Pasang Iklan Di Sini

Thursday, June 21, 2012

Cream Prometazin



LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SEMI PADAT DAN CAIR
CREAM PROMETAZINE HCL

Disusun oleh :
Raymond                       (2010210224)
Reni Novitasari             (2010210225)
Ricky Kurniawan         (2010210226)
Rizki Anggin Luffani   (2010210235)
Samantha S.D.              (2010210239)
Sari Damaryanti           (2010210241)

Kelas/kelompok : A2/4

                                      FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA

I.       Tujuan Percobaan
1.      Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui cara penelusuran pustaka untuk mengumpulkan data zat berkhasiat tertentu dan zat tambahan yang diperlukan sebagai data penunjang dalam penyusunan formulasi sediaan.
2.      Dapat membuat cream dengan menggunakan berbagai jenis basis.
3.   Mengamati pengaruh basis terhadap karakteristik fisik dan pelepasan bahan aktif.

II.    Teori Dasar
      Cream adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Dapat berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar. Ada dua tipe cream, yaitu minyak dalam air dan air dalam minyak.
      Untuk cream air dalam minyak biasanya digunakan sabun polivalen , span, adeps lanae, cera. Sedangkan untuk cream tipe minyak  dalam air digunakan sabun  monovalen seperti TEA, Na stearat, K stearat, Amonium stearat. Selain itu untuk mencegah terjadinya oksidasi dapat ditambahkan antioksidan dan zat pengawet seperti nipagin dan nipasol dengan konsentrasi tertentu.
      Stabilitas cream dapat rusak system campurannya, terutama disebabkan perubahan suhu dan perubahan komposisi disebabkan oleh penambahan salah satu fase secara berlebihan atau pencampuran dua tipe cream jika zat tidak tercampurkan  satu sama lain. Pengenceran cream hanya dapat dilakukan jika pengencer yang cocok dan harus dilakukan dengan teknik aseptic.
      Pada metode pembuatan fase  minyak dilelehkan sebagian mulai dengan bahan yang mempunyai titik leleh paling tinggi. Fase minyak yang lain kemudian ditambahkan untuk menurunkan titik leleh. Fase air dipanaskan beberapa derajat diatas suhu titik leleh fase minyak, kemudian kedua fase digabungkan. Bila yang akan membuat cream tipe air dalam minyak maka tambahkan fase air kedalam fase minyak lalu lakukan pengadukan yang konstan dan searah dan sebaliknya pada tipe minyak dalam air. Bahan-bahan yang mudah menguap seperti alcohol, kamfer, iodine maka ditambahkan setelah basis dingin kurang lebih 400 C.
      Bila bahan obat berupa padatan dan tidak larut dalam basis maka dihaluskan terlebih dahulu dan dicampurkan dengan cara triturasi.
      Cream dengan tipe minyak dalam air lebih disukai oleh kebanyakan pasien karena mempunyai sifat yang tidak lengket dan mudah tercuci oleh air, sehingga terasa lebih nyaman bila dibandingkan dengan cream tipe air dalam minyak.

III. Data preformulasi
A. Zat aktif
1. Prometazin HCl (FI IV hal 705, Martindale 36th Edition  hal. 588)
- Pemerian : Serbuk hablur, putih sampai kuning lemah, praktis tidak berbau, jika  dibiarkan lama di udara berwarna biru.
- Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam etanol mutlak panas dan dalam kloform; praktis tidak larut dalam eter, dalam aseton dan dalam etilasetat.
- pH : antara 4,0 dan 5,0
- OTT : Tidak bercampur dengan larutan alkali
- Khasiat : Antihistamin
                - Wadah dan Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.


B. Zat tambahan
            1. Propilen Glikol (FI IV hal. 712, Handbook of Pharmaceutical Excipient ed VI hal 407)         
 - Pemerian : Cairan kental, jernih, tidak berwarna, rasa khas, praktis tidak berbau,   menyerap air pada udara lembab.
 - Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, dengan aseton, dan dengan kloroform, larut dalam eter, dan dalam beberapa minyak esensial; tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak.
             - Konsentrasi : 15 %
 - Kegunaan : humektan.
 - OTT : Inkompatibel dengan pengoksidasi seperti potassium permanganat.
 - Stabilitas : Dalam suhu yang sejuk, propilen glikol stabil dalam wadah tertutup         Propilen glikol stabil secara kimia ketika dicampur dengan etanol, gliserin, atau air. 
 - Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
            2. Asam stearat (Excipient 6th edition hal. 494)
             - Pemerian : Kristal Putih atau kuning berwarna, kristalin padat, atau putih.
             - Kelarutan : mudah larut dalam benzene, karbon tetraklorida, kloroform, dan eter, larut            dalam etanol, heksan, dan propilen glikol, praktis tidak larut dalam air.
 - Konsentrasi: 1-20%
 - Kegunaan : emulsifying agent
 - OTT : Inkomapatibel dengan hamper semua logam hidroksida dan zat pengoksidasi.
 - Stabilitas : Zat stabil, harus disimpan di tempat tertutup.

3. Cera Alba ( Farmakope Indonesia IV hal 186, Excipient 6th edition hal 558)
- Pemerian : padatan putih kekuningan, sedikit tembus cahaya dalam keadaan lapis tipis, bau khas lemah dan bebas bau tengik.
- Kelarutan : Tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dingin. Larut sempurna dalam kloroform dan eter juga minyak lemak.
- Konsentrasi : 1-20%
- Kegunaan : Stabilisator emulsi.
- OTT : Inkompatibel dengan zat pengoksidasi.
- Stabilitas : Stabil jika disimpan pada wadah tertutup dan terlindung dari cahaya.

4 Trietanolamin (TEA) (Handbook of Excipients 6th edition hal. 663)
            - Pemerian : Berwarna sampai kuning pucat, cairan kental.
- Kelarutan : bercampur dengan aseton, dalam benzene 1 : 24, larut dalam kloroform, bercampur dengan etanol.
- Konsentrasi : 2-4%
- Kegunaan: Zat pengemulsi
- OTT : akan bereaksi dengan asam mineral menjadi bentuk garam kristal dan ester dengan adanya asam lemak tinggi.
- Stabilitas : TEA dapat berubah menjadi warna coklat dengan paparan udara dan cahaya.

5. Natrium Benzoat (Handbook of Excipients 6th edition hal. 584)
- Pemerian : Granul atau serbuk, hablur putih, tidak berbau, atau praktis tidak berbau, stabil di udara.
- Kelarutan : mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dan lebih mudah larut dalam etanol 90%.
- Konsentrasi : 0,02-0,5%
- Kegunaan : Pengawet.
- OTT : pencampuran kuartener, gelatin, garam ferri, garam kalsium, dan garam logam - berat termasuk perak dan raksa.

6. BHA (Handbook of Excipients 6th edition hal. 73)
- Pemerian : putih hampir putih, serbuk Kristal atau kekuningan, berbau aromatik.
- Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, mudah larut dalam etanol 50%, propilen glikol, kloroform, eter, dan heksan.
- Konsentrasi : 0,005-0,2%
- Kegunaan : anti oksidan
- OTT : Fenolik, zat pengoksidasi, dan garam ferri.
- Stabilitas : paparan dari cahaya menyebabkan perubahan warna dan kehilangan aktivitas.
- Wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup, terlindung dari cahaya dan dalam tempat sejuk.

7. Vaselin album (Farmakope Indonesia IV hal. 822, Handbook of Excipients 6th edition hal. 331)
- Pemerian : Putih atau kekuningan, massa berminyak, transparan dalam lapisan tipis setelah didinginkan pada suhu 0C.
- Kelarutan : tidak larut dalam air, sukar larut dalam etanol dingin, atau panas dan dalam etanol mutlak dingin, mudah larut dalam benzene, karbon disulfit, dalam kloroform, larut dalam heksan dalam sebagian besar minyak lemak dan minyak atsiri.
- Konsentrasi : 10-30%
- Kegunaan : emolien dan basis salep.
- OTT : merupakan bahan inert yang tidak dapat bercampur dengan banyak bahan.
- Stabilitas : jika teroksidasi dapat menimbulkan warna dan bau yang tidak dikehendaki.  Untuk mencegah ditambahkan antioksidan.
- Wadah dan penyimpanan : di tempat tertutup rapat, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk dan kering.

8. Cetaceum (Handbook of Excipients 6th edition hal. 775)
- Pemerian : Putih, hablur, bening, bau dan rasa lemah.
- Kelarutan : larut dalam kloroform, etanol mendidih (95%) dan minyak menguap, praktis tidak larut dalam etanol 95% dan air.
- Konsentrasi : 1-15%
- Kegunaan : emolien
- OTT : asam atau basa kuat

9. Adeps Lanae ( Farmakope Indonesia IV hal. 57)
- Pemerian : Massa seperti lemak, lengket, warna kuning, bau khas.
- Kelarutan : tidak larut dalam, air dapat bercampur dengan air lebih kurang 2x beratnya, agak sukar larut dalam etanol dingin, lebih larut dalam etanol panas, mudah larut dalam eter dan kloroform.
- Kegunaan : Emulsifying agent, basis salep.
- OTT : dapat mengandung pro oksidan dan dapat mempengaruhi stabilitas.
- Stabilitas : dapat mengalami autooksidasi selama penyimpanan. Untuk mencegah ditambahkan antioksidan.
- Wadah dan penyimpanan : di tempat yang tertutup, terlindung dari cahaya, sejuk, dan kering.

10. Na lauryl sulfat (Handbook of Excipients 6th edition hal. 448)
- Pemerian : putih atau krem sampai kuning pucat, Kristal berwarna atau serbuk.
- Kelarutan : larut dengan mudah dalam air, praktis tidak larut dalam kloroform dan eter.
- Konsentrasi : 0,5-2,5%
- Kegunaan : surfaktan anionic, emulsifying agent, penetrasi kulit, zat pembasah.
- OTT : inkompatibel dengan surfaktan kationik, garam alkaloid, dan garam potassium.
- Stabilitas : stabil dalam kondisi penyimpanan normal, dalam larutan dengan pH 2,5 atau kurang akan mengalami hidrolisis.

11. BHT (Handbook of Excipients 6th edition hal. 75)
- Pemerian : Putih atau kuning pucat, kristal padat atau serbuk.
- Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, gliserin, propilen glikol, larutan alkali hidroksida dan asam mineral, mudah larut dalam aseton, benzene, etanol, eter, minyak, dan paraffin liq.
- Konsentrasi : 0,005-0,02%
- Kegunaan : antioksidan
- OTT : fenolik, zat pengoksidasi kuat, seperti peroksida dan permanganate.
- Stabilitas : terpapar cahaya, kelembaban, serta pemanasan menyebabkan perubahan warna dan mengurangi aktivitas.

12 . Na Borat ( FI IV hal. 605)
-          Pemerian : hablur, transparan, tak berwarna, serbuk hablur, putih, tidak berbau dan hamper tidak berasa.
-          Kelarutan : larut dalam air.
-          Konsentrasi : 1-15%
-          Kegunaan : pengawet.


Formula
Tipe M/A
Bahan
Formula (%)
Prometazine HCl
2
Asam stearat
10
Cera alba
15
Vaseline album
10
TEA
3
Propilen glikol
15
Na benzoate
0,5
BHA
0,01
Aquadest
200

Tipe A/M
Bahan
Formula (%)
Prometazine HCl
2
Cetaceum
15
Cera alba
25
Adepes lanae
15
Na lauril sulfat
2
Na borat
5
BHT
0,01
Aquades
200

Perhitungan dan penimbangan
-Formula 1 (M/A)
1. Prometazine HCl = 2% x 200 gram = 4 gram
2. Basis cream = 200 - 4 gram = 196 gram
3. Asam stearat = 10% x 196 = 19,6 gram
4. Cera alba = 15 % x 196 gram = 29,4 gram
5. Vaselin album = 10 % x 196 gram = 19,6 gram
6. TEA = 3% x 196 gram = 5,88 gram
7. Propilen glikol = 15% x 196 gram = 29,4 gram
8. Na. benzoat = 0,5% x 196 = 0,98 gram
9. Air untuk Na benzoate = 0,98 gram  x 1 = 0,98 gram = 0.98 ml
10. BHA = 0,01 % x 196 = 0,0196 gram
11. Aquades = 200 - (4 + 19,6 + 29,4 + 19,6 + 5,88 +29,4 + 0,98 + 0,98 +  0,0196)
                     = 90,14 ml ~ 90 ml

-Formula 2 ( A/M)
1. Prometazine HCl = 2 % x 200 gram = 4 gram
2. Basis cream = 200 – 4 gram = 196 gram
3. Cetaceum = 15 % x 196 = 29,4 gram
4. Cera alba = 25 % x 196 = 49 gram
5. Adeps Lanae = 15 % x 196 = 29,4 gram
6. Na. lauril sulfat = 2% x 196 = 3,92 gram
7. Na. borat = 5% x 196 = 9,8 gram
8. BHT = 0,01%x 196 = 0,0196 gram
9. Aquades = 200 – (4 + 29,4 + 49 + 29,4 + 3,92 + 9,8 + 0,0196) gram = 74,46 ml ~ 75 ml

Penimbangan
Formula 1 (M/A)

Bahan
Penimbangan
Prometazine HCl
4
Asam Stearat
19,6
Cera Alba
29,4
Vaseline Album
19,6
TEA
5,88
Propilen Glikol
29,4
Na. Benzoat
0,98
Air untuk Na. Benzoat
0,9 ml
BHA
0,0196
Aquadest
90 ml









                  


Formula 2 (A/M)

Bahan
Penimbangan
Prometazine HCl
4
Cetaceum
29,4
Cera Alba
49
Adeps Lanae
29,4
Na. Lauryl Sulfat
3,92
Na. Borat
9,8
BHT
0,0196
Aquadest
75 ml



VII PEMBUATAN
      # Formula 1 tipe A /M
1.       Siapkan alat dan bahan
2.       Timbang bahan – bahan
3.       Panaskan mortar dan stamper
4.       Fase minyak : asam stearat, vaseline album dan cera alba dilebur di  waterbath 75 0 C   dalam cawan penguap
5.       Fase air : TEA + propilen glikol dilarutkan dalam air.  
6.       BHA dilarutkan dalam propilen glikol,
7.       Na. Benzoat dilarutkan dalam air.
8.       Fase minyak  masukkan dalam mortir panas, aduk ditambah fase air  aduk ad homogen sampai terbentuk basis cream
9.       Masukkan Prometazine HCl yang telah digerus dalam mortir kemudian masukkan basis cream sedikit demi sedikit gerus ad homogen
10.   Tambahkan BHA dan Na benzoate yg telah dilarutkan, gerus ad homogen
11.   Masukkan dalam tube.
12.   Sisanya lakukan evaluasi cream

# Formula 2 tipe A/M
1.       Siapkan alat dan bahan
2.       Timbang bahan – bahan
3.       Panaskan mortir dan stamper
4.       Fase minyak : cera alba, cetaceum, dan adeps lanae dilebur  dalam cawan penguap dipenangas air pada 750 C
5.       Masukkan BHT ke dalam fase minyak.
6.       Fase air : natrium borat dan natrium lauril sulfat dilarutkan dalam air
7.       Masukkan fase minyak ke dalam lumpang,lalu masukkan fase air sedikit demi sedikit ke dalam fase minyak sambil digerus kuat hingga terbentuk basis cream
8.       Masukkan prometazine HCl yang telah digerus , kemudian masukkan basis cream sedikit demi sedikit sambil digerus ad homogen
9.       Masukkan dalam tube
10.   Sisanya lakukan evaluasi cream

VIII. EVALUASI DAN PEMBAHASAN

1)      Uji Homogenitas
Oleskan cream di atas objek glass dan ratakan dengan objek gelas yang lain. Amati homogenitas zat aktif dalam basis.
Formula I     : homogen
Formula II   : tidak homogen


2)         Uji Viskositas
Viskometer brookfield
Alat : Viskometer Brookfield tipe RV
Kv : 7187,0 dyne/cm

Formula I tipe M/A

Spindel
Rpm
Faktor
Skala
F
Skala x KV
5
0,5
8000
44,50
356000
319821,5
5
1
4000
42,25
169000
303650,75
5
2
1600
55,25
88400
397081,75
5
1
4000
39,50
158000
283886,5
5
0,5
8000
26,00
208000
186862

                Formula 2 tipe A/M

Spindel
Rpm
Faktor
Skala
F
Skala x KV
2
0,5
800
55,50
44400
398878,5
2
1
400
56,00
22400
402472
2
2
200
56,50
11300
406065,5
2
1
400
56,25
22500
404268,75
2
0,5
800
56,00
44800
402472



3)      Uji Tipe Cream
-     Siapkan objek dan cover glass.
-     Teteskan masing – masing formula pada objek glass.
-     Teteskan Sudan III (larutan minyak tipe a/m).
-     Teteskan Metilen Blue (larutan air tipe m/a).
-     Amati pada mikroskop.




Formula
Sudan III
Metilen blue
Tipe

I


                

M/A

II

A/M


4) Uji penyebaran
Cream dioleskan pada cincin teflon yang mempunyai diameter luar 55mm dengan ketebalan 3mm dan diameter dalam sebesar 15mm dengan beralaskan kaca. Bagian dalam cincin teflon dipenuhi dengan cream kemudian diratakan dengan spatula sampai didapatkan permukaan yang rata tanpa gelembung udara, kemudian cincin teflon diangkat secara hati-hati sehingga didapat olesan cream dengan diameter 15mm dan ketebalan 3mm. Cream kemudian ditutup dengan lempeng kaca yang mempunyai diameter 8mm dengan bobot 20 gram, kemudian ditekan dengan bobot 200 gram dan didiamkan selama 3 menit, setelah itu dipindahkan dan diukur diameter dari permukaan cream yang melebar dengan menggunakan jangka sorong.
- Penyebaran cream diketahui dengan rumus :
 
Keterangan : F = kemampuan menyebar ( mm2 )
                      = 3,14
                     R = jari-jari





Formula 1
Formula 2
R = 25,055 mm
F =
    = (3,14) (25,055)2
    = 1917,1445 mm2
R = 20,1125 mm
F =
    = (3,14) (20,1125)2
    = 1270,1697 mm2

IX. Pembahasan
1.    Pada uji homogenitas, diperoleh formula cream II tidak homogen sedangkan formula cream   I homogen. Dari percobaan, formula II tidak homogen. Hal ini dapat disebabkan oleh pengunaan Prometazine HCl yang tidak dilarutkan dalam air terlebih dahulu. Prometazine HCl. Sedangkan pada formula I Prometazine HCl dilarutkan dalam air terlebih dahulu sebelum dicampur dengan basis cream.
2. Pada uji viskositas, rheogram yang diperoleh dari formula I tipe M/A menunjukkan sifat alir tiksotropik   tetapi terdapat penyimpangan data pada pengujian viskositas yang dapat disebabkan oleh kesalahan pada pengunaan viscometer. Pada formula II Tipe A/M diperoleh sifat alir antitiksotropik karean kurva turun berada di sebelah kanan kurva naik yang berarti viskositasnya semakin tinggi. 
3. Pada uji tipe cream, diperoleh formula I mempunyai tipe M/A dan formula II mempunyai tipe A/M. Hal ini disebabkan oleh perbedaan jumlah dari masing-masing fase yaitu fase minyak dan fase air. Jumlah fase yang lebih banyak akan menjadi fase luar. Pada formula I digunakan jumlah air yang lebih banyak sehingga terbentuk tipe M/A sedangkan pada formula II menggunakan jumlah minyak yang lebih banyak sehingga terbentuk tipe cream A/M. Emulgator juga dapat menentukan tipe cream, fase di mana emulgator terlarut  akan menjadi fase luar.
4.  Pada uji penyebaran, jari-jari yang diperoleh dari formula I lebih besar daripada formula II. Hal ini menunjukkan bahwa cream formula I lebih mudah menyebar saat digunakan dibandingkan dengan cream formula II.





X. KESIMPULAN

Formula I
Formula II
Homogenitas
homogen
Tidak homogen
Sifat alir
tiksotropik
antitiksotropik
Tipe cream
M/A
A/M
Penyebaran
Lebih mudah menyebar
Mudah menyebar

XI. DAFTAR PUSTAKA
a.       Ansel, H. C., Ph. D. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, edisi keempat. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
b.      Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia, edisi IV. Jakarta.
c.       Lachman, Leon, Ph. D. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri II, edisi ketiga. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
d.      Mc. Evory, Gerald K, Pharm. D. American Hospital Formulary Service, Drug Information. American Society of Hospital Pharmacist.
e.       Wade, Ainley and Paul J. Weller. 1994. Handbook of Pharmaceutical Excipients, edisi kedua. London: The Pharmaceutical Press.
Van Duin, C. F. R


Wednesday, June 20, 2012

32 Tanda Manusia Agung ( 32 Maha Purisa Lakkhana )


Rupang Buddha atau seseorang yang telah mencapai penerangan sempurna memiliki 32 Maha Purisa Lakkhana / ciri Manusia Agung sebagaimana yang disebutkan dalam Digha Nikaya, Patika Vagga, Lakkhana Sutta sbb :

"Para Bhikkhu, seorang Manusia Agung (Maha Purisa) memiliki 32 tanda (lakkhana).... apakah 32 Maha Purisa Lakkjana yang meyebabkan hanya ada dua kemungkinan cara hidupnya dan tidak ada yang lain, jika ia hidup sebagai manusia biasa, maka ia akan menjadi raja dunia (cakkavati), ... maka ia akan menjadi Arahat Samma Sambuddha;yaitu:

1. Telapak kaki rata (suppatitthita-pado). Ini merupakan satu lakkhana dari Maha Purissa.

2. Pada telapak kakinya terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk sempurna.

3. Tumit yang bagus (ayatapanhi).

4. Jari-jari panjang (digha-anguli)

5. Tangan dan kaki yang lembut serta halus (mudutaluna).

6. Tangan dan kaki bagaikan jala (jala-hattha-pado).

7. Pergelangan kaki yang agak tinggi (ussankha-pado).

8. Kaki yang bagaikan kaki kijang (enijanghi)

9. Kedua tangan dapat menyentuh atau menggosok kedua lutut tanpa membungkukkan badan.

10. Kemaluan terbungkus selaput (kosohitavattha-guyho).

11.Kulitnya bagaikan perunggu berwarna emas (suvannavanno)

12. Kulitnya sangat lembut dan halus / sehingga tidak ada debu yang dapat melekat pada kulit

13. Pada setiap pori kulit ditumbuhi sehelai bulu roma.

14. Rambut yang tumbuh pada pori-pori berwarna biru-hitam.

15. Potongan tubuh yang agung (brahmuiu-gatta).

16. Tujuh tonjolan (sattussado), yaitu pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu dan badan.

17. Dada bagaikan dada singa (sihapubbaddha kayo).

18. Pada kedua bahunya tak ada lekukan (citantaramso).

19. Tinggi badan sama dengan panjang rentangan kedua tangan, bagaikan pohon (beringin), Nigroda.

20. Dada yang sama lebarnya (samavattakkhandho).

21. Indera perasa sangat peka (rasaggasaggi).

22. Rahang bagaikan rahang singa (siha-banu).

23. Empat puluh buah gigi (cattarisa-danto).

24. Gigi-geligi rata (sama-danto).

25. Antara gigi-gigi tak ada celah (avivara-danto).

26. Gigi putih bersih (susukka-datho).

27. Lidah panjang (pahuta-jivha).

28. Suara bagaikan suara-brahma, seperti suara burung Karavika.

29. Mata biru (abhinila netto).

30. Bulu mata lentik, bagaikan bulu mata sapi (gopakhumo).

31. Di antara alis-alis mata tumbuh sehelai rambut halus, putih bagaikan kapas yang lembut.

32. Kepala bagaikan berserban (unhisasiso).

1.       Telapak Kaki Rata
Melakukan perbuatan perbuatan besar dengan maksud baik, tak tergoncangkan melakukan perbuatan baik melalui jasmani, ucapan dan pikiran, dermawan, disiplin diri, melaksanakan hari Uposatha, menghormati orang tua, para pertapa, pendeta, dan para pemimpin serta melakukan perbuatan perbuatan yang sangat terpuji lainnya. Kejujuran, kebenaran, jinak dan sepi, murni dan bermoral (sila, melaksanakan Uposatha sila), berdana, tak melukai, selalu damai.
Bila sebagai cakkavati: ia tidak dapat diganggu oleh musuh atau gangguan dari dalam maupun luar, keserakahan, kebencian dan kebodohan, pertapa, dewa, brahmana, brahma, mara, atau mahluk apapun di dunia

2.       Telapak kaki terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk sempurna
Terlahir sebagai manusia yang hidup demi kebahagiaan, menghilangkan rasa takut dan ancaman, memberikan perlindungan dan naungan yang benar serta menyediakan kebutuhan orang banyak.
Bila sebagai cakkavati: ia akan memiliki banyak pengikut : brahmana, penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah, pelayan

5 & 6. Tangan dan kakinya lebut dan halus serta bagaikan jala
Terlahir sebagai manusia yang dicintai karena empat dasar simpati:
Dermawan, bicara yang menyenangkan, melakukan perbuatan berguna, dan adil

8. Kaki bagaikan kaki kijang
Terlahir sebagai manusia yang mempunyai: keahlian, tahu cara dan pelaksanaan ilmu pengetahuan, dengan berpikir “ Apa yang dapat saya pelajari dan kuasai dengan cepat serta dapat saya praktekkan dengan cepat, tanpa keletihan?”
Bila sebagai cakkavati: Cepat menguasai potensi-potensinya sebagai raja, yang sesuai dan menyenangkan



10. Kemaluan terbungkus selaput
Terlahir sebagai manusia yang mempersatukan keluarga-keluarga, teman-teman dan oran-orang yang telah lama berpisah; mempersatukan ibu dan anak yang telah lama berpisah dan sebaliknya; ayah dengan anak dan sebaliknya; saudara laki-laki dengan saudara laki-laki, saudara wanita dengan saudara wanita, yang membuat mereka gembira sekali
Bila sebagai cakkavati: akan memiliki anak yang banyak, lebih dari seribu anak yang perkasa dan penakluk musuh-musuh

11. Kulit bagaikan berwarna perunggu berwarna emas
Terlahir sebagai manusia yang tidak pernah marah, tanpa berkerut, begitu pula walaupun banyak kata-kata jahat ditujukkan kepadanya, ia tidak menjadi kejam, terhasut, gusar, agresif, tidak mempertunjukkan kemarahan, kejengkelan, dan kebencian. Namun ia biasa memberikan barang barang indah, seperti permadani yang lunak, jubah, linen yang halus, kapas, sutera dan bahan wol
Bila sebagai Cakkavati: akan menerima barang barang yang indah

12. Kulit sangat licin sehingga debu tidak dapat melekat di tubuh
Terlahir sebagai manusia yang sering mendatangi para pertapa dan brahmana untuk bertanya “ Apakah yang baik dan buruk? Apakah yang salah dan benar? Apa perbuatan yang patut diikuti dan tak patut diikuti? Bilamana saya melakukan sesuatu, apakah akibatnya penderitaan dan kesedihan atau pahalanya menyenangkan dan membahagiakan??”
Bila sebagai cakkavati: menjadi amat bijaksana diantara orang orang (duniawai), tidak ada yang sama atau lebih tinggi kebijaksanaan daripada-Nya.



7 & 14. Tumit bulat seperti kerang dan Rambut pori-pori berwarna biru-hitam tumbuh keriting ke atas
Terlahir sebagai manusia yang menjadi guru penerang Dhamma dan kesejahteraan untuk banyak orang serta membahagiakan banyak orang, serta pembabar Dhamma
Bila sebagai cakkavati: menjadi kepala, yang tertinggi, terkemuka, terutama dari semua orang (duniawi)

3 & 14 & 15. Tumit yang bagus, jari-jari kaki dan tangan yang panjang dan Potongan tubuh yang agung
Terlahir sebagai manusia, menolak melakukan pembunuhan dan pantang melakukannya, melerakkan pemukul dan pedang, hidup dengan baik hati dan kasih sayang, rasa persahabatan dan simpati kepada semua mahluk
Bila sebagai cakkavati: ia akan berusia panjang, selama hidupnya tidak ada orang lain yang dapat membunuhNya

16. Tiga buah tonjolan yaitu: pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu, dan pada badan
Terlahir sebagai manusia sebagai pemberi makanan yang baik, enak, nikmat, keras dan lunak serta minuman

9 & 19. Tubuh tinggi bagaikan pohon beringin Nigrodha, Tinggi tubuh sama dengan panjang rentangan kedua tangan Nya, dapat menyentuh kedua lututnya dengan kedua tangan tanpa membungkukkan badanNya
Terlahir sebagai manusia yang selalu memikirkan kesejahteraan orang lain, mengetahui setiap orang, mengetahui bagaimana orang yang satu dengan lain berbeda : orang ini perlu ini dan orang itu perlu itu.” Demikianlah ia membedakan mereka.
Bila sebagai cakkavati: akan kaya, mempunyai banyak harta dan sumber yang banyak, harta simpanan mas dan perak yang banyak, simpanan berbagai macam kebutuhan, gudangnya penuh makanan.

17 & 18 & 20. Dada bagaikan dada singa, tidak ada lekukan di kedua bahunya dan Dada sama lebarnya
Terlahir sebagai manusia yang menginginkan banyak orang yang sejahtera, maju, senang, bebas dari beban; memikirkan bagaimana agar banyak orang mengembangkan keyakinan, moral, pelajaran, kedermawanan,  dhamma, kebijaksanaan, milik dan kekayaan; begitu pula untuk para istri, anak, pelayan, pekerja, pembantu, saudara, teman dan kenalan, berkaki dua maupun berkaki empat
Bila sebagai cakkavati: tidak akan kehilangan milik dan kekayaan, berkaki dua atau berkki empat, istri dan anak, ia akan sukses dalam semua hal

21. Indera perasa yang sangat peka
Terlahir sebagai manusia yang pantang membahayakan orang lain dengan tangan, batu, tongkat, atau pedang, tidak mengancam dengan tali.
Bila sebagai cakkavati: ia akan sedikit menderita dan sakit, pencernaannya bagus, ia tidak merasa terlalu dingin atau terlalu panas

22. Rahangnya bagaikan rahang singa
Terlahir sebagai manusia yang pantang mengobrol tanpa arti, bicara pada waktu yang tepat, bicara dengan benar dan bertujuan, berbicara tentang dhamma dan vinaya, bicara untuk hal yang berguna.
Tidak ada cerita sia sia atau konyol, berkepala dingin, tak meninggalkan kata kata menyakitkan, hanya mengucapkan kebaikan semua orang.
Bila sebagai cakkavati: tidak dapat digangu oleh maksud jahat manusia atau lawanNya.

23 & 25. Empat puluh buah gigi dan Diantara gigi-giginya tidak ada celah
Terlahir sebagai manusia yang pantang memfitnah, tidak mengulangi apa yang didengar disana untuk menimbulkan permusuhan disini, maupun sebaliknya. Tidak mengucapkan kata-kata jahat yang menyebabkan perpecahan atau meningkatkannya, memperpanjang perpecahan atau kepahitan, semua yang diucapkannya adalah untuk perdamaian, untuk mempersatukan ikatan yang putus, Harmoni adalah kesenangannya
Bila sebagai cakkavati: Para Pengikutnya: Brahmana, penduduk, rakyta, bendahara, pengawal, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah, dan pelayan tidak akan terpecah belah

24 & 26. Gigi rata dan  putih bersih
Terlahir sebagai manusia yang pantang melakukan mata pencaharian yang salah, hidup dengan mata pencaharian benar, tidak menipu dengan timbangan maupun ukuran, tidak member suap dan tidak korupsi, tidak curang, tulus, tidak melukai, tidak membunuh, tidak mengurung orang, tidak menodong, tidak merampok
Bila sebagai cakkavati: Para Pengikutnya: brahmana, penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah, dan pelayan akan berpenghidupan benar.

27 & 28. Lidah panjang dan Suara bagaikan suara Brahma, sperti suara burung Karavika
Terlahir sebagai manusia yang pantang berbicara kasar, menghindar mengucapkan kata kata kasar, mengucapkan kata kata yang baik, enak didengar, menyenangkan, mengena, sopan, menggembirakan dan menarik didengar oleh banyak orang. Tidak mengucapkan hinaan, makian, yang menyakitkan atau melukai orang lain, kata-katanya halus, lembut dan manis, menarik di hati orang-orang dan menyenangkan didengar.
Bila sebagai cakkavati: memiliki suara meyakinkan, para pengikutnya yaitu brahmana, penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah, dan pelayan akan menerima kata kataNya dengan senang hati

30. Bulu mata bagaikan bulu mata sapi (lentik)
Terlahir sebagai manusia yang jika melihat oran lain, pandangan matanya: tidak mencurigakan, miring, sembunyi-sembunyi tetapi melihat secara langsung, terbuka, lurus dengan pandangan yang lembut.
Melihat manusia dengan tak rasa curiga, tak mengelak, tak membuang pandangan, ia melihat langsung dan jelas kepada banyak orang, dengan terus terang, dengan mata mengasihi
Bila sebagai cakkavati, ia akan dicintai orang orang, ia akan popular, dicintai para brahmana-berumah-tangga, rakyat, pengawal, bendahara, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan

13 & 31. Bulu-bulu terpisah pisah sehelai pada setiap pori dan Diantara alis-alis mata, tumbuh sehelai rambut halus, putih bagaikan kapas lembut
Terlahir sebgai manusia yang tidak berdusta, tidak berbohong dan menjadi pembicara kebenaran, menyatu dengan kebenaran, dipercaya, konsisten, tidak menipu orang-orang, menepati janji, jujur dalam ucapan, menolak semua bohong, tidak melanggar kata-katanya
Bila sebagai cakkavati: akan dipatuhi para brahmana, penduduk, rakyat, bendahara, penjaga, pengawal, menteri, raja-raja lain, para tuan tanah dan pelayan


32. Kepala bagaikan berserban
Terlahir sebagai manusia yang berperilaku sangat terpuji, pemimpin melaksanan perbuatan, ucapan, dan pikiran yang benar, dermawan, bermoral baik, melaksanakan uposatha sila, menghormati: ayah, ibu, pertapa, brahmana ketua suku dan giat dalam beberapa aktivitas
Bila sebagai cakkavati: akan menerima kesetiaan dari para Brahmana-Berumah-Tangga, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan




Wednesday, June 13, 2012

Kesempatan Berbuat Baik



(Info diperoleh dari brosur Yayasan Pannadhika Bodhisatta)
YAYASAN PANNADHIKA BODHISATTA
Kami ingin membuka kesempatan berbuat baik kepada ibu / Bapak untuk berpartisipasi dalam pembangunan sekolah Bodhisatta, vihara Bodhisatta & Bodhisatta Buddhist Center.
Semua dana yang terkumpul, akan kami pergunakan untuk membeli bahan bahan bangunan Sekolah Bodhisatta, Vihara Bodhisatta & Bodhisatta Buddhist Center, Perluasan Lahan, dan Pembangunan Jembatan.
RINCIAN BIAYA PENGEMBANGAN DAN SUMBER DANA
Rincian biaya pengembangan sekolah da penyediaan fasilitas keagamaan adalah sbb:
Pembelian Lahan + Bangunan + Jembatan       : Rp. 3,500,000,000
Pajak BPHTB                                                : Rp.    172,000,000
Total                                                            : Rp. 3,672,000,000

Transaksi pembelian lahan dan bangunan tersebut telah berhasil dilakukan pada tanggal 9 Agustus 2010 dengan sumber dana antara lain:
Donatur                                               : Rp.    900,000,000
Pinjaman Bank                                    : Rp.    900,000,000
Pinjaman dari umat dan simpatisan       : Rp. 1,872,000,000
Total                                                  : Rp. 3,672,00,0,000
Mengingat pinjaman dari umat, simpatisan, dan bank adalah bersifat talangan, untuk menyelesaikan transaksi pembayaran atas lahan dan bangunan tersebut, maka yayasan bermaksud melakuka kegiatan penggalangan dana untuk penyelesaian kewajiban kewajiban tersebut.
PENYALURAN DANA
Bagi Ibu / Bapak / Saudara / i Para Donatur & Simpatisan dapat menyalurkan dana Perbuatan Baik melalui Bank Central Asia / Bank CIMB Niaga Cabang Kisamaun Pasar Lama Tangerang, dengan nomor rekeninng sebagai berikut:
A/N. YAYASAN PANNADHIKA BODHISATTA
Bank Central Asia A/C, 108.300.9989
Atau:
Bank CIMB Niaga A/C.461-01-00218-00-9
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
YM. Bhikkhu Aggadipo Thera : 0811 179 388
Agus                                        : 0821 1466 6865
Tanti Meylia. S.Pd.                  : 021-51290989
SMS                                       : 0852 8227 7188
Info Rutin berbuat baik
Menambah kebajikan meningkatkan kebijaksanaan dengan bersama menggalang dana untuk membuat Bodhisatta Buddhis Center, Vihara, Sekolah Bodhisatta, dan mendukung program anggota Sangha.
Setiap hari berdana Rp. 1.000,- / Rp. 3.000,- / Rp. 5.000,- / Rp. ………. (dana sukarela).
Dana dapat dipersembahkan Via BCA.
No. Rek.: 108 378 8988 a/n Yayasan Pannhika Bodhisatta setiap minggu atau setiap bulan.
Bagi donatur berniat dana rutin selama minimal satu tahun, maka namanya akan ditulis di bawah Buddha Rupang yang akan ditempatkan disekitar ruang Dhammasala. Buddha Rupang tersebut dapat dibawa pulang oleh donator setelah berdana rutin minimal 12 bulan.
Info Menabung Sambil Berbuat Baik
Dengan menyetor Rp. 100.000,- / bulan ke rekening BCA
No. Rek. : 108 358 8989 a/n Yayasan Pannadhika Bodhisatta
Uang tersebut akan diendapkan selama 36 bulan. Pada bulan ke 37 akan dikembalikan 100%. Dana yang mengendap hanya dimanfaatkan bunganya, Demi menunjang kelancaran program belajar dan mengajar di Sekolah Bodhisatta.
Berkat perbuatan baik, tambah sukses dan bahagia.
Info Bidang Anak Asuh
Yayasan Pannadhika Bodhisatta membentuk Bidang Anak Asuh untuk membantu anak yang berasal dari keluarga tidak mampu bersekolah baik di sekolah Bodhisatta maupun di sekolah lain. Donatur dapat membantu berupa seragam, alat tulis maupun uang tunai.
Dana dapat dipersembahkan Via BCA.
No. Rek. : 108 3040 681 an Yayasan Pannadhika Bodhisatta

Hubungi Kami
Bhante Aggadipo : 0811179388
Bapak Eddy Mulya: 0811102038
Bapak Irwan : (021) 33771168
Ibu Tanti : 081317432399 / (021) 5129 0989
Ibu Erti: 081399354455
Ibu Novi : 085696526775 / (021) 95005329
Bapak Agus : (021) 55933663 (Telp / fax)
Ibu Yuherti : (021) 961 51153
(Kami sangat berterima kasih jika donator dapat melakukan konfirmasi setelah berdana melalui fax (021) 559 33663 atau sms : 0852 8227 7188 atau email : sekolah.bodhisatta@gmail.com.

Friday, May 4, 2012

Farmakologi Anti Mikroba (Bu Shirly)


Anti mikroba adalah suatu obat pembasmi mikroba khususnya mikroba yang merugikan. Ukuran suatu mikroba menjadi mikroba merugikan atau patogen:
1. Jenis Bakteri. ada bakteri yang memang patogen ada yang tidak.
2. Jumlah mikroba tersebut. Mikroba yang tidak merugikan pun bila dalam jumlah banyak, akan menjadi patogen atau merugikan
3.Antibiotik

Ada 2 cara kerja antibiotik secara umum yaitu:
1. Bakteriostatik. Artinya antibiotik yang tidak membunuh bakteri tetapi menghambat pertumbuhan bakteri
2. Bakterisid. Artinya antibiotik ini bekerja membunuh bakteri.

Diantara Antibiotik yang dapat digunakan, ada berbeapa antibiotik yang mempunyai aktivitas: sinergis, antagonis, dan mirip.
Sinergis -> antibiotik tersebut bekerja saling membantu, saling menguatkan
Contoh: Penisilin/ Sefalosporin dengan aminoglikosida
             Amfoterisin dengan Rifampisin
             Bakterisid dengan bakterisid, bakteriostatik dengan bkteriostatik

Antagonis: bakterisid dengan bakteriostatik

Resistensi antimikroba: Suatu kondisi dimana mikroba tidak lagi terganggu dengan antibiotik.
Penyebab resistensi:
-Penggunaan antibiotik yang tidak tepat
-Dosis yang tidak tepat
-Pemakaian antibiotik yang tidak teratur
-Lama penggunaan antibiotik yang kurang

Karena itu perlu Penggunaan antibtiotik yang rasional yaitu:
-Tepat Diagnosis
-Tepat indikasi
-Tepat Dosis, lama dan cara pemberian
-Tepat Pemilihan antibiotik
-Tepat peacikan dan pemberian informasi
-Tepat usaha tindak lanjut
-Kepatuhan pasien


Antibiotik dibagi menjadi 8 jenis berdasarkan struktur kimianya yaitu:
1. Betalaktam. Contoh: Penisilin dan sefalosporin
2. Tetrasiklin. Merupakan turunan dari oktahidronaftasen
3. Kloramfenikol. Merupakan turunan dari nitrobenzen dan diklorasetat
4. Aminoglikosida. Merupakan antibiotik yang mempunyai gugus amin yang berikatan dengan gula secara glikosidik
5. Makrolid. Merupakan suatu makromolekul yang mempunyai cincin lakton
6. Antifungi. Contoh: Polien
7. Polipeptida. Merupakan antibiotik yang mengandung asam-asam amino
7. Lain-lain. Contoh: Vankomisin, Novobiosin, Basitrasin

Mekanisme kerja Antibiotik ada 5 macam yaitu:
1. Menghambat sintesis protein. Antibiotik berikatan dengan ribosom bakteri sehingga terjadi kesalahan pada saat sintesis mRNA, akibatnya terjadi kesalahan pengaturan asam amino pada saat sintesis protein dan akhirnya protein yang dihasilkan tidak dapat digunakan.
contoh: Kloramfenikol -> berikatan pada ribosom 50 S
            Tetrasiklin -> berikatan pada ribosom 30 S
Ribosom bakteri adalah 70 S, Sementara ribosom manusia adalah 80 S sehingga antibiotik dengan mekanisme ini tidak berbahaya pada manusia.

2. Menghambat sintesis dinding sel.
Pada dosis kecil, antibiotik ini menghambat terbentuknya ikatan glikosidik pada dinding sel sehingga terbentuk bakteri yang panjang tanpa sekat. Dengan kondisi bakteri yang ukurannya panjang seperti ini, makrofag dalam tubuh lebih giat untuk memakannya.
Pada dosis yang lebih besar, antibiotik ini dapat menghambat sintesis dinding sel.
Contoh: Penisilin, Sefalosporin

3. Mempengaruhi keutuhan membran sel bakteri.
Contoh: Polimiksin untuk bakteri Gram Negatif (-)
             Polien untuk fungi. Antibiotik untuk bakteri tidak bisa digunakan untuk fungi karena struktur dinding selnya berbeda.

4. Menghambat sintesis asam nukleat.
Contoh: Asam Nalidiksat -> menhambat sintesis DNA tetapi tidak menghambat sintesis RNA
             Rifampisin -> menghambat enzim RNA polimerase -> tidak terbentuk RNA->tidak terbentuk DNA
             Isoniazid -> menghambat pembentukan asam mikolat.
Rifampisin, isoniazid sering dikombinasikan dengan etambutol untuk obat TBC, karena bakteri TBC berbeda dengan bakteri lainnya yaitu pada dinding selnya terdapat asam mikolat.

5. Menggangu metabolisme dalam tubuh bakteri
Contoh: Sulfonamid, Trimetropim, PAS (Para Amino Sulfonamid), Sulfon.
Dalam tubuh bakteri, terdapat asam folat yang diperlukan untuk sintesis protein tersebut. Asam Folat ini dibentuk dari PABA (Para Amino Benzoat Acid) yanga ada dalam tubuh manusia tersebut. Gugus sulfat yang ada pada antibiotik ini mempunyai struktur yang mirip dengan gugus PABA, sehingga dengan adanya antibiotik ini dalam tubuh bakteri, bakteri tersebut menghasilkan asam folat lain yang tidak berfungsi -> tidak terjadi sintesis protein -> bakteri mati perlahan lahan. Oleh karena itu antibiotik dengan mekanisme seperti ini termasuk antibiotik bakteriostatik.