DIBUTUHKAN SEGERA KARYAWAN UNTUK MENJAGA TOKO DI DAERAH DEPOK , PRIA / WANITA MINIMAL LULUSAN SMP
KIRIM CV KE ALAMAT EMAIL :
ricky_kurniawan02@yahoo.com
PALING LAMBAT TANGGAL 31 MARET 2015
KIRIM CV KE ALAMAT EMAIL :
ricky_kurniawan02@yahoo.com
======================================================
Dijual biji jagung Popcorn ukuran:
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb:
7dfe719a
======================================================
1. 200 gram = Rp. 8.000,-
2. 250 gram = Rp. 10.000,-
3. 500 gram = Rp. 20.000,-
4. 1000 gram = Rp. 40.000,-
Bagi yang berminat hubungi : 089652569795 / pin bb: 7dfe719a
Rempah Pedas Lancarkan Metabolisme
"Sangat
penting mengurangi tingkat oksidasi sekaligus menurunkan risiko penyakit
kronis.”
Selasa, 16 Agustus 2011, 10:46 WIB
Pipiet Tri Noorastuti

rempah
BERITA TERKAIT
- Kacang Almond Ampuh Cegah Diabetes
- Kreasi Penganan Kurma untuk Berbuka
- Anggur, Si Penangkal Kanker Kulit
- Alasan Jadikan Ikan Menu Wajib Keluarga
- Segarnya Buah Favorit Berbuka Puasa
VIVAnews - Ada keuntungan tersendiri bagi Anda pecinta masakan pedas.
Studi membuktikan, makan malam yang pedas dapat berakibat baik pada metabolism
tubuh. Menambahkan bumbu pedas, seperti kunyit, kayu manis, rosemary, oregano,
bubuk bawang, dan paprika dapat mengurangi trigliserid dan kadar insulin dalam
tubuh.
“Rempah–rempah semacam itu sangat penting untuk mengurangi tingkat oksidasi sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis,” kata Sheila West dari Universitas State dan koleganya dalam jurnal online, Journal of Nutrition, seperti dikutip ABC News.
Rempah–rempah seperti itu mempunyai sifat antioksidan yang tinggi. Karena itu mereka melakukan penelitian dengan menambahkan 14 gram rempah-rempah yang tinggi kadar antioksidannya dalam makanan 1.200 kalori untuk melihat efeknya terhadap metabolisme.
Dalam sebuah percobaan, para peneliti mengikutsertakan enam pria sehat yang kelebihan berat badan dengan rentang usia 30–65 tahun. Awalnya, mereka memberi makan enam pria tersebut ayam kelapa, nasi putih, roti keju dan biskuit. Seminggu kemudian, makanan yang diberikan berganti menjadi ayam kari, roti khas Itali dan biskuit kayu manis.
West dan timnya mengambil sampel darah keenam orang tersebut sebelum makan dan setiap 30 menit sesudah makan selama empat jam.
Hasilnya menunjukkan, penambahan rempah–rempah menurunkan insulin dan trigliserid, walaupun tidak ada efek pada glukosa. Tingkat insulin menurun sebanyak 21 persen dan trigliserid sebanyak 31 persen setelah memakan masakan berempah pedas itu.
“Hasil ini disebabkan oleh kandungan phelonik antioksidan yang tinggi pada rempah–rempah,” ujar pada peneliti. Makanan pedas tidak menimbulkan efek negatif pada saluran pencernaan dan peserta penelitian sama puasnya dengan kedua masakan.
West dan timnya menulis bahwa penurunan kadar trigliserid ini sejalan dengan percobaan menggunakan teh, yakni menunda pengosongan lambung dan penghambatan langsung lipase di pankreas. Sedangkan penurunan insulin konsisten dengan studi terhadap kayu manis. Polifenol dalam rempah–rempah meningkatkan sensitivitas insulin.
Mereka juga menambahkan, rempah–rempah harusnya diteliti secara terpisah satu sama lain untuk melihat efek masing–masing. Mereka menyimpulkan bahwa menambahkan rempah–rempah dalam makanan sehari–hari dapat menormalkan gangguan glukosa setelah makan siang dan keseimbangan lipid ketika meningkatkan ketahanan antioksidan.
“Namun, penelitian ini terbatas pada sampel yang kecil dan penelitan lanjutan dibutuhkan untuk meneliti efek dalam sampel yang lebih besar dan populasi yang lebih beragam,” kata para ilmuwan. (Rudy Bun)
“Rempah–rempah semacam itu sangat penting untuk mengurangi tingkat oksidasi sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis,” kata Sheila West dari Universitas State dan koleganya dalam jurnal online, Journal of Nutrition, seperti dikutip ABC News.
Rempah–rempah seperti itu mempunyai sifat antioksidan yang tinggi. Karena itu mereka melakukan penelitian dengan menambahkan 14 gram rempah-rempah yang tinggi kadar antioksidannya dalam makanan 1.200 kalori untuk melihat efeknya terhadap metabolisme.
Dalam sebuah percobaan, para peneliti mengikutsertakan enam pria sehat yang kelebihan berat badan dengan rentang usia 30–65 tahun. Awalnya, mereka memberi makan enam pria tersebut ayam kelapa, nasi putih, roti keju dan biskuit. Seminggu kemudian, makanan yang diberikan berganti menjadi ayam kari, roti khas Itali dan biskuit kayu manis.
West dan timnya mengambil sampel darah keenam orang tersebut sebelum makan dan setiap 30 menit sesudah makan selama empat jam.
Hasilnya menunjukkan, penambahan rempah–rempah menurunkan insulin dan trigliserid, walaupun tidak ada efek pada glukosa. Tingkat insulin menurun sebanyak 21 persen dan trigliserid sebanyak 31 persen setelah memakan masakan berempah pedas itu.
“Hasil ini disebabkan oleh kandungan phelonik antioksidan yang tinggi pada rempah–rempah,” ujar pada peneliti. Makanan pedas tidak menimbulkan efek negatif pada saluran pencernaan dan peserta penelitian sama puasnya dengan kedua masakan.
West dan timnya menulis bahwa penurunan kadar trigliserid ini sejalan dengan percobaan menggunakan teh, yakni menunda pengosongan lambung dan penghambatan langsung lipase di pankreas. Sedangkan penurunan insulin konsisten dengan studi terhadap kayu manis. Polifenol dalam rempah–rempah meningkatkan sensitivitas insulin.
Mereka juga menambahkan, rempah–rempah harusnya diteliti secara terpisah satu sama lain untuk melihat efek masing–masing. Mereka menyimpulkan bahwa menambahkan rempah–rempah dalam makanan sehari–hari dapat menormalkan gangguan glukosa setelah makan siang dan keseimbangan lipid ketika meningkatkan ketahanan antioksidan.
“Namun, penelitian ini terbatas pada sampel yang kecil dan penelitan lanjutan dibutuhkan untuk meneliti efek dalam sampel yang lebih besar dan populasi yang lebih beragam,” kata para ilmuwan. (Rudy Bun)
• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/241005-rempah-pedas-lancarkan-metabolisme
No comments:
Post a Comment