Pasang Iklan Di Sini

Friday, March 27, 2015

Rintangan-Rintangan Batin Saat Meditasi

RINTANGAN-RINTANGAN BATIN (NIVARANANI)

      “Oh para bhikkhu, ada lima macam rintangan batin yang menyebabkan kebutaan, mengaburkan pandangan dan ketidaktahuan yang melenyapkan pandangan, dengan disertai penderitaan dan tidak mengarah ke Nibbana.
      Nivaranani berarti sesuatu yang menghalangi pengembangan batin. Ia disebut rintangan, sebab bersifat mencengkeram, memotong dan merusak. Ia menutup pintu ke arah kebebasan. Apa kelima rintangan itu ?
1.      Kamacchanda : Nafsu indriya
2.      Vyapada : Itikad jahat
3.      Thinamiddha : Kelambanan dan kemalasan
4.      Uddhacca-kukucca : kegelisahan dan ketakutan
5.      Vicikiccha : keragu-raguan
1. Kamacchanda adalah kobaran nafsu terhadap objek indriya.  Pikiran dipenuhi dengan nafsu yang dengan pasti merusak pengembangan batin. Ia mengganggu batin dan merintangi konsentrasi. Nafsu indriya muncul akibat panca indriya tidak terkendali, yang apabila tidak diawasi akan menumbuhkan nafsu pada pikiran sehingga batin menjadi kotor. Oleh sebab itu amat penting bagi siswa meditasi untuk mengawasi dan waspada terhadap rintangan ini yang menutupi usaha kea rah kebebasan.
2. Vyapada adalah itikad jahat. Sebagaimana halnya dengan nafsu indriya, perhatian yang tak teratur dan tidak bijaksana menumbuhkan Vyapada. Dan jika tidak selalu diawasi akan makin berkembang, mempengaruhi batin dan mengaburkan pandangan. Ia memutar-balikan seluruh kerja batin dan dengan demikian menghalangi kesadaran akan kebenaran dan menutup jalan kea rah pembebasan. Nafsu dan itikad jahat yang berdasarkan kebodohan tidak hanya mengganggu pertumbuhan batin tapi juga menjadi sebab timbulnya ketegangan antar manusia dan antar Negara.
3. Thinamiddha adalah kelambanan dan kemalasan. Merupakan keadaan yang mengerikan dari batin dan bentuk-bentuk batin. Tidak seperti yang diperkirakan orang tentang kelambanan dan kemalasan, sebab para Arahat – mahluk-mahluk yang sempurna – yang tebebas dari sifat tidak baik juga mengalaminya. Bagaikan mentega yang terlalu keras untuk dioleskan. Sifat ini membuat pikiran menjadikanku serta lemah dan dengan demikian mengurangi semangat dan kesunguhan siswa meditasi, membuatnya lesu dan malas secara batiniah. Keengganan akhirnya menumbuhkan kemalasan dan ketidak-acuhan (masa bodoh) yang lebih besar.
4. Uddhacca-kukucca adalah kegelisahan dan ketakutan, suatu sifat yang tidak baik yang menghambat kemajuan. Batin yang tidak tenang adalah bagaikan lebah manakala sarangnya digoyang, batin yang tidak mampu berkonsentrasi. Begitu juga dengan rasa takut. Di saat seseorang sedang meresahkan sesuatu disertai rasa was-was, seperti misalnya rasa resah akan pekerjaan yang belum selesai atau bila mengalami kerugian materi; ia tak akan mampu berada dalam ketenangan batin. Hal ini mengganggu dan membuatnya resah dan menimbulkan rasa takutnya dan semua perasaan was-was tersebut menghalangi konsentrasinya.
5. Vicikiccha adalah keragu-raguan yang merupakan rintangan terakhir. Arti harfiah kata Pali ini adalah : tanpa (vi = vigata) obat penyembuh (cikiccha). Seseorang yang menderita karena keragu-raguan. Sesungguhnya menderita penyakit yang kronis, dan jika ia tak mampu melenyapkan maka selanjutnya ia akan menderita terus-menerus. Dan selama seseorang tergantung pada keadaan batin seperti itu, ia akan memandang apapun secara skeptic. Dan ini amat merugikan perkembangan batin. Para penafsir menggambarkan penghalang ini sebagai ketidak-mampuan mengambil keputusan yang tepat, termasuk juga keragu-raguan yang berhubungan dengan kemungkinan mencapai tingkat Jhana yaitu kedalaman meditasi.
      Jadi kelima rintangan batin ini baik sendiri – sendiri maupun secara bersama-sama merintangi terciptanya ketenangan konsentrasi. Bati yang terikat pada sifat seperti itu, tak dapat berkonsentrasi dengan baik pada objek apapun dengan nyaman. Memang benar seseorang dapat memusatkan perhatiannya (konsentrasi) pada objek atau pikiran mengenai sesuatu yang mengobarkan nafsu atau ketidak-baikan dan sebagainya, namun ini merupakan konsentrasi yang keliru (micchasamadhi). Jelaslah selama kotoran batin dan hawa nafsu (kilesa) terdapat pada diri seseorang, maka cetusan-cetusan pikiran jahat terus bermunculan. Bagaimanapun seorang siswa meditasi yang melatih dirinya dengan tekun dan tetap mampu mencegah perbuatan yang tidak baik sebab rintangan-rintangan ini berada di bawah kendalinya.
      Seseorang harus mengembakan lima kekuatan batin (faktor-faktor Jhana) yang disebut Jhananga untuk mampu mengatasi rintangan-rintangan ini. Mereka adalah vitakka, vicara, piti, sukha dan ekagata, yang dengan tepat merupakan kebalikan dari kelima rintangan ini. Kelima faktor batin inilah yang meningkatkan siswa meditasi dari tingkat yang rendah sampai ke tingkatan yang lebih tinggi. Kesadaran yang disertai dengan peningkatan batin ini disebut Jhana.
      Faktor-faktor jasmaniah ini dalam urutan tahap demi tahap, mampu memperlemah rintangan-rintangan batin yang membantu jalan menuju konsentrasi. Nafsu indriya, sebagai misal, dilemahkan oleh ekagata, yaitu penyatuan arah atau penyatuan pikiran (piti); kelambanan dan kemalasan dengan Vitakka; rasa takut dan gelisah dengan sukkah; keragu-raguan diatasi dengan Vicara. Jika diletakkan bersisian akan terjadi urutan sebagai berikut :
Kamacchanda                         --- Ekagata
Vyapada                                  --- Piti
Thinamiddha                           --- Vitakka
Uddhacca-kukucca                 --- Sukkha
Vicikiccha                                --- Vicara


 Sumber : Buku Berjudul "Meditasi Buddhis"
Judul Asli : Buddhis Meditation
Oleh : Piyadassi Thera




Pria Rusia Bangun Rumah dari 12 Ribu Botol Sampanye

Pria Rusia Bangun Rumah dari 12 Ribu Botol Sampanye

Pria Rusia Bangun Rumah dari 12 Ribu Botol Sampanye
Rumah ini dibangun dari 12 ribu botol sampanye (Foto: Oddity Central)
CHELYABINSK - Seorang pria asal Rusia, Hamidullah Ilchibaev (52), berhasil menciptakan karya yang luar biasa. Dia sukses membuat sebuah rumah yang terbuat dari 12 ribu susunan botol sampanye.
Ide membuat rumah dari susunan botol sampanye itu didapat saat Ilchibaev kehilangan anak keduanya. Awalnya, anaknya sangat mengagumi hobi ayahnya yang suka membangun sesuatu dari tumpukan botol sampanye.
Suatu ketika, sang anak menyemangati ayahnya untuk membangun sebuah rumah dari tumpukan botol sampanye. Namun, saat itu Ilchibaev selalu berdalih hal itu mustahil untuk dilakukan.
Setelah kehilangan anaknya, Ilchibaev akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah rumah sesuai dengan impian anaknya. Ilchibaev kemudian mengumpulkan lebih dari 12 ribu botol sampanye kosong selama tiga tahun.
“Ketika saya mulai membangun rumah itu, saya tidak menyangka ada begitu banyak jenis botol sampanye. Jadi, saya harus menggunakan pemotong gelas khusus agar botol-botol yang dikumpulkan memiliki ukuran yang sama,” ujar Ilchibaev, seperti dilansir Oddity Central, Jumat (27/3/2015).
Jika dilihat dari luar, rumah itu tampak kokoh karena Ilchibaev menambahkan pondasi batu bata untuk menopang susunan botol sampanye itu. Dia bahkan menjamin rumah buatannya diprediksi dapat bertahan setidaknya hingga 100 tahun. Rumah itu berada di Kota Chelyabinsk, Rusia.
“Saya menyusun botol-botol itu dengan penuh perhitungan. Jadi, jika ada beberapa botol yang pecah, saya dapat dengan mudah menggantinya tanpa harus membongkar terlebih dahulu,” ujar Ilchibaev.
(hmr)

http://news.okezone.com/read/2015/03/26/18/1124904/pria-rusia-bangun-rumah-dari-12-ribu-botol-sampanye

10 Negara yang Memiliki Banyak Wanita Cantik


10 Negara yang Memiliki Banyak Wanita Cantik

10 Negara yang Memiliki Banyak Wanita Cantik
Rolene Strauss, pemenang Miss World 2014 berada di tengah para kontestan. Bertempat di Excels London ICC Auditorium kontes ratu kecantikan sejagat diadakan, 14 Desember 2014. Joel Ryan/Invision/AP.
TEMPO.CO, Jakarta - Berikut adalah sepuluh negara yang terkenal dengan wanita cantiknya. Urutan ini berdasarkan situs Viral Shares pada 19 Maret 2015.

1. Brasil: Negara ini berada di urutan pertama sebagai negara dengan gadis-gadis cantiknya. Anda akan sering melihat wanita dengan kulit yang bersinar ketika berjalan-jalan di negara ini.

2. Rusia: Gadis Rusia terkenal dengan mata birunya, tubuh yang proposional serta tubuhnya yang tinggi.

3. Venezuela: Posisi ketiga adalah Venezuela. Negara ini terkenal dengan wanita cantiknya yang sering menjadi Miss Universe dan Miss World.

4. India: Negara ini menduduki peringkat keempat untuk wanita tercantik di dunia dan pertama untuk wanita tercantik di Asia.Yang membuat mereka semakin menarik adalah sisi feminin dan etika sopan santun serta kesederhanaan mereka.

5. Argentina: Wanita Argentina selalu tahu bagaimana merawat diri mereka. Mereka akan memberikan yang terbaik untuk mendapat perhatian.

6. Serbia: Negara pecahan Uni Soviet ini juga masuk dalam daftar di posisi keenam untuk negara dengan wanita-wanita tercantiknya. Kecantikan utama dari wanita Serbia terletak pada matanya. Selain itu, wajah Meditarian dan tubuh yang tinggi membuat mereka memiliki daya tarik sendiri.

7. Korea Selatan: Wanita Korea sangat menarik dengan kepolosannya. Mereka dikenal dengan wajah yang manis serta pribadi yang ceria. Rambut hitam yang berkilau serta kulit bersih membuat mereka pantas masuk dalam jajaran ini.

8. Prancis: Wanita Prancis terkenal dengan kepribadian mereka yang tegas, energik, dan selera mode yang kuat. Mereka memiliki sifat yang sangat romantis dengan daya tarik yang canggih.

9. Italia: Keindahan wanita Italia didefinisikan sebagai perempuan Mediterania yang sangat cantik dengan kulit zaitun kecokelatan, rambut cokelat dengan aura yang wah, dan karakter yang membuat mereka benar-benar cantik.

10. Ukraina : Beberapa wanita yang langka, cantik, dan berani di dunia ini berasal dari Ukraina. Mereka sederhana namun menggoda dan menawan. Para gadis di Ukraina menyerupai wanita Rusia dengan sikap dan penampilan mereka. Kefeminian mereka bernilai tinggi untuk masing-masing dan mengambil perhatian besar dari diri mereka sendiri.


http://www.tempo.co/read/news/2015/03/27/110653321/10-Negara-yang-Memiliki-Banyak-Wanita-Cantik



Wow...China Pecahkan Rekor, Gedung 57 Lantai Dibangun dalam 19 Hari

Jumat, 13 Maret 2015 , 00:40:00

Wow...China Pecahkan Rekor, Gedung 57 Lantai Dibangun dalam 19 Hari
Wow...China Pecahkan Rekor, Gedung 57 Lantai Dibangun dalam 19 Hari
BEIJING - Perusahaan konstruksi Broad Sustainable Building di Tiongkok ini bikin orang berdecak kagum. Mereka telah membangun gedung pencakar langit setinggi 57 lantai dalam waktu hanya 19 hari. Padahal, biasanya gedung pencakar langit dibangun berbulan-bulan.
 
Artinya, per hari para pekerja menyelesaikan setidaknya 3 lantai. Gedung seluas 2 juta meter persegi itu merupakan salah satu bagian dari proyek Mini Sky City di Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok. Perusahaan mengerahkan 1.200 pekerja untuk menggarap proyek gila tersebut.
Pada rencana awal, perusahaan itu akan membangun gedung pencakar langit setinggi 220 lantai. Gedung tersebut bakal dinobatkan menjadi yang tertinggi di dunia. Namun, keinginan itu tidak bisa terealisasi. Saat pembangunan sudah mencapai lantai 20, proyek tersebut ditinjau ulang. Pemerintah Tiongkok hanya mengizinkan gedung itu dibangun setinggi 57 lantai. Sebab, bangunan tersebut berdekatan dengan bandara. Jadi, ketinggiannya dibatasi.
 
Gedung yang telah selesai dibangun itu memiliki 19 atrium dengan ketinggian masing-masing 10 meter, perkantoran berkapasitas 4 ribu orang, dan 800 apartemen. Broad Sustainable Building mengklaim bahwa teknologi yang mereka gunakan untuk pembangunan gedung tersebut merupakan inovasi yang sangat besar dalam sejarah manusia. Selain cepat, proyek pembangunannya ramah lingkungan.
 
Perusahaan menyatakan, mereka memakai bahan-bahan yang telah dibuat pabrik dan sebagian sudah dirangkai. Jadi, para pekerja tinggal merangkainya dengan bagian-bagian lain di lokasi. Itulah yang membuat pembangunannya cepat. Selain itu, metode tersebut mengurangi penggunaan 1.500 truk pengangkut. Artinya, polusi udara dan debu di jalanan juga bisa dikurangi.
 
Broad Sustainable Building menegaskan, meski dibangun dengan cepat, gedung yang mereka buat antigempa dan jauh lebih aman daripada gedung-gedung lain.
 
Sejatinya itu bukan kali pertama Broad Sustainable Building membangun gedung pencakar langit dalam tempo singkat. Sebelumnya, mereka mendirikan gedung setinggi 30 lantai yang juga bertempat di Changsha. Mereka berhasil menyelesaikan pembangunan gedung tersebut hanya dalam 15 hari.
 
Meski pembangunan dua gedung tersebut membuat banyak orang yang berdecak kagum, mereka juga khawatir terkait dengan faktor keselamatan. Sebab, bukan rahasia lagi jika pembangunan konstruksi gedung di Tiongkok sering melanggar aturan. Banyak gedung yang ambruk ketika baru beberapa tahun digunakan. (Business Insider/Shanghaiist/ABC News/Daily Mail/sha/c14/ami/jpnn)


http://www.jpnn.com/read/2015/03/13/292100/Wow...China-Pecahkan-Rekor,-Gedung-57-Lantai-Dibangun-dalam-19-Hari

Keren...Atap Gedung Ini Disulap Jadi Sawah Seluas Satu Hektar

Rabu, 11 Maret 2015 , 11:54:00

Kendati hanya 10 ribu meter persegi, aneka budidaya pertanian bisa diusahakan. Selain ditanami padi, juga sayuran dan bunga. (Shanghaiist)
Kendati hanya 10 ribu meter persegi, aneka budidaya pertanian bisa diusahakan. Selain ditanami padi, juga sayuran dan bunga. (Shanghaiist)
TIONGKOK - Di Chongqing, Tiongkok, sawah itu ada di atap gedung. Atap seluas 10 ribu meter persegi atau satu hektar tersebut disulap menjadi lahan pertanian yang bisa membuat orang berdecak kagum. 
Di sana terdapat kolam yang mengelilingi areal pertanian berisi sayuran hijau serta bunga rapeseed kuning. Unggas dan ternak juga ikut menjadi penghuni. Karyawan perusahaan itulah yang merawat lahan buatan tersebut.
"Jika kami membiarkan atap tidak digunakan, itu akan sia-sia. Karena itulah, kami menciptakan proyek pertanian yang melibatkan para staf kami," ujar juru bicara perusahaan Lu Xiaoqing.
Proyek tersebut didukung penuh oleh pemerintah setempat. Lu juga menjelaskan bahwa gedung itu memiliki sistem antiair dan struktur yang kuat untuk menahan areal pertanian di atasnya.
Karyawan perusahaan tidak ditugaskan secara khusus untuk merawat lahan pertanian di atas atap itu. Mereka melakukan bergantian secara sukarela. Sebagai gantinya, mereka bisa membawa pulang buah dan sayur yang dipanen dari lahan tersebut.
"Sekarang kami bisa memanfaatkan seluruh bagian atap dan mendapatkan sayuran gratis. Ini luar biasa," ujar Hu, salah seorang karyawan.
Sayuran yang ditanam, antara lain, bayam, asparagus, dan selada. (Xinhua/Shanghaiist/sha/c6/ami/jpnn)


http://www.jpnn.com/read/2015/03/11/291780/Keren...Atap-Gedung-Ini-Disulap-Jadi-Sawah-Seluas-Satu-Hektar

Thursday, March 26, 2015

Tujuan Pemberian

Tujuan Pemberian

Memberikan Untuk Mendapatkan Popularitas
Sebagian orang memberi demi nama dan publisitas. Mereka tidak memahami makna memberi yang sebenarnya. Mereka menyumbangkan sejumlah uang untuk dana pembangunan vihara. Nama mereka tidak ditampilkan di papan pengumuman di antara para donatur lainnya. Mereka menjadi sedih. Egonya muncul dalam pikiran. Mereka marah. Mereka berpaling dari tujuan memberi yang sebenarnya.

Ada beberapa orang kaya yang tidak peduli pada orang miskin di sekitar mereka. Mereka tidak memberi sedikitpun untuk beramal. Namun mereka bermurah hati untuk dana kegiatan olah raga, pertunjukkan kesenian atau kegiatan besar lain di aman mereka mendapatkan publisitas. Di sini, tujuan memberi adalah publisitas. Ini bukanlah dana. Ini adalah marketing.

Dalam “Dana”, sebagian orang mengharapkan para bhikkhu untuk menceritakan tentang garis keturunan, status social, kontribusi mereka kepada vihara dan masyarakat. Mereka berharap dapat mendengar pujian yang ditujukan pada mereka di depan orang lain. Jika bhikkhu tidak menghibur keegoisannya, mereka menjadi tidak senang. Dengan cara ini mereka berpaling dari tujuan murni berdana.

Jika Anda bermurah hati dengan tulus, nama baik Anda secara otomatis akan tersebar di kalangan masyarakat. Anda akan terkenal. Orang akan menceritakan tentang kemurahan dan kebaikan hati Anda. Ini alaha salah satu hasil dari pemberian. Tapi Anda seharusnya tidak termotivasi oleh publisitas. Anda seharusnya tidak perlu melekat pada popularitas.

Pemberian karena ketakutan
Sebagian orang juga memberi karena ketakutan. Sebagian orang kaya memberi kepada orang miskin, berpikir bahwa Tuhan akan menghukum mereka jika tidak memberi kontribusi sejumlah uang setiap bulan. Mereka harus menghadiri kebaktian keagamaan mereka secara rutin. Jika tidak, pendeta tidak akan melakukan upacara pemakaman saat mereka meninggal. Karena ketakutan itu, mereka memberi. Mereka pun berpaling dari tujuan berdana yang sebenarnya.

Anda adalah orang kaya yang terkenal di kota Anda. Ada sekelompok orang di kota itu yang mengadakan program beasiswa untuk membantu siswa miskin di daerah tersebut. Mereka meminta Anda untuk beramal. Anda tidak ingin memberi. Tetapi karena takut kehilangan reputasi baik, Anda menymbangkan uang. Di sini, Anda memberi karena rasa takut. Berarti Anda tidak memberi dengan niat murni.

Saat Anda memberikan sesuatu karena rasa takut, Anda menjadi gelisah. Pikiran Anda penuh dengan rasa takut dan emosi negative lainnya. Walaupun secara fisik Anda memberi, Anda tidak memiliki niat untuk memberi. Anda memberi karena rasa takut. Itu adalah memberi , tetapi bukan “Dana”.

Pemberian karena Amarah
Anda pergi ke sebuah pusat jajanan untuk makan siang. Seorang pengemis datang dan meminta uang. Pengemis ini tampaknya cukup kuat dan sehat. “Mengapa ia tidak bekerja?” Kebencian timbul pada pikiran. Anda mengabaikannya dan teus makan.

Dia terus emminta berulang kali. Anda merasa jengkel. Anda menjadi marah. Anda ingin mengusirnya. Anda memberikan dia uang dengan tujuan mengusirnya. Di sini , Anda memberi karena amarah. Walaupun itu memberi; itu bukanlah “Dana”.

Saat anda sedang marah, pikiran menghasilkan energy negative. Pikiran positif (cinta kasih, belas kasihan, persahabatan) dan niat baik akan sulit timbul saat pikiran gusar. Anda tidak dapat membangkitkan energy mental yang positif jika pikiran anda dikotori dengan kemarahan pada saat memberi. Hal ini hanya adalah tindakan memberi secara fisik. Ini bukan termasuk “Dana”.

Memberi untuk Memperoleh
Sering kali, kita mengharapkan imbalan saat memberi. Banyak orang memberi dengan tujuan menerima. Mereka memberi untuk menerima. Mereka berdana seperti investasi. Orang kaya berdana sejumlah uang untuk membangun vihara. Tetapi saat ia memberi, ia sudah mengharapkan suatu imbalan. Ia mengharapkan suatu pengakuan sosial yang khusus. Dia mencoba untuk mempengaruhi cara kerja vihara. “Saya berhak mengatur vihara karena saya sudah menyumbang sejumlah besar uang”.

Anda berharap imbalan yang lebih besar saat Anda menaruh sejumlah uang ke dalam kotak dana di vihara. Anda membawa bunga, buah-buahan, lilin, dupa untuk mempersembahkan kepada Buddha, kemudian berlutut di depan-Nya dan meminta “Buddha tolong bantu saya untuk mencapai keberhasilan dalam usaha saya. Bantulah saya untuk dipromosi tahun ini. Berkahilah saya anak yang baik. Semoga saya menemukan pasangan hidup yang sesuai.”

Sebagian orang lain mempraktekkan “Dana” dan mengharapkan “Dengan jasa ini, semoga saya terlahir di alam surge, semoga dilahirkan dalam keluarga kaya, semoga saya mencapai ini atau itu”. Timbul pertanyaan. Apakah salah membuat suatu harapan ketika berdana ?

Apakah Anda membuat harapan atau tidak, Anda akan tetap memperoleh kemakmuran sebagai hasil dari pemberian. Kita akan mengembara dari kehidupan ke kehidupan lain sampai kita mencapai penerangan. Selama kita masih berkelana dalam roda samsara, Kita akan membutuhkan kondisi yang baik untuk mengembangkan kebijaksanaan. Dalam hal ini, tidaklah salah untuk membuat harapan saat kita berdana.

Namun, sebagai umat Buddha, tujuan kita bukanlah berkelana dalam roda samsara, tetapi harus bebas darinya. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana bila mempunyai cita-cita untuk merealisasikan Nibbana, ketika kita mempraktekkan “Dana”.

Memberi dengan Melepas
Ketermelekatan merupakan salah satu ikatan mental yang sangat kuat. Ini adalah dorongan negative. Keterikatan membuat kita tidak mudah untuk memberi. Terkadang saat kita memberi, keterikatan muncul pada benda yang kita akan berikan.

Dengan energi positif yang kuat, kita bisa menekan keterikatan, tetapi sangat sering keterikatan itu tidak dikikis habis. Keterikatan tersebut membentuk keinginan untuk  memperoleh sesuatu sebagai imbalan. Anda harus berwaspada terhadap keterikatan saat mempraktekkan “Dana”.

Dalam Buddhisme, makna memberi yang sebenarnya adalah melepas dari kemelekatan. Kemelekatan adalah rantai yang membelenggu kita dalam samsara. Kita menderita berulang-ulang karena kemelekatan. Dana adalah cara yang paling baik untuk mengatasi masalah tersebut.

Orang bijaksana memberi tanpa mengharapkan imbalan. Mereka memberi untuk melepaskan keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin. Mereka memberi dengan bijaksana. Mereka memberi dengan belas kasihan. Mereka memberi dengan senang hati.

Praktek “Dana” untuk melepas dari kemelekatan. Memberi untuk melepaskan keterikatan. Memberi untuk melepas keegoisan. Memberi dengan pemahaman yang benar.



Sumber : Buku berjudul “Indahnya Berdana” (Ven. K. Rathanasara)
Judul asli : The Art of Giving
Penulis : V. K. Rathanasara

Edisi bahasa Inggris diterbitkan oleh :
Education & Dharma Propagation Subcommittee ,
Srilankaramaya Buddhis Temple,
30-C, St. Michael’s Road, Singapore 328002

Apa yang dimaksud Sanghika Dana ?

Apa yang dimaksud Sanghika Dana ?

“Sanghika Dana” merupakan persembahan kepada komunitas Sangha. Di sini, “Sangha” adalah murid agung Sang Buddha, yang telah melenyapkan semua kekotoran batin, dan yang  telah sempurna dalam tindakannya, penuh konsentrasi dan bijaksana.

Saat Anda mempersembahkan sesuatu kepada komunitas Sangha, Anda juga sedang mempersembahkan kepada para bhikkhu yang hidup pada masa lampau, pada saat ini, dan yang akan datang. Demikian jumlah para bhikkhu tidak terhitung; kebajikan yang mereka miliki tidak terbatas.
Setiap kali Anda mempersembahkan sesuatu kepada komunitas bhikkhu yang demikian, pahala yang Anda peroleh juga tidak terhingga dan tidak terbatas.

Suatu hari, Mahapajapati Gotami mengambil sepasang kain, pergi menemui Sang Buddha dan berkata :”Sang Bhagava, sepasang kain ini telah dipintal oleh saya, ditenun oleh saya, khusus untuk Sang Bhagava. Sang Bhagava, hendaklah Sag Bhagava menerimanya dengan belas kasih.”

Ketika ini diucapkan, Sang Bhagava mengatakan kepadanya “Berikanlah kepada Sangha. Bila Anda memberikannya kepada Sangha, baik Aku dan Sangha akan termulia.”

Walaupun ia berulang kali memohon kepada Sang Buddha untuk menerima persembahannya, namun Buddha menolak dan meminta dia untuk mempersembahkannya kepada Sangha. Dia sangat kecewa.
Setelah melihat ini, Buddha menjelaskan bahwa jika ia hanya mempersembahkannya kepada Buddha, itu merupakan persembahan pribadi. Tetapi jika ia mempersembahkannya kepada Sangha, berarti mempersembahkan kepada Buddha dan semua para bhikkhu lainnya. Persembahan kepada Sangha yang dipimpin oleh Buddha akan menghasilkan pahala yang paling besar.

Buddha berkata kepada Yang Arya Ananda :”Di masa mendatang, aka nada anggota Sangha yang berjubah kuning, yang tak bermoral, yang berkarakter jahat. Orang akan berdana kepada mereka demi kepentingan Sangha. Bahkan demikian, Aku bersabda, Dana kepada Sangha tidak terbatas. Dan Aku mengatakan bahwa tidak mungkin dana yang diberikan kepada perseorangan bisa membawa hasil lebih besar daripada persembahan yang diberikan kepada Sangha.”


Sumber : Buku berjudul “Indahnya Berdana” (Ven. K. Rathanasara)
Judul asli : The Art of Giving
Penulis : V. K. Rathanasara

Edisi bahasa Inggris diterbitkan oleh :
Education & Dharma Propagation Subcommittee ,
Srilankaramaya Buddhis Temple,
30-C, St. Michael’s Road, Singapore 328002