kilogram per meter persegi. Angka yang memposisikan dia dalam kategori gemuk itu muncul setelah membagi bilangan 70 kilogram dengan 2,56 meter persegi (1,6 meter x 1,6 meter). (Rudy Bun)
Mereka melakukan penelitian dengan melihat secara spesifik kemungkinan sindroma metabolisme pada orang gemuk. Sindroma ini umumnya ditandai gejala peningkatan tekanan darah, naiknya gula darah, kelebihan lemak pada perut dan tingkat kolesterol di luar batas.
Dalam penelitian itu, mereka menemukan sel lemak melepaskan indikator yang berhubungan dengan kekebalan insulin serta peradangan kronis pada jantung dan pembuluh darah. “Beberapa lemak dapat berbahaya bagi tubuh,” kata Ishwarlal Jialal, profesor bidang endikronologi, diabetes, dan metabolisme UC Davis, seperti dikutip Times of India.
Jialal membuktikan sindroma metabolisme berisiko tinggi pada orang yang menderita obesitas. Namun, ia mengatakan bahwa sindroma metabolik ini dapat disembuhkan melalui diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan hingga batas ideal.
Jialal melakukan penelitian ini selama 34 tahun. Persoalan utama adalah pasien terlambat melakukan melakukan pencegahan. “Sekali orang terkena penyakit kardiovaskular atau diabetes, itu sudah terlambat dan biaya pengobatannya sangat mahal,” kata Jialal seperti yang tertulis dalam jurnal Clinical Endocrinology and Metabolism.
Mereka yang tergolong obesitas memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30. Sedangkan orang gemuk dibatasi pada skala 25-30, dan tubuh ideal sebesar 18,5-24,9.
IMT dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi). Sebagai gambaran, seseorang berbobot 70 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter memiliki IMT 27,4 kilogram per meter persegi. Angka yang memposisikan dia dalam kategori gemuk itu muncul setelah membagi bilangan 70 kilogram dengan 2,56 meter persegi (1,6 meter x 1,6 meter). (Rudy Bun)
http://kosmo.vivanews.com/news/read/243626-studi--obesitas-pemicu-diabetes
No comments:
Post a Comment